
Halo Sahabat Wirausaha,
Pernah merasa promosi yang “kena” di sebagian pelanggan, tapi terasa kurang menggugah di sebagian lainnya? Atau heran kenapa ada konsumen yang ingin penjelasan panjang-lebar sebelum membeli, sementara yang lain langsung tanya harga lalu checkout?
Jawabannya bisa jadi bukan semata soal harga atau kualitas produk—melainkan cara kerja otak manusia. Bagi wirausaha UMKM, memahami bagaimana otak memproses informasi, menilai manfaat, dan mengambil keputusan adalah bekal penting untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
Salah satu riset yang cukup sering dibahas dalam konteks ini datang dari Dr. Daniel Amen, seorang psikiater dan peneliti otak yang menganalisis lebih dari 46.000 hasil pemindaian otak manusia. Dari sana, ia mempelajari perbedaan pola aktivitas otak laki-laki dan perempuan—bukan untuk menilai siapa yang lebih unggul, tetapi untuk memahami bagaimana cara berpikirnya berbeda.
Artikel ini akan mengajak Sahabat Wirausaha memahami:
- Perbedaan cara kerja otak laki-laki dan perempuan secara umum
- Dampaknya pada perilaku konsumen dan keputusan pembelian
- Implikasi praktis bagi strategi pemasaran UMKM di Indonesia
Otak Laki-Laki dan Perempuan: Sama Pintar, Bekerja dengan Cara Berbeda

Hal pertama yang penting ditegaskan: laki-laki dan perempuan sama-sama cerdas dan capable. Namun, menurut riset Dr. Amen, ada perbedaan pola aktivitas dan fokus kerja otak.
Secara ringkas, hasil pemindaian otak menunjukkan bahwa:
- Otak perempuan, rata-rata, memiliki aktivitas yang lebih tinggi di banyak area
- Otak laki-laki menunjukkan aktivitas lebih dominan di area tertentu yang terkait dengan visual dan koordinasi
Perbedaan ini bukan soal IQ, melainkan gaya memproses informasi dan mengambil keputusan.
Baca juga: Gaya Maksimal, Manfaat Optimal: Intip Model Tas Pria Terbaru untuk Inspirasi Bisnismu
Perbedaan Utama Cara Kerja Otak Menurut Riset Dr. Daniel Amen

1. Prefrontal Cortex: Pusat Pertimbangan dan Kontrol Diri
Area prefrontal cortex berperan dalam fokus, perencanaan, pengendalian impuls, dan pengambilan keputusan rasional.
Dalam riset Dr. Amen, otak perempuan cenderung menunjukkan aktivitas lebih tinggi di area ini. Dampaknya:
- Lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan
- Lebih banyak mempertimbangkan konsekuensi
- Lebih responsif terhadap konteks sosial dan relasi
Dalam konteks konsumen, ini bisa berarti:
“Saya mau beli, tapi ingin tahu dulu detailnya, manfaatnya, dan apakah ini benar-benar cocok buat saya.”
2. Sistem Limbik: Emosi dan Memori
Sistem limbik berkaitan dengan emosi, perasaan, dan memori jangka panjang. Aktivitas di area ini juga cenderung lebih tinggi pada otak perempuan.
Implikasinya:
- Emosi sangat berpengaruh pada cara menilai suatu produk
- Pengalaman (positif atau negatif) mudah diingat dan membekas
- Cerita, empati, dan kedekatan emosional punya peran besar
Tak heran jika banyak konsumen perempuan lebih tersentuh oleh:
- Kisah di balik produk
- Dampak sosial usaha
- Cerita UMKM yang “berjuang dari nol”
3. Area Visual dan Koordinasi
Pada otak laki-laki, aktivitas lebih dominan terlihat di area yang berkaitan dengan:
- Pemrosesan visual
- Koordinasi motorik
- Respons cepat terhadap stimulus
Secara praktis, ini sering tercermin dalam:
- Preferensi pada informasi yang ringkas dan langsung ke poin utama
- Ketertarikan pada fungsi, spesifikasi, atau hasil akhir
- Keputusan yang lebih cepat jika masalah terasa “selesai”
Dalam bahasa konsumen:
“Intinya apa? Gunanya apa? Berapa harganya?”
Dari Otak ke Perilaku Konsumen: Kenapa Cara Belinya Bisa Berbeda?

Perbedaan pola kerja otak ini kemudian memengaruhi cara konsumen merespons promosi dan mengambil keputusan pembelian.
1. Cara Memproses Informasi
- Perempuan cenderung memproses informasi secara lebih holistik: detail, konteks, emosi, dan dampak jangka panjang
- Laki-laki lebih selektif: fokus pada poin utama yang dianggap paling relevan
Artinya, promosi yang penuh cerita dan penjelasan bisa terasa menarik bagi sebagian konsumen, tapi terasa “kepanjangan” bagi yang lain.
2. Respon terhadap Promosi
- Konsumen perempuan sering merespons promosi yang:
- Mengandung cerita
- Menyentuh sisi emosional
- Memberi rasa aman dan keyakinan
- Konsumen laki-laki lebih responsif terhadap promosi yang:
- Tegas dan to the point
- Menunjukkan keunggulan utama
- Menawarkan solusi cepat
3. Proses Mengambil Keputusan
- Perempuan umumnya:
- Membutuhkan lebih banyak informasi
- Membandingkan beberapa opsi
- Menginginkan validasi (review, testimoni, rekomendasi)
- Laki-laki umumnya:
- Mengambil keputusan lebih cepat
- Lebih loyal pada merek yang dipercaya
- Kurang sensitif pada detail kecil jika fungsi utama terpenuhi
Baca juga: 10 Model Tas Wanita Terbaru Yang Bisa Jadi Inspirasi Produk
Apa Artinya bagi Strategi Pemasaran UMKM?
Sahabat Wirausaha, insight ini bukan untuk melabeli konsumen secara kaku, melainkan untuk membantu kita berkomunikasi lebih efektif.
Berikut beberapa implikasi praktis:
1. Jangan Satu Pesan untuk Semua
Jika target pasar Anda beragam:
- Kombinasikan narasi emosional dan penjelasan fungsional
- Gunakan storytelling, tapi tetap sertakan ringkasan manfaat utama
2. Perkuat Cerita dan Konteks
Untuk konsumen yang detail-oriented:
- Ceritakan latar belakang produk
- Jelaskan proses, kualitas, dan dampak
- Sertakan testimoni atau kisah pelanggan lain
Ini sangat relevan untuk UMKM yang menjual:
- Produk makanan rumahan
- Produk berbasis komunitas atau sosial
- Produk yang terkait keluarga dan gaya hidup
3. Sederhanakan Jalur Keputusan
Untuk konsumen yang ingin cepat:
- Pastikan pesan utama mudah ditangkap dalam 5–10 detik
- Jelaskan manfaat inti dan harga secara jelas
- Buat proses transaksi sesingkat mungkin
4. Bangun Rasa Aman dan Kepercayaan
Karena sebagian konsumen lebih sensitif terhadap risiko:
- Jelaskan kebijakan pengembalian
- Tampilkan testimoni nyata
- Perlihatkan bahwa bisnis Anda bisa dipercaya
Baca juga: Dari Jual Produk ke Jual Pengalaman: Strategi UMKM Menghadapi Perubahan Perilaku Konsumen
Penutup: Memahami Otak, Memahami Pasar
Sahabat Wirausaha, riset tentang otak manusia—termasuk yang dilakukan oleh Dr. Daniel Amen—mengingatkan kita bahwa keputusan membeli bukan hanya soal logika, tapi juga emosi, pengalaman, dan cara otak bekerja.
Dengan memahami bahwa:
- Ada konsumen yang butuh cerita
- Ada yang butuh kejelasan
- Ada yang butuh waktu
- Ada yang ingin serba cepat
…kita bisa merancang strategi pemasaran UMKM yang lebih empatik, lebih efektif, dan lebih manusiawi.
Karena pada akhirnya, bisnis yang bertumbuh bukan hanya yang paling murah atau paling canggih, tetapi yang paling mengerti cara berpikir konsumennya.
Semoga bermanfaat dan bisa jadi bekal baru untuk Sahabat Wirausaha mengembangkan usahanya. 🌱
Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!
Follow Instagram @ukmindonesiaid biar nggak ketinggalan informasi atau program penting seputar UMKM. Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id - yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!









