Halo Sahabat Wirausaha,

ChatGPT kini semakin akrab di telinga pelaku UMKM. Ada yang memakainya untuk mencari ide konten, ada pula yang mencoba menulis caption, artikel, hingga naskah promosi. Namun, tidak sedikit yang merasa hasilnya masih “kurang kena”: tulisannya terlalu umum, terasa kaku, atau tidak benar-benar mencerminkan karakter usahanya.

Sering kali masalahnya bukan pada teknologinya, melainkan pada cara kita berkomunikasi dengan AI. ChatGPT bekerja berdasarkan prompt—perintah atau arahan yang kita tuliskan. Semakin jelas konteks dan tujuan prompt, semakin relevan pula hasil yang dihasilkan.

Artikel ini membahas bagaimana pelaku UMKM bisa menulis prompt ChatGPT secara lebih efektif, agar AI benar-benar membantu mengembangkan konten bisnis, bukan sekadar menghasilkan teks panjang tanpa arah.


Kenapa Prompt Menentukan Kualitas Hasil ChatGPT

ChatGPT bukan mesin yang otomatis memahami bisnis kamu. Ia tidak tahu siapa target pasarmu, apa karakter brand-mu, atau tujuan konten yang sedang kamu kejar—kecuali kamu menjelaskannya.

Prompt bisa diibaratkan seperti briefing ke tim kreatif. Jika brief-nya terlalu singkat dan abstrak, hasilnya cenderung generik. Sebaliknya, prompt yang jelas membantu ChatGPT bekerja lebih presisi dan terasa seperti partner yang memahami kebutuhan usahamu.

Baca juga: Tembus Halaman Pertama Google? Bisa! Ini 8 Cara Optimalkan SEO Konten Blog buat UMKM


Kesalahan Umum UMKM Saat Menulis Prompt

Salah satu kesalahan paling umum adalah menulis prompt terlalu singkat, misalnya:

Buatkan caption Instagram untuk jualan kopi.”

Hasilnya biasanya normatif, penuh kalimat promosi umum, dan mudah dilupakan. Kesalahan lain adalah berharap ChatGPT “menebak sendiri” konteks usaha, padahal tidak pernah dijelaskan.

Ada juga prompt yang terlalu panjang, tetapi tidak fokus—mencampur tujuan promosi, edukasi, dan storytelling tanpa arah yang jelas. Akibatnya, hasilnya terasa melebar dan tidak tajam.


Prinsip Dasar Menulis Prompt yang Efektif untuk UMKM

Agar ChatGPT bisa bekerja optimal, ada beberapa prinsip sederhana yang bisa diterapkan.

  • Pertama, jelaskan konteks bisnismu. Sebutkan jenis usaha, target pasar, dan karakter brand secara singkat.
  • Kedua, tentukan tujuan konten. Apakah ingin edukatif, promosi ringan, storytelling, atau membangun kepercayaan?
  • Ketiga, tentukan format output. Caption Instagram, artikel blog, carousel, atau naskah video—format mempengaruhi struktur jawaban.
  • Keempat, arahkan gaya bahasa. Santai, profesional, atau naratif—semua ini membantu AI menyesuaikan tone.

Contoh Prompt Dasar vs Prompt yang Lebih Optimal

Prompt dasar:

Buatkan caption Instagram tentang produk sambal.”

Prompt yang lebih optimal:

Aku pelaku UMKM kuliner yang menjual sambal rumahan tanpa pengawet. Target pasarku ibu rumah tangga usia 25–45 tahun. Buatkan caption Instagram dengan gaya storytelling ringan tentang kenapa sambal rumahan lebih aman untuk keluarga, lalu tutup dengan ajakan beli yang halus.”

Dengan prompt seperti ini, ChatGPT tidak lagi bekerja dalam ruang kosong, tetapi punya konteks untuk menyesuaikan isi dan gaya bahasa.

Baca juga: Laporan Survey Penggunaan Artificial Intelligence (AI) oleh UMKM: Pemanfaatan AI belum Dioptimalkan untuk Dongkrak Produktivitas Usaha


Contoh Prompt Berantai: Cara Eksplorasi Ide Konten Bersama ChatGPT

Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menganggap ChatGPT sebagai alat sekali pakai: satu prompt, satu jawaban, lalu selesai. Padahal, hasil terbaik justru muncul ketika prompt ditulis secara berantai, saling menanggapi, dan dikembangkan bertahap.

Anggap ChatGPT sebagai rekan diskusi. Kamu tidak harus langsung puas dari satu jawaban, tetapi terus menggali sampai menemukan versi yang paling sesuai.

Langkah 1: Minta gambaran kasar dulu

Aku punya usaha kopi susu literan untuk pasar anak muda. Tolong buatkan 5 ide konten Instagram yang relevan untuk promosi ringan.”

Langkah 2: Pilih satu ide, lalu perdalam

Dari ide nomor 2, tolong jelaskan konsep kontennya lebih detail. Fokus ke cerita di balik rasa kopi susunya.”

Langkah 3: Arahkan gaya bahasa dan sudut pandang

Tolong tulis dengan gaya santai, seolah pemilik usaha sedang cerita ke pelanggan setianya. Jangan terlalu jualan.”

Langkah 4: Sesuaikan format dan panjang konten

Sekarang ringkas jadi caption Instagram maksimal 3 paragraf, dengan penutup ajakan beli yang halus.”

Langkah 5: Minta alternatif dan bandingkan

Buatkan satu versi alternatif dengan tone yang lebih hangat dan emosional.”

Dari proses ini, pelaku UMKM bisa memilih versi terbaik—bukan menerima mentah satu jawaban saja.


Checklist Singkat: Do & Don’t Pakai ChatGPT untuk UMKM

Agar pemanfaatan ChatGPT benar-benar membantu usaha, ada beberapa kebiasaan baik yang perlu dibangun, sekaligus hal-hal yang sebaiknya dihindari.

Do (Yang Sebaiknya Dilakukan)

  • Jelaskan konteks usahamu sejak awal
    Sebutkan jenis usaha, target pasar, dan karakter brand agar hasilnya tidak generik.
  • Tentukan tujuan konten dengan jelas
    Mau promosi, edukasi, storytelling, atau membangun kepercayaan? ChatGPT perlu tahu arahnya.
  • Gunakan prompt secara berantai
    Mulai dari ide kasar, perdalam, lalu minta penyesuaian sampai benar-benar pas.
  • Berani mengoreksi dan minta revisi
    Arahan seperti “lebih santai”, “lebih singkat”, atau “fokus ke masalah pelanggan” sangat membantu.
  • Anggap ChatGPT sebagai partner berpikir
    Pakai untuk brainstorming, menyusun alur, dan merapikan pesan—bukan sekadar penulis instan.

Don’t (Yang Sebaiknya Dihindari)

  • Jangan berharap ChatGPT menebak sendiri kondisi bisnismu
    Tanpa konteks, hasilnya pasti umum.
  • Jangan berhenti di satu prompt pertama
    Jawaban awal jarang yang paling pas. Eksplorasi itu kunci.
  • Jangan langsung copy–paste tanpa disesuaikan
    Konten mentah berisiko terasa kaku dan tidak mencerminkan suara bisnismu.
  • Jangan fokus ke kata-kata saja, lupa tujuan konten
    Konten bagus harus jelas mau mengajak pembaca melakukan apa.
  • Jangan menyerahkan semua keputusan ke AI
    ChatGPT membantu berpikir, tapi keputusan bisnis tetap di tangan pelaku usaha.

Checklist ini bisa dijadikan pengingat sederhana agar ChatGPT benar-benar berfungsi sebagai alat bantu yang produktif, bukan sekadar tren sesaat.


Mengoptimalkan ChatGPT untuk Ide dan Strategi Konten UMKM

ChatGPT tidak harus selalu diminta menulis konten final. Ia juga sangat berguna untuk membantu proses berpikir.

Contoh prompt:

Aku punya usaha minuman herbal untuk pasar lokal. Tolong buatkan 10 ide konten edukatif yang relevan dengan masalah kesehatan ringan sehari-hari.”

Dari sini, ChatGPT berfungsi sebagai pemantik ide, bukan pengganti kreativitas. Pelaku usaha tetap memegang kendali atas pilihan dan arah konten.

Kekhawatiran lain yang sering muncul adalah konten AI terasa kaku dan tidak personal. Ini bisa diatasi dengan arahan yang tepat.

Misalnya:

Tolong tuliskan ulang caption ini dengan gaya lebih manusiawi, seolah ditulis langsung oleh pemilik usaha kecil yang sedang berbincang dengan pelanggannya.”

Arahan sederhana seperti ini membantu ChatGPT menyesuaikan tone agar lebih hangat dan dekat.


ChatGPT sebagai Asisten Berpikir, Bukan Sekadar Penulis

Selain menulis, ChatGPT bisa membantu pelaku UMKM menyusun kerangka artikel, merancang seri konten, atau mengevaluasi konsistensi pesan bisnis.

Contoh prompt:

Aku ingin membuat seri konten edukasi untuk UMKM pemula. Tolong bantu susun urutan topik dari yang paling dasar sampai lanjutan.”

Di titik ini, ChatGPT berperan sebagai partner diskusi, bukan mesin pengetik.

Baca juga: Kreator Wajib Tahu! 10 Tools AI Selain ChatGPT yang Bikin Konten Lebih Cepat


Memanfaatkan AI untuk Bekerja Lebih Cerdas

ChatGPT bisa menjadi alat bantu yang sangat berguna bagi UMKM—mulai dari mencari ide, menyusun konten, hingga merapikan strategi komunikasi bisnis. Namun, manfaat itu sangat bergantung pada cara kita memberi arahan.

Dengan prompt yang jelas, kontekstual, dan berorientasi tujuan, ChatGPT bukan lagi sekadar teknologi baru, melainkan mitra kerja yang membantu pelaku usaha berpikir lebih terstruktur dan kreatif.

Bagi Sahabat Wirausaha, memanfaatkan AI bukan soal menggantikan peran manusia, tetapi menghemat waktu, membuka perspektif baru, dan membantu bisnis berkembang lebih cepat—asal digunakan dengan cara yang tepat.

Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!

Follow WA Channel UKMIndonesia.id biar nggak ketinggalan informasi atau program penting seputar UMKM. Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id - yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!