Cara Membuat Proposal Bisnis Efektif dan Menarik untuk UMKM – Apakah saat ini Sahabat Wirausaha sedang mencari tambahan modal dari calon investor, mitra (partner) bisnis, atau sedang mencari modal pinjaman untuk pengembangan bisnis Sahabat Wirausaha? Ada baiknya, jangan cuma ajak calon investor atau mitra Sahabat Wirausaha cuma lewat mulut. Melainkan, buatlah sebuah dokumen proposal bisnis.

Proposal bisnis adalah dokumen yang berisi informasi penting tentang suatu bisnis, termasuk produk atau layanan yang ditawarkan, target pasar, analisis pasar, rencana pemasaran, dan rencana keuangan. Proposal bisnis dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti mencari investor, mitra bisnis hingga pinjaman modal.

Untuk membuat proposal bisnis yang efektif dan menarik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Tujuan yang Jelas

Sebelum memulai membuat proposal bisnis, tentukan terlebih dahulu tujuan Sahabat Wirausaha. Apakah ingin mencari investor, mitra bisnis, atau pinjaman modal? Dengan tujuan yang jelas, Sahabat Wirausaha dapat menyusun proposal bisnis yang lebih fokus dan relevan.

Mengutip Paul A. Hills dalam bukunya How To Write A Business Plan  (Pearson Education 2009), tujuan proposal bisnis adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa ide bisnis Sahabat Wirausaha memiliki potensi untuk sukses. 

Proposal bisnis yang baik harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti apa ide bisnis Sahabat Wirausaha, bagaimana Sahabat Wirausaha akan menjalankan bisnis, siapa target pasarnya, siapa kompetitor/pesaing di sektor bisnis Sahabat Wirausaha, dan bagaimana cara Sahabat Wirausaha menghasilkan keuntungan.

Contoh, dalam menyusun proposal bisnis kedai kopi. Sahabat Wirausaha harus bisa menjawab terkait bagaimana ide bisnis kedai kopi yang akan dijalankan. Mulai dari konsep kedainya, apakah slow bar yang cocok untuk buka di halaman rumah, kedai kopi yang hanya melayani pesan antar (takeaway), hingga siapa target pasar yang dituju. 

Apakah pekerja kantoran, pelajar atau mahasiswa, sehingga itu akan menentukan harga dari produk yang dijual. Selain itu, juga bisa disertakan, ada berapa kedai kopi yang ada di lokasi sekitar Sahabat Wirausaha. Ini akan menentukan unique selling point (USP) ide bisnis Sahabat Wirausaha.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Digital yang Bisa Dikerjakan di Rumah, Mudah dan Menguntungkan!

2. Pahami Kebutuhan Pembaca

Pastikan Sahabat Wirausaha memahami kebutuhan pembaca proposal bisnis yang dituju. Jika Sahabat Wirausaha mengajukan proposal bisnis kepada investor, fokus pada aspek finansial dan potensi keuntungan yang bisa didapatkan investor. Jika mengajukan proposal bisnis kepada mitra bisnis, fokus pada aspek sinergi dan peluang kerja sama yang bisa didapatkan kedua belah pihak.

3. Lakukan Riset

Lakukan riset yang mendalam tentang industri yang Sahabat Wirausaha geluti. Hal ini akan membantu Sahabat Wirausaha memahami kondisi pasar dan persaingan di sektor industri yang Sahabat Wirausaha geluti. Hal ini akan membuat proposal bisnis Sahabat Wirausaha lebih akurat dan meyakinkan.

Misalkan untuk proposal bisnis kedai kopi, Sahabat Wirausaha bisa melakukan riset ke beberapa kedai kopi terkait dari mana pasokan kopi didapat, jenis kopi yang digunakan dan penyusunan menu yang populer di konsumen. Seperti kopi susu gula aren maupun menu pendamping. Dalam melakukan riset, Sahabat Wirausaha juga bisa datang ke pameran kopi untuk mengetahui perkembangan industri kopi saat ini sehingga mendapat pemahaman komprehensif.

4. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Ringkas

Ada baiknya dalam menyusun proposal bisnis, Sahabat Wirausaha memakai bahasa yang jelas dan ringkas. Sebisa mungkin hindari penggunaan jargon dan istilah teknis yang tidak umum.

Penggunaan bahasa yang jelas dan ringkas ini juga perlu memahami kaidah ejaan yang disempurnakan (EYD) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bahasa yang digunakan dengan gaya formal tapi tetap memiliki gaya bahasa yang ringan. Alih-alih menggunakan kata-kata yang berbunga-bunga, manfaatkan kalimat efektif dari susunan SPOK (Subyek-Predikat-Obyek-Keterangan). 

Kalimat yang berbunga-bunga atau metafora tidak diperlukan karena ini akan terkesan tidak ringkas dan bisa menghindarkan Sahabat Wirausaha dari penggunaan istilah yang tidak lazim. Hindari untuk terkesan keren, tetapi buatlah dengan bahasa yang lebih keseharian digunakan dalam format formal.

5. Sertakan Data dan Statistik

Sertakan data dan statistik yang relevan untuk mendukung argumen yang Sahabat Wirausaha tulis. Data dan statistik akan membuat proposal bisnis lebih meyakinkan. Data dan statistik dapat digunakan untuk mendukung argumen Sahabat Wirausaha dalam proposal bisnis. Berikut adalah beberapa contoh data dan statistik yang dapat digunakan: data demografis target pasar, tren pasar, dan data keuangan perusahaan pesaing.

Untuk proposal bisnis kedai kopi, misalnya Sahabat Wirausaha bisa memasukkan data statistik yang relevan seperti jumlah konsumsi kopi Indonesia dari tahun terbaru. Sehingga itu juga akan memberikan seberapa besar potensi yang masih bisa dikembangkan dari ide bisnis yang diajukan.

Contoh data statistik yang bisa digunakan untuk proposal bisnis kedai kopi.
Sumber: Snapchart

6. Gunakan Desain yang Menarik

Gunakan desain yang menarik untuk membuat proposal bisnis lebih menonjol. Namun, jangan sampai desain yang digunakan justru mengganggu fokus pembaca.

Gunakanlah desain dengan warna yang senada, penggunaan font yang sesuai dengan citra bisnis Sahabat Wirausaha, dan minimalisasi penggunaan aksen desain yang tidak esensial. Sehingga pembaca akan fokus terhadap ide dan gagasan yang tercantum di proposal. Upayakan desain menonjolkan isi dari proposal.

Salah satu contohnya adalah proposal bisnis kopi seperti di bawah ini. Dalam desain ini, Sahabat Wirausaha bisa melihat kalau pemilihan warna desain disesuaikan dengan warna biji kopi itu sendiri. Dengan memanfaatkan foto biji kopi dan cangkir sebagai ornamen yang menambah menarik tampilan visualnya, maka proposal bisnis ini akan lebih menarik.

7. Sunting dan Revisi

Sebelum menyerahkan proposal bisnis, baca ulang dari awal hingga akhir untuk menyunting (edit) jika dirasa masih ada susunan yang kurang tepat. Bahkan sekecil kesalahan salah ketik (typo). Jika perlu, minta pendapat dari pihak lain yang menurut Sahabat Wirausaha memiliki kapabilitas untuk mengulas proposal bisnis yang Sahabat Wirausaha susun.

Selain memperhatikan aspek-aspek teknis, Sahabat Wirausaha juga perlu memperhatikan aspek-aspek non-teknis dalam membuat proposal bisnis yang menarik. Berikut adalah beberapa tips tambahan yang dapat Sahabat Wirausaha lakukan:

  • Gunakan cerita yang menarik untuk menjelaskan ide bisnis Sahabat Wirausaha
  • Gunakan bahasa yang persuasif untuk meyakinkan pembaca
  • Gunakan gambar dan ilustrasi untuk membuat proposal bisnis Sahabat Wirausaha lebih menarik.

8. Pahami Isi Proposal Bisnis

Untuk membuat proposal bisnis yang menarik ada beberapa bagian yang wajib dipahami Sahabat Wirausaha. Bagian pertama adalah ringkasan eksekutif. Pada bagian ini berisi ringkasan singkat tentang proposal bisnis. Ringkasan eksekutif harus menarik perhatian dan membuat mereka ingin membaca lebih lanjut tentang proposal bisnis yang Sahabat Wirausaha susun.

Selanjutnya adalah penjelasan bisnis. Di bagian ini, Sahabat Wirausaha bisa menjelaskan tentang bisnis yang Sahabat Wirausaha jalankan secara umum. Termasuk harus menyertakan terkait produk atau layanan yang ditawarkan, target pasar, dan strategi pemasaran.

Bagian berikutnya adalah analisis pasar. Pada bagian ini, Sahabat Wirausaha harus menganalisa pasar sektor bisnis yang Sahabat Wirausaha jalankan. Bagian ini harus menjelaskan skala, tren, hingga persaingan yang terjadi di market.

Bagian yang perlu dimasukkan dalam isi proposal bisnis adalah rencana pemasaran. Pada bagian ini Sahabat Wirausaha harus mendetailkan proyeksi pemasaran produk atau layanan yang Sahabat Wirausaha tawarkan. Termasuk menjelaskan strategi pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai target pasar yang Sahabat Wirausaha tuju.

Terakhir, adalah rencana keuangan. Bagian ini harus menjelaskan proyeksi pendapatan, pengeluaran, dan arus kas sebagai bagian dari proyeksi keuangan bisnis yang Sahabat Wirausaha jalankan.

Baca Juga: Jadi Miliarder Berkat Bisnis Katering! Inilah Tips Berbisnis ala Risma, Diaspora Indonesia Sukses di Arab Saudi 

Berikut adalah contoh proposal bisnis yang ditujukan untuk calon mitra bisnis dan investor bekerja sama.

Sumber: Arba Studio (Canva).

Contoh proposal bisnis di atas menjadi contoh yang cukup baik dinilai dari desain yang digunakan, isi yang sederhana dan mudah dipahami, dan jumlah dokumen yang tidak terlalu panjang. 

Secara isi, proposal tersebut menyertakan pengenalan perusahaan/unit bisnisnya, bergerak di bidang apa, siapa saja tim yang ada di dalamnya. Selain itu, dalam proposal bisnis tersebut juga menyertakan apa saja yang sudah dilakukan sejak berdiri. Terakhir, dalam proposal bisnis tersebut mencantumkan kontak untuk kerja sama bisnis oleh calon investor maupun mitra bisnis.

Nah, dari penjelasan artikel ini, semoga bisa membantu Sahabat Wirausaha yang saat ini sedang menyusun proposal bisnis ya! Semoga sukses!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. Buku How To Write A Business Plan  (Paul A. Hills, Pearson Education, 2009).
  2. Buku Membuat Proposal Bisnis (Daryanto, Gava Media, 2012).
  3. https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/bisnis/proposal-bisnis-jenis-tujuan-dan-tips-membuatnya