Sahabat Wirausaha, dalam menjalankan sebuah bisnis segala hal memang bisa terjadi. Ada kalanya membuat bahagia saat omzet naik gila-gilaan dan untung besar, tapi bukan tak mungkin kita mengalami musibah yang berujung pada kebangkrutan total. Bicara soal musibah, hal-hal seperti peristiwa kriminal, kecelakaan hingga bencana alam akan bisa membuat seorang pengusaha kehilangan aset bisnisnya yang kerap disebut actual total loss.
Tentu tak ada satupun dari kita yang ingin mengalami actual total loss atau yang bisa disebut juga dengan kerugian total sebenarnya. Hanya saja penting bagi kita untuk bersiap terhadap ‘skenario terburuk’ termasuk dengan pertimbangan menggunakan perlindungan asuransi, terhadap aset-aset dan properti bisnis demi mencegah terjadinya kerugian total akibat musibah.
Baca Juga: Menyiapkan Company Profile, Rencana
Usaha, dan Proposal Bisnis untuk Mengundang Investor
Batasan Penting Actual Total Loss
Melihat penjelasan di atas, apakah ini artinya keberadaan perlindungan terhadap actual total loss yang misalnya ditawarkan oleh pihak asuransi akan membuat kita benar-benar memperoleh ganti rugi atas aset yang hancur total?
Baca Juga: Cara Mengoptimalkan Kinerja Reseller
Jawabannya adalah seharusnya demikian. Hanya saja Sahabat Wirausaha harus tahu kalau kadang proses klaim atas pembayaran kerugian ini akan cukup rumit. Nah, supaya kita tidak terkecoh dan tetap merasa tenang menjalankan bisnis, berikut beberapa hal yang harus diketahui mengenai batasan-batasan actual total loss seperti dilansir Pluang berikut ini:
Baca Juga: Mengenal Standar K3 Untuk Produksi
Saat pemilik properti melakukan pengajuan actual total loss kepada pihak asuransi, biasanya diperlukan berkas-berkas yang sangat lengkap sebelum TIV (Total Insurable Value) dibayarkan. Beberapa berkas pendukung itu termasuk daftar properti yang hancur, serta tentunya bukti pembelian dan kepemilikan aset-aset itu.
Baca
Juga: Seputar Cash on Delivery (COD) yang Wajib Diketahui
Ketika rincian dokumen sudah diterima, pihak asuransi akan memperhitungkan ACV (nilai tunai aktual). ACV sendiri adalah nilai properti yang sudah mengalami depresiasi saat hilang atau rusak total, di mana ACV dipengaruhi oleh besaran premi. Untuk itulah Sahabat Wirausaha harus memperhitungkan betul besaran premi asuransi jika memang ingin memperoleh perlindungan jaminan actual total loss terbaik.
Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.








