Desa Ponggok – Sahabat Wirausaha, jika bicara mengenai desa apa yang ada di benak kalian? Apakah sebuah area yang berada jauh dari perkotaan yang mayoritas penduduknya cuma tahu profesi petani? Mungkin banyak di antara kita yang berpikir begitu. Bahkan tak jarang penyebutan untuk desa identik dengan kawasan tertinggal yang jauh dari sentuhan teknologi, sehingga dihuni oleh masyarakat dengan kesejahteraan dan pendidikan rendah.

Ternyata, identitas demikian tidak berlaku untuk Ponggok. Desa yang berada di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah ini justru mampu menghapus citra negatif yang selama ini melekat pada desa. Bahkan saat ini, desa yang dilaporkan memiliki luas 77.2255 hektar itu telah menjelma sebagai salah satu desa dengan kemampuan perekonomian terbaik di Tanah Air. Apakah benar? Kalian bisa terus menyimak ulasan Desa Ponggok dalam artikel berikut ini.


Junaedi Mulyono, Sosok Pengubah Ponggok Jadi Desa Kaya

Memiliki total 1.488 jiwa, Ponggok pada awalnya memiliki sejumlah masalah yang lazim ditemukan dalam wilayah pedesaan. Mulai dari kemiskinan, infrastruktur, pendidikan hingga lapangan pekerjaan. Berbagai masalah strategis itu membuat Ponggok tak ubahnya seperti desa tertinggal lantaran penghasilan tahunannya cuma menyentuh Rp80 juta atau sekitar Rp6,6 juta per bulan. Tentu saja pendapatan per tahun yang cenderung kecil membuat Ponggok seolah tak memiliki masa depan.

Kegelisahan akan nasib Ponggok itulah yang rupanya mengetuk hati Junaedi Mulyono.

foto: NarasiTV

Pada tahun 2006, di usianya yang terbilang cukup muda untuk berstatus sebagai tokoh masyarakat, Junaedi terpilih sebagai Kepala Desa Ponggok. Berada di posisi teratas dalam kehidupan sosial Ponggok dimanfaatkan secara maksimal oleh Junaedi lewat cara menggandeng sejumlah kalangan akademisi termasuk mahasiswa dari UGM (Universitas Gadjah Mada) selama tiga tahun lamanya, untuk mencari tahu apa potensi SDA (Sumber Daya Alam) Desa Ponggok yang belum dimaksimalkan.

Baca Juga: Punya Daya Tarik Mistis, Wisata Horor Kian Diminati Wisatawan dan Hidupkan Ekonomi Warga Sekitar 

Tentu usaha ini bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena faktanya, Junaedi membutuhkan beberapa tahun sampai memutuskan potensi luar biasa Desa Ponggok pada ketersediaan sumber air (umbul) yang melimpah. Banyaknya umbul di sekitar Ponggok seperti Umbul Besuki, Umbul Sigedang-Kapilaler, Umbul Cokro, Umbul Ciblon, dan tentunya Umbul Ponggok membuat Junaedi yakin untuk menyulap Ponggok sebagai desa wisata.

Di mana demi mencapai tujuannya itu, Junaedi pada tahun 2013 mengajak seluruh pemuda desa aktif mempromosikan Desa Wisata Ponggok. Tak berhenti di situ, Junaedi juga melakukan pembelian smartphone ke seluruh perangkat desa untuk menyebarkan keindahan Ponggok. Seperti yang diduga, pemasaran lewat media sosial rupanya ampuh menyedot minat orang-orang berkunjung ke Ponggok untuk menikmati sumber-sumber air yang memikat.

Usaha Junaedi itu akhirnya menuai hasil yang sangat menggembirakan. Saat ini dilaporkan jika Ponggok dikunjungi oleh puluhan ribu wisatawan setiap minggunya, sehingga turut menaikkan penghasilan desa secara dratis. Di mana pendapatan tahunan Desa Ponggok naik sebanyak 48 kali lipat menjadi Rp3,9 miliar per tahun, seperti dilansir GNFI. Kesuksesan Ponggok ini bahkan akhirnya sampai diketahui oleh Presiden Jokowi yang dengan bangga mengenalkan Ponggok lewat media sosial.


Penghasilan Miliaran, Ponggok Utamakan Kesejahteraan Warga

Seiring dengan kunjungan wisata ke berbagai umbul yang terus meningkat, Ponggok terus memoles dirinya lewat pemanfaatan dana desa dari pemerintah pusat secara maksimal. Di mana dana desa itu dikelola oleh masyarakat Ponggok untuk melakukan pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang wisata seperti jalan desa, sanitasi, drainase, MCK hingga area parkir. Usaha itu pun tidak berkhianat karena pada tahun 2017, Desa Ponggok mencatat penghasilan fantastis hingga Rp14,2 miliar per tahun!

Dalam wawancaranya dengan Kumparan, Junaedi menegaskan kalau ada lima aset dasar yang harus dikelola sebuah desa agar bisa dianggap sejahtera. Kelima aset itu adalah SDA, SDM (Sumber Daya Manusia), sosial, infrastruktur dan finansial. Di mana menurut Junaedi, penting bagi setiap pemimpin desa untuk bisa memanfaatkan kelima aset dasar tersebut supaya masyarakatnya juga mampu meningkatkan taraf hidup.

Untuk itulah sebagai upaya berkelanjutan, Junaedi mengalokasikan dana desa yang diperoleh dari pemerintah pusat untuk pengembangan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), seperti dilansir Desa Bisa. Untuk Desa Ponggok sendiri, mereka memiliki BUMDes Tirta Mandiri yang ternyata bertugas mengelola wisata umbul  yang ada di sekitar Ponggok dan budidaya perikanan. Sekadar informasi, Desa Ponggok diketahui punya lahan potensial seluas delapan hektar yang mana lima hektar di antaranya digunakan untuk sektor perikanan.

Baca Juga: Dinobatkan Sebagai Desa Wisata Terbaik 2023, Intip Cara Desa Ketapanrame Berdayakan Potensi Pariwisata

Tak main-main, dari lima hektar lahan perikanan itu, Desa Ponggok mampu menghasilkan 0,57 (570 kilogram) ton ikan nila dalam satu hari. Tidak berhenti di ikan nila saja, masyarakat Desa Ponggok juga melakukan budidaya udang galah yang dilaporkan menghasilkan satu kuintal (100 kilogram) udang galah setiap bulannya. Selain ikan nila dan udang galah, disebutkan juga kalau warga Ponggok tengah melakukan pengembangan budidaya ikan koi dengan tujuan diversifikasi penghasilan.

Terus bergeliatnya perekonomian di Ponggok pun turut membuat BUMDes Tirta Mandiri memiliki unit usaha yang berkembang. Di mana selain sebagai pengelola wisata, sektor-sektor usaha lain juga jadi perhatian seperti kuliner, penginapan, toko-toko desa, rental mobil, catering, persewaan gedung pernikahan, resto hingga jasa EO (Event Organizer). 

Seiring dengan potensi wisata yang semakin meningkat, Desa Ponggok juga akhirnya melahirkan berbagai lembaga desa institusi lokal yang menunjang seperti Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), UPL (Unit Pengelola Lingkungan), UPS (Unit Pengelola Sosial) dan Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan). Bersama-sama dengan BUMDes Tirta Mandiri, seluruh lembaga desa yang ada memiliki tujuan besar untuk senantiasa membuat masyarakat Ponggok hidup sejahtera.

Imbas dari limpahan penghasilan yang luar biasa besar itu juga dimanfaatkan Junaedi untuk memberikan sejumlah fasilitas sosial bagi warganya. Salah satunya adalah program jangka panjang ‘satu rumah, satu sarjana’. Di mana untuk mewujudkannya, seluruh masyarakat Ponggok berhak atas beasiswa sekolah mulai dari Rp300 ribu per bulan, jaminan kesehatan desa dan tentunya asuransi kesehatan.


Destinasi-Destinasi Wisata Unggulan di Desa Ponggok

Demi menjadikan Desa Ponggok sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia, Junaedi memang bisa dibilang melakukan langkah yang sangat berani. Dirinya bahkan menggunakan strategi peningkatan kualitas wisata dan pengembangan paket wisata terintegrasi yang ternyata, sesuai dengan standar CHSE (Clean, Health, Safety, Environment), seperti dilansir Kontan. Supaya Sahabat Wirausaha makin tertarik, berikut adalah beberapa wisata unggulan di Desa Ponggok:

1. Umbul Ponggok

foto: Jadesta

Dikelola oleh BUMDes Tirta Mandiri, bisa dibilang Umbul Ponggok adalah ‘tulang punggung utama’ perekonomian Ponggok yang mengubah mereka menjadi desa kaya raya. Kolam air seluas 1.250 meter persegi dan sedalam 1,5-2,6 meter ini menawarkan keindahan dengan air luar biasa jernih yang bisa dinikmati dengan harga terjangkau, yakni mulai dari Rp10 ribu-Rp15 ribu per orang. Sahabat Wirausaha bisa melakukan aktivitas berenang, snorkeling, diving, sea walker dan berfoto di dalam air saat menikmati Umbul Ponggok.

Baca Juga: Dulu Miskin dan Tertinggal, Begini Cara Desa Sekapuk Kembangkan Ekonomi Masyarakat Hingga Jadi Desa Miliarder 

2. Umbul Sigedang-Kapilaler

Pada dasarnya, Umbul Sigedang-Kapilaler adalah dua sumber air yang berada di lokasi berbeda administratif. Di mana Umbul Sigedang di Desa Ponggok dan Umbul Kapilaler di Desa Karanglo. Hanya saja karena cuma dipisahkan seruas jalan, Umbul Sigedang-Kapilaler seolah bersatu menjadi tempat wisata unggulan. Terdapat pohon beringin besar yang jadi spot foto favorit di sumber air yang HTM (Harga Tiket Masuk)-nya cuma Rp5 ribu per orang ini.

3. Umbul Besuki

Baru saja dibuka pada 1 November 2019, Umbul Besuki berada tidak jauh dari Umbul Sigedang-Kapilaler. Dengan tingkat kedalaman hingga 1,7 meter, Umbul Besuki memiliki keistimewaan kolam yang dikelilingi hutan jati Belanda dan sungai yang berada cukup dekat. Diyakini sudah ada sejak ratusan tahun silam, konon air di Umbul Besuki ini memiliki kandungan mineral seimbang sehingga menyegarkan. Sahabat Wirausaha bisa berkunjung dengan HTM mulai dari Rp3 ribu per orang.

4. Wahana Soko Alas

Diresmikan pada 20 Desember 2022, ini adalah destinasi wisata terbaru di Desa Ponggok. Berbeda dengan umbul yang merupakan pemandian alami dan dikelola oleh BUMDes Tirta Mandiri, Wahana Soko Alas merupakan tempat wisata air buatan dengan banyak spot foto yang dikelola oleh PT Sumber Umbul Ponggok. Mengusung konsep The Art of Destination, Wahana Soko Alas menyuguhkan berbagai ilustrasi kesenian kerajinan tangan terutama kayu yang cocok untuk wisatawan keluarga.

Bagaimana Sahabat Wirausaha? Sangat menarik bukan kisah perjalanan Desa Ponggok yang bertransformasi sebagai desa wisata unggulan kaya raya? Tentu dibutuhkan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat hingga akhirnya mampu menjadikan Ponggok sejahtera seperti saat ini. Jadi, kapan kalian mau berkunjung ke Desa Ponggok di Klaten?

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM.