Peluang Bisnis Mie Ramen - Demi mewujudkan sebuah bisnis yang berjalan stabil, kemudian berkembang dan sukses tentunya memerlukan usaha ekstra. Namun, satu hal yang kita yakini, bahwa tidak ada bisnis yang berjalan mulus dari awal hingga akhir. Pasti ada yang namanya jatuh bangun dalam proses berbisnis. 

Seperti halnya Nisa Nurjanah, yang awalnya merintis usaha pentol bakso, namun akhirnya harus banting stir ke usaha mie ramen. Eits, tapi jangan salah, mie ramen yang diberi merk Mr. Komando ini beda dari yang lain karena bukan sekedar mie ramen biasa! Penasaran, bukan, dengan cerita perjalanan mie ramen Mr. Komando? So, langsung saja kita simak cerita selengkapnya!


Cerita Mr. Komando yang Berhenti Sejenak Setelah Bisnis Berjalan Satu Tahun

Nisa Nurjanah, wanita yang berdomisili di Jawa Barat ini sangat gigih dalam menjalankan suatu usaha. Cerita bermula ketika di awal tahun 2019, Nisa bersama suami mencoba peruntungan dengan membuka bisnis pentol bakso dengan brand bernama Mr. Komando.

Singkat cerita, setelah setahun berjalan, bisnis pentol bakso berhasil berkembang dengan jumlah karyawan tiga orang dengan tiga gerobak. Namun sayangnya, bisnis pentol bakso harus berhenti di awal masa merebaknya pandemi COVID-19.

“Berbagai protokol dan aturan yang ketat benar-benar membatasi ruang gerak bisnis kita pada saat itu, sehingga bisnis dan karyawan tidak bisa kita pertahankan, akhirnya bisnis pentol bakso kita hentikan untuk sementara”, kisah Nisa.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Modal 100 Juta, Untung Berkali Lipat, Balik Modal Cepat!

Perjuangan membangun bisnis tidak berhenti di situ, Nisa menceritakan bahwa di bulan Maret 2020, ia dan suami kembali mencari kesempatan di masa-masa Covid dengan melihat tren yang sedang berkembang di masyarakat pada saat itu, yaitu tren frozen food dan sistem delivery order.

Nisa mengaku bahwa ia dan suami menyukai makanan seperti bakso dan mie. Sayangnya, saat itu pentol bakso tidak bisa dikembangkan menjadi frozen food sehingga akhirnya ide untuk beralih ke mie instan pun muncul. Inilah cerita awal bagaimana Mr. Komando banting stir untuk produknya, dari pentol bakso ke mie instan. Sebelum menentukan produk mie instan berupa mie ramen, Nisa juga bercerita bahwa ia melakukan riset pasar di sosial media terkait produk frozen food yang sedang populer di kalangan masyarakat. 

“Saya sempat melihat makanan frozen food yang saat itu hits di sosial media itu ada paket mie ayam, bakso, dan cilok. Nah, kita mencari apa yang belum ada atau berbeda, akhirnya saya dan suami memutuskan membuat mie ramen lengkap dengan topping dan bumbu, kemudian dibuat paket isi 4”, ucap Nisa.


Kendala dan Inovasi Pertama Mie Ramen Mr. Komando

Antusiasme masyarakat terhadap produk ramen frozen food milik Nisa saat itu cukup tinggi, bahkan kata Nisa, ia tidak hanya menerima permintaan di daerah lokalnya saja, Nisa juga juga mendapatkan pesanan ke luar kota.

Namun, Nisa mendapat kendala pertama pada saat itu. Ia mendapat kabar dari konsumen bahwa produk ramen yang sampai di luar kota tadi ternyata  basi karena perjalanan yang jauh dan sedikit lama. Untuk menyiasati hal tersebut, Nisa mencari cara agar ramen miliknya tidak cepat basi. Akhirnya Nisa menggunakan metode mie yang dikeringkan atau dipanggang.

Nisa juga mengungkapkan bahwa proses untuk membuat ramen menjadi kering itu sangat panjang. Terlebih, kata Nisa, ia belum memiliki oven listrik pada saat itu, sehingga ia menggunakan oven manual yang harus dipanaskan dengan kompor selama kurang lebih 8 jam.

“Karena saat itu mie ramen belum kita sendiri yang buat atau maklon, maka kita oven dan waktu itu masih menggunakan oven tangkring. Proses pemanggangannya lama, kurang lebih 8 jam dengan api kecil dengan kapasitas 8 buah mie”, ujar Nisa.


Nama Mr. Komando Memiliki Makna dan Filosofi yang Mendalam

Sebelum lanjut bercerita tentang proses manajemen dan sebagainya, Nisa sempat mengatakan bahwa banyak juga yang menanyakan nama brand-nya, karena nama label ‘Komando’ sendiri, menurut sebagian orang, identik dengan hal-hal yang terkait dengan tentara. Maka melalui tulisan ini, Nisa ingin menyampaikan maksud dari nama Mr. Komando, karena menurutnya, nama tersebut memiliki makna dan filosofi yang mendalam.

“Bagi kami sendiri, ini memiliki makna dan filosofi mendalam, kata komando erat kaitannya dengan sosok yang menjadi pionir, menjadi garda terdepan yang penuh semangat. Nilai-nilai inilah yang selalu ingin ditanamkan dalam diri sekaligus ke dalam bisnis ini”, ucap Nisa.

Selain itu, Nisa juga mengatakan bahwa kata ‘Komando’ ini juga memiliki akronim atau singkatan, yakni Komitmen, Manfaat, Disiplin dan Otentik. 

Baca Juga: Bisnis Kuliner di ShopeeFood Bisa Bikin Untung? Begini Tipsnya!


Memaksimalkan Modal yang Diberikan BIP Kemenparekraf

Dalam ceritanya, Nisa mengaku bahwa bisnisnya sempat mendapatkan kesempatan diberi modal dari BIP Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2021 sebanyak Rp10 juta. Nisa dan suami tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dengan bantuan modal tersebut, Nisa membeli tiga buah mesin, yakni mesin pembuat mie, oven yang besar, dan mesin continuous sealer

“Dengan modal yang ada, itu memacu semangat dan akhirnya berani membeli berbagai mesin dan peralatan yang menunjang bisnis, sehingga hasilnya Alhamdulillah memuaskan”, ungkap Nisa.

Berkat kegigihannya, Nisa berhasil memiliki pabrik mie ramen sendiri dengan kualitas produk yang jauh lebih baik, sehingga banyak pihak, baik perorangan hingga beberapa dinas setempat turut mengapresiasi produknya. Mr. Komando juga pernah meraih juara satu sebagai tenant terbaik dalam kegiatan Business Matching Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung tahun 2022 lalu.


Terus Berinovasi dan Memperluas Jaringan Pemasaran Dengan Membuka Kemitraan

Nisa menceritakan bahwa dirinya terus berusaha untuk melakukan inovasi. Salah satunya dengan membuat produk lain, seperti kulit pangsit, kulit dimsum, berbagai jenis mie untuk mie ayam dan ramen. Karena Nisa menjadi produsen untuk produk mie dan sebagainya, maka ia pun membuka peluang kemitraan dengan pihak lain.

Selain untuk memperluas jaringan pemasaran, hal  ini juga ia lakukan untuk memberikan manfaat dengan membuka peluang dan kesempatan kepada orang lain atau UKM lain untuk membuat produk olahan dari bahan baku yang ia buat.

Nisa juga mengatakan bahwa sampai dengan hari ini, ia banyak melibatkan ibu-ibu sekitar untuk membantunya dalam melakukan proses produksi ketika ada pesanan. Sementara itu, ia juga mengatakan bahwa ia dan suami berbagi tugas. Ia meng-handle pemasaran secara digital dan keuangan, sementara suaminya meng-handle bagian produksi, pertemuan dengan client, dan kegiatan promosi secara offline.

“Untuk proses manajemen, prosesnya itu berbagi tugas antara saya dan suami. Untuk SDM sendiri, itu kita melibatkan ibu-ibu di lingkungan tetangga untuk mengisi waktu luang mereka, dan ini juga masih dalam bentuk freelance”, sambungnya.


Customize Adalah Keunggulan Bisnis Mr. Komando

Berbicara keunggulan bisnis atau produk, Nisa mengatakan bahwa Mr. Komando menitikberatkan pada layanan customize atau melakukan penyesuaian terhadap permintaan konsumen. Ia selalu berusaha untuk memenuhi permintaan tersebut, misalnya ada konsumen yang meminta dibuatkan mie dan bumbu dengan rasa tertentu, maka Nisa sebisa mungkin memenuhi permintaan tersebut.

Hal itu yang menjadi keunggulan bisnis Mr. Komando, karena dengan memenuhi permintaan tertentu, menjadikan peluang kemitraan semakin terbuka lebar.

“Dengan memenuhi keinginan konsumen, itu akhirnya membantu kita juga untuk semakin berkembang dan memiliki banyak variasi produk yang bisa ditawarkan, terutama untuk kemitraan. Nah, ini juga yang menjadi portfolio bagi bisnis kami”, terang Nisa.

Baca Juga: Peluang Usaha Tahun 2024, Ini 5 Potensi Bisnis yang Menguntungkan!


Pesan Untuk Sesama Pelaku Usaha dan Harapan ke Depan

Nisa mengungkapkan bahwa Mr. Komando dengan tagline Mr. Komando, Collaborate and Go Ahead!’ mengajak kepada para pelaku UMKM untuk aktif berkolaborasi dan saling bersinergi, karena menurutnya, setiap UKM memiliki keunggulan tersendiri, sehingga apabila saling bekerja sama maka akan lebih berdampak positif bagi UKM itu sendiri dan lingkungan sekitar.

“Saya menitikberatkan pada kerjasama dan kolaborasi, karena kita sebagai UKM yang bukan berangkat dari modal besar, tapi kita berangkat dari berbagai upaya yang coba kita besarkan, maka kolaborasi adalah solusi terbaik untuk membuat UKM kita berkembang”, ucap Nisa

Sementara itu, Nisa sendiri juga berharap bahwa Mr. Komando bisa semakin berkembang sehingga bisa bermanfaat bagi banyak orang, seperti membuka peluang orang lain untuk juga berbisnis dan tentunya membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

“Banyak juga warga sekitar yang datang untuk sekedar menanyakan apa yang bisa dibantu, sementara bisnis kita juga belum terlalu besar. Nah, ini menunjukkan bahwa jika bisnis ini bisa lebih berkembang ke depannya maka tentunya dapat bermanfaat untuk orang-orang sekitar”, pungkas Nisa.

Bagaimana Sahabat Wirausaha, menarik sekali bukan cerita perjalanan bisnis Mr. Komando ini? Semoga ada hal baik yang bisa kita ambil dari kisah di atas dan kita doakan agar bisnis Mr. Komando dapat berkembang, begitu juga dengan bisnis yang Sahabat Wirausaha geluti saat ini, sehingga dapat memberikan manfaat untuk banyak orang. Tetap semangat dan sampai bertemu di cerita inspirasi lainnya!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini.

Narasumber : Nisa Nurjanah (Founder Mr. Komando)

Jl. Golf Raya RT/RW 002/003 Kel. Cisaranten Wetan Kec. Cinambo, Jawa Barat

Instagram : Mr. Komando 

Katalog UKM Jagowan : Mr. Komando