Sumber foto: Unsplash.com

Halo, Sahabat Wirausaha! Sektor jasa pendidikan di Indonesia saat ini bukan hanya soal urusan mencerdaskan bangsa, tapi sudah menjelma menjadi kolam kegiatan ekonomi raksasa, yang kalau kita jeli, ada peluang bagi UMKM di dalamnya. 

Berdasarkan Buku Statistik Indonesia 2025, nilai tambah bruto (PDB) dari sektor Jasa Pendidikan pada tahun 2024 mencapai Rp621,4 Triliun! Menariknya lagi, disaat banyak sektor lain mengalami perlambatan pertumbuhan, laju pertumbuhan sektor Jasa Pendidikan ini justru melonjak, dari 1,77% pada tahun 2023 menjadi 3,75% pada tahun 2024. Ini adalah sinyal "hijau" bagi kita para wirausaha untuk turut berpartisipasi mengambil peran, sekaligus menangkap peluang. 

Berdasarkan bedah data terbaru, berikut adalah 4 peluang bisnis yang bisa potensial untuk digarap:

1. Pemasok Barang dan Jasa terkait Sarana Prasarana Sekolah

Pasar terbesar di dunia pendidikan ada di jenjang Sekolah Dasar (SD). Hingga tahun ajaran 2024/2025, tercatat ada 149.034 sekolah dasar di seluruh Indonesia yang menampung 23,99 juta murid. 

Celah Peluang Bisnis: Pengadaan seragam, tas, sepatu, hingga furnitur kelas seperti meja dan kursi. Dengan jumlah sekolah yang hampir mencapai 150 ribu unit, kebutuhan pemeliharaan gedung (renovasi ringan) dan alat kebersihan juga sangat tinggi. UMKM yang bisa menawarkan standar kualitas baik dengan harga kompetitif punya peluang besar menjadi vendor tetap. Tentunya, perlu disiapkan proposal penawaran yang mumpuni ya!

2. Bisnis Katering Sehat dan Nutrisi Anak Sekolah

Tidak semua sekolah di Indonesia ikut menerima Program MBG. Ada yang menolak, ada juga yang memang belum mendapatkan kuota. Sehingga, tetap ada peluang menawarkan layanan katering makan siang untuk membantu orang tua yang mungkin sibuk dan tidak sempat menyiapkan makan siang untuk anaknya di sekolah, namun tetap ingin nutrisi anaknya lebih terjaga dibandingkan anaknya diberi kebebasan sendiri untuk jajan.   



Celah Peluang Bisnis:  Dengan total murid dari jenjang TK hingga SMA yang mencapai puluhan juta, penyediaan makanan sehat di kantin atau katering langganan adalah peluang yang layak dieksplor. Apalagi, rata-rata pengeluaran per bulan per orang untuk makanan di perkotaan mencapai Rp809.847. 

UMKM kuliner bisa masuk dengan brand "Katering Nutrisi Sekolah" yang menyasar orang tua sibuk yang ingin memastikan gizi anaknya tetap terjaga. Dengan paket harga Rp15-25,000 per hari, langganan 20 hari, maka jika dapat setidaknya 50 pelanggan saja, potensi omset yang bisa diraih sekitar Rp20 juta per bulan. Kalau margin profitnya bisa didapat 20% saja, maka bersih Rp4 juta per bulan. Lumayan, kan?

Baca juga: Mau Kuliah Tapi Ragu? Inilah Pentingnya Pendidikan Tinggi Bagi Wirausaha

3. Pembuatan Konten Edukasi dan Jasa Kursus/Les Tambahan online atau offline 

Sahabat Wirausaha tahu gak bahwa Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) orang Indonesia terus naik? Dulu di tahun 2021 di skor 59,52. Tapi pada 2024 naik menjadi 72,44 (kategori sedang), dengan frekuensi membaca 5–6 kali per minggu. Selain itu, rata-rata orang Indonesia mengakses internet untuk mencari informasi selama 1 hingga 2 jam per hari. 

Fakta lain yang perlu diperhatikan adalah terkait meningkatnya jumlah generasi milenial dan gen Z yang sudah menjadi orang tua. Dua generasi ini adalah yang peduli dengan pendidikan anak secara holistik, bukan hanya terkait kecerdasan kognitif (otak) terkait pelajaran di sekolah, tapi juga kecerdasan linguistik, emosional, motorik, dan bahkan semakin banyak yang peduli dengan kecerdasan musikalitas anak.

Celah Peluang Bisnis:  Ini adalah kesempatan bagi UMKM sektor ekonomi kreatif untuk membuat  konten-konten edukasi yang menarik dan bisa melengkapi materi pembelajaran di sekolah, baik berupa konten digital (modul atau video yang bisa dijual aksesnya). 

Selain itu, peluang bisnis di bidang jasa bimbingan belajar atau kursus keterampilan tertentu juga menjanjikan, selama Anda benar-benar bisa menawarkan paket pembelajaran yang terukur, disertai dengan kompetensi guru atau pelatih yang sesuai pula. Wirausaha UMKM di bidang ini tak perlu menjadi orang yang mengantongi sertifikasi kompetensi khusus, tetapi para tutor atau pelatih yang dikelolanya, harus. Hal ini karena calon pelanggan hampir pasti akan bertanya, “nanti yang ngajarin siapa ya? Gimana spesifikasi kompetensinya?”  

4. Jasa Pendukung dan Lifestyle untuk Tenaga Pendidik

Sektor pendidikan adalah penyerap tenaga kerja yang masif. Saat ini terdapat 2,02 juta guru dan sekitar 249.375 dosen di seluruh Indonesia. Kelompok ini memiliki daya beli yang stabil dengan rata-rata upah bersih nasional di sektor jasa pendidikan sebesar Rp2.858.783 per bulan.

Celah Peluang Bisnis: Sahabat Wirausaha bisa menyediakan produk yang mendukung produktivitas mereka, seperti tas laptop fungsional, sepatu kerja yang nyaman, hingga jasa pelatihan pengembangan diri (soft skills) bagi guru. 

Fokus pada provinsi dengan upah pendidik tinggi, seperti DKI Jakarta (Rp4,95 juta) atau DI Yogyakarta (Rp3,34 juta) bisa menjadi strategi pemetaan pasar yang jitu.

Baca juga: 7 Bisnis Untuk Lulusan Ilmu Pendidikan, Layak Dicoba!


Kesimpulan untuk Sahabat Wirausaha UMKM

Angka pertumbuhan 3,75% di sektor pendidikan adalah bukti bahwa volume transaksi di sektor ini sedang  ekspansi. Semoga ulasan yang utamanya berbasis pada data resmi dari Buku Statistik Indonesia 2025 dapat membantu Sahabat Wirausaha menyusun rencana usaha dan strategi yang lebih efektif karena berbasis pada data, bukan intuisi semata.

Jika artikel ini kamu anggap bermanfaat, mohon bantu share atau bagikan ke jejaring kamu juga ya. Kalau kamu tertarik menerima newsletter mingguan atau jadi member komunitas kami, silakan daftar jadi member komunitas kami di tautan ini ya: ukmindonesia.id/registrasi

Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan bahan pertimbangan bagi pembaca. Informasi yang disajikan bersifat umum dan bukan merupakan nasihat bisnis yang wajib diikuti. Setiap keputusan usaha yang diambil menjadi tanggung jawab pembaca. Penulis dan ukmindonesia.id tidak bertanggung jawab atas risiko maupun konsekuensi yang timbul akibat keputusan tersebut.