Sumber gambar: Unsplash
Belakangan ini, Sahabat Wirausaha pasti pernah mendengar financial technology atau yang sering disebut sebagai Fintech. Fintech memang menjadi salah satu terobosan penting dalam memberikan akses pendanaan bagi orang-orang yang memerlukan dana, termasuk Sahabat Wirausaha sekalian. Akan tetapi, sering juga terdengar berita kurang baik mengenai fintech itu sendiri. Nah, sebelum terlibat jauh dengan fintech, mari kita pelajari terlebih dahulu beberapa hal berkaitan dengannya.
Apa itu Fintech?
Fintech atau financial technology secara bahasa berarti teknologi keuangan. Rebecca Menat dalam buku The Fintech Book terbitan Wiley menjelaskan bahwa financial technology adalah sebuah era baru dimana masyarakat melakukan perubahan dalam hal membayar, mengirim, meminjam, meminjamkan dan menginvestasikan uang mereka.
Sementara itu, berdasarkan definisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fintech adalah sebuah inovasi pada industri jasa keuangan yang memanfaatkan penggunaan teknologi. Produk fintech biasanya berupa suatu sistem yang dibangun guna menjalankan mekanisme transaksi keuangan yang spesifik.
Mengenal QRIS: Metode Pembayaran Digital Baru yang Bermanfaat Bagi UKM
Kedua definisi tersebut menjelaskan bahwa fintech dapat mencakup banyak hal berkaitan dengan kegiatan keuangan. Sahabat UKM sendiri mungkin paling sering mengenal dua jenis fintech yang ada di Indonesia, yaitu fintech lending dan fintech payment system.
Fintech Payment System
Sesuai dengan namanya, fintech payment system adalah sebuah teknologi keuangan yang membantu masyarakat dalam melakukan pembayaran yang lebih efisien. Terdapat beberapa teknologi keuangan dengan jenis ini di Indonesia, seperti Gopay, Ovo dan Shopee Pay. Teknologi keuangan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi. Hal ini sendiri mungkin sudah banyak dirasakan dimana sekarang masyarakat tidak perlu khawatir tidak membawa uang dalam bentuk kas.
Baca Juga: Inilah Aplikasi Akuntansi yang Membantu UMKM
Bagi para Sahabat Wirausaha, teknologi keuangan ini juga mungkin sudah dapat dirasakan manfaatnya. Dengan adanya metode pembayaran yang lebih efisien, para calon pembeli pun tidak perlu terlalu sulit memikirkan ketersediaan kas mereka. Hal ini secara tidak langsung dapat mendorong penjualan Sahabat Wirausaha sekalian.
Meskipun begitu, perlu diingat bahwa Sahabat Wirausaha juga perlu menyediakan opsi pembayarannya di lokasi usahanya. Sebagai contoh, pembeli yang sudah menggunakan fintech payment system Gopay misalnya, tidak akan mampu menggunakannya di toko jika Sahabat Wirausaha belum mengaktifkan fitur pembayaran tersebut di tokonya. Hal ini dapat berujung pada kehilangan calon pembeli potensial. Oleh karena itu, Sahabat Wirausaha harus mampu mengikuti perkembangan teknologi keuangan ini.
Baca Juga: Apa itu Digital Wallet?
Fintech Lending
Selain membantu sistem pembayaran, ada pula fintech atau teknologi keuangan yang berfungsi untuk menyediakan pinjaman. Teknologi keuangan ini dapat memanfaat teknologi informasi tentang para peminjam untuk kemudian diolah oleh perusahaan teknologi keuangan tersebut dalam memutuskan kelayakan pinjaman.
Beberapa contoh teknologi keuangan jenis ini adalah Kredivo, Pay Later Gopay, Investree, Koinworks dan Amartha. Teknologi ini mendorong masyarakat untuk mampu membeli sebuah produk secara kredit. Salah satu kelebihan lain dari fintech ini dibandingkan meminjam secara konvensional adalah metode peminjaman dan pembayaran kembalinya yang lebih sederhana dan bisa dilakukan dimanapun. Kondisi ini juga secara tidak langsung dapat juga meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap pembelian produk Sahabat Wirausaha sekalian.
Baca Juga: Inilah Platform E-Commerce yang Mendorong Omset UKM
Selain untuk pembelian yang sifatnya barang konsumtif, kredit ini juga bisa dilakukan untuk keperluan produktif seperti pembiayaan usaha. Nah untuk fungsi ini, para Sahabat Wirausaha juga mungkin sudah pernah merasakan mendapatkan penawaran dari perusahaan teknologi UKM. Teknologi keuangan dengan jenis pinjaman ini dapat dimanfaatkan oleh sahabat UKM untuk menjadi opsi pendanaan yang tepat bagi keperluan usaha.
Baca Juga: Mengenal NFT dan Manfaatnya Bagi Bisnis
Namun perlu diperhatikan bahwa setiap penawaran pinjaman dari teknologi keuangan ini memiliki karakter dan fitur yang berbeda. Sahabat Wirausaha harus mampu memilih pinjaman yang sesuai dengan karakter usahanya. Sebagai contoh, apabila Sahabat Wirausahamembutuhkan pinjaman untuk membeli mesin baru, maka jangan mengajukan pinjaman dengan jangka waktu yang pendek.
Nah, itulah beberapa contoh fintech atau teknologi keuangan yang dimanfaatkan oleh Sahabat Wirausaha sekalian. Jangan lupa memanfaatkannya untuk membuat usaha semakin maju.
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.








