Cara Memulai Bisnis Laundry - Halo Sahabat Wirausaha! Sering perhatikan jika orang-orang di daerah perkotaan semakin sibuk? Sudah kerja sampai malam, pulang kena macet, sampai rumah cuma bisa tidur dan besok paginya berangkat lagi. Mereka bahkan sudah tidak punya waktu dan tenaga untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Buktinya, sejak ada layanan pengantar makanan online, kegiatan memasak di rumah sudah mulai bergeser menjadi pesan antar. Bersih-bersih rumah juga sudah bisa pesan jasa online. Pokoknya semua serba dilayani. Tak luput juga kegiatan utama yang pasti semua orang butuh yaitu cuci baju! Cuci baju adalah kegiatan yang jauh lebih memakan waktu dan tenaga daripada memasak, jadi bagi mereka yang sibuk, layanan laundry akan menjadi pilihan utama untuk penuhi kebutuhan cuci baju. .

Apakah kita salah satu yang melihat peluang bisnis ini? Mau tahu bagaimana cara memulai bisnisnya? Kalau iya, yuk kita bahas lebih dalam mengenai langkah-langkah memulai bisnis laundry dan apa saja yang perlu dipertimbangkan.


Cara Memulai Bisnis Laundry, Lakukan 7 Tips Berikut

Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin memulai bisnis laundry, ada baiknya lakukan 7 hal berikut terlebih dahulu, yaitu:

1. Riset Pasar

Sebelum menyusun rencana usaha, kita harus meneliti dulu jenis konsumen yang ingin kita incar. Misalkan, ada jenis pelanggan yang sebetulnya masih punya waktu dan tenaga untuk mencuci baju sendiri tetapi terkendala fasilitas. Konsumen jenis ini biasanya tinggal di daerah apartemen yang luasnya terbatas dan kurang mendapatkan akses sinar matahari untuk menjemur pakaian. Ada pula jenis pelanggan yang betul-betul sibuk dan terlalu lelah untuk mencuci baju sendiri dan hanya ingin “tau beres” saja perihal masalah itu.

Baca Juga: Peluang Pasar: Jasa Laundry

Kita bisa melakukan riset dengan melakukan pemantauan daerah cakupan layanan bisnis laundry. Misalnya jika tinggal di daerah dekat apartemen, kita bisa lihat siapa saja penghuni yang rata-rata tinggal di situ dan jam berapa mereka pulang kerja.

Kalau kita tinggal di daerah perumahan, kita bisa cari tahu ada berapa jumlah kosan di sekitar situ dan apakah kosan-kosan itu menyediakan layanan laundry sendiri atau tidak. Intinya kita harus cari tahu jenis pelanggan dengan jumlah terbanyak itu jenis yang seperti apa. Langkah ini penting untuk kita lakukan terlebih dahulu supaya kita tidak salah mengambil keputusan ketika melakukan tahapan berikutnya.

2. Menentukan Model Bisnis

Mengacu pada jenis pelanggan seperti apa yang akan kita layani, kita bisa menentukan model bisnisnya. Misalkan, untuk melayani jenis pelanggan yang masih punya waktu untuk mencuci sendiri tetapi terkendala fasilitas, kita bisa mengembangkan bisnis laundry yang menyediakan banyak mesin cuci untuk pelanggan gunakan sendiri. Jadi sistemnya seperti menyewakan mesin cuci.

Model bisnis yang seperti ini kelebihannya adalah kita bisa menghemat biaya tenaga kerja, tetapi sisi negatifnya adalah kita akan memerlukan biaya investasi yang cukup besar untuk membeli cukup banyak mesin cuci di awal.

Baca Juga: Memantapkan Rencana Usaha Sederhana Dengan Kanvas Model Bisnis

Untuk jenis pelanggan yang terlalu sibuk dan sudah terlalu lelah untuk mencuci baju sendiri, kita bisa tawarkan layanan laundry kiloan atau satuan yang mulai dari mencuci hingga menyetrika dikerjakan oleh pihak laundry. Di model bisnis ini kita bisa menawarkan juga jasa tambahan antar jemput cucian, jadi pelanggan betul-betul tidak perlu keluar rumah.

Kelebihan dari model ini adalah investasi yang dibutuhkan di awal tidak akan sebesar model yang sebelumnya, tetapi memang akan sangat bergantung pada tenaga kerja untuk memproses cuciannya.

3. Mengembangkan Perencanaan Model Bisnis

Di langkah ini, kita perlu membuat perencanaan yang tertulis. Ingat, tertulis lho ya! Hal ini penting karena dua alasan:

  1. Rencana yang tertulis akan mempermudah kita untuk mencapai tujuan yang ditetapkan di awal dan tetap pada koridor yang sudah direncanakan. Bila tidak ditulis, kebanyakan orang akan lupa dan jadinya hanya menjalankan usaha dengan upaya yang ala kadarnya. “Yang penting ada pemasukan” adalah kalimat yang sering diutarakan pebisnis yang akan sulit untuk mengembangkan usahanya.
  2. Dengan memiliki rencana yang tertulis dan tersusun rapi, kita bisa mengajukan ide bisnis tersebut kepada calon investor untuk mendanai bisnis. Investor biasanya akan meminta gambaran rencana yang tertulis dan terperinci agar bisa menilai apakah bisnis kita layak untuk didanai.

Jadi, apa saja yang perlu direncanakan dan ditulis?

  • Rangkuman Eksekutif:

Ini adalah rangkuman singkat yang sudah membahas semua aspek bisnis kita, mulai dari model bisnis, pelanggan, hingga potensi keuntungan. Bagian ini biasanya ditulis paling akhir setelah semua aspek selesai dirancang tetapi memang diletakkan di awal untuk calon investor yang ingin melihat secara singkat saja rencana bisnismu.

Baca Juga: Beberapa Model Ekspansi Bisnis yang Perlu Diketahui UMKM

  • Deskripsi Bisnis

Di bagian ini, kita bisa jelaskan deskripsi bisnismu secara lebih detail mulai dari bisnis laundry seperti apa yang akan kita kembangkan hingga siapa yang akan kita layani. Ada beberapa komponen yang bisa kamu tambahkan di bagian ini;

1. Value Proposition: Apa nilai yang kita tawarkan kepada konsumen. Buatlah nilai seunik mungkin agar tergambarkan kelebihan layanan kita daripada kompetitor lain.

Contoh: Menawarkan jasa laundry segala jenis pakaian dengan paket layanan lengkap tanpa perlu konsumen meninggalkan rumah.

2. Rekanan Kunci: Siapa saja yang akan dijadikan rekanan strategis oleh bisnis kita.

Contoh: Agen deterjen laundry, jasa service mesin cuci, pemasok parfum pakaian, dan lain-lain.

3. Key Resources: Peralatan dan perlengkapan apa saja yang menjadi kunci keberlangsungan bisnis kita

Contoh: Mesin cuci, meja setrika, parfum pakaian, deterjen laundry, dan lain-lain.

  • Analisa Pasar

Di sini kita perlu jelaskan secara detil mengenai potensi pasar yang akan kita ambil. Misalkan kita menargetkan jenis pelanggan yang inginnya “tau beres” tentang cucian, maka kita perlu lampirkan data seberapa banyak pelanggan potensial yang ada di area sekitar bisnis laundrymu. Lebih jauh lagi, kita juga bisa cari tahu dan jelaskan kompetitor-kompetitor potensial di sekitar bisnismu, apa saja layanan mereka, dan berapa kisaran harga layanannya. Hal ini penting sebagai bahan pertimbanganmu ketika menentukan harga layananmu sendiri.

Baca Juga: 7 Model Bisnis Social Enterprise

  • Cakupan Layanan

Berikutnya kita jelaskan layanan apa saja yang akan kita berikan kepada pelanggan-pelangganmu dan apa yang membedakan bisnismu dengan kompetitor lain.

  • Strategi Pemasaran

Lalu kita jelaskan juga bagaimana kita akan membuat calon pelangganmu tahu akan keberadaan bisnismu, membuat mereka tertarik, hingga membuat mereka menggunakan layanan bisnismu. Buatlah beberapa alternatif strategi pemasaran dan analisa potensi jangkauan yang bisa diraih melalui strategi tersebut. Bisa melalui pemasaran digital, penyebaran brosur, dan lain-lain. Ada dua komponen strategi yang perlu kita perhitungkan dan jelaskan juga di bagian ini;

1. Saluran Pemasaran: Media apa yang akan kita gunakan untuk memasarkan jasa kita

Contoh: Media sosial, brosur

2. Hubungan Konsumen: Bagaimana cara kita membina hubungan baik dengan konsumen.

Contoh: Program diskon untuk pelanggan baru, layanan antar jemput cucian, paket langganan, layanan customer service, dan sejenisnya.

  • Proyeksi Keuangan

Dan yang terakhir tetapi adalah bagian yang penting, adalah proyeksi keuangan. Dua komponen terpenting di sini adalah revenue stream dan cost structure bisnis kita.

Revenue stream adalah sumber-sumber pendapatan bisnis kita. Misalkan yang sudah pasti sumber utamanya adalah jasa mencuci pakaian, tetapi mungkin saja ada sumber lain seperti biaya jasa antar jemput cucian, atau bisa juga kita juga menjual parfum pakaian. Cost structure adalah komponen-komponen biaya kita. Apa saja yang perlu kita keluarkan untuk mengoperasikan bisnis kita.

Baca Juga: Perkembangan Model Bisnis Bagi UKM

Dengan menyusun proyeksi keuangan, kita jadi punya gambaran yang jelas tentang berapa ekspektasi pemasukan bisnis kita ke depannya dan apa saja yang kita perlukan di masa depan. Selain itu, calon investor juga akan menilai bisnismu berpotensi mencetak keuntungan atau tidak dari proyeksi keuangan ini, jadi susun sedetil dan seakurat mungkin ya!

4. Akses Modal Usaha

Langkah selanjutnya setelah menyusun rencana bisnis adalah menentukan modal usaha yang akan kita gunakan untuk mendanai inisiasi bisnismu. Ada beberapa sumber modal usaha yang bisa kita gunakan, yaitu:

  1. Modal Sendiri : Memang kita jadi perlu menabung terlebih dahulu, tetapi kita jadi bebas dari campur tangan pihak lain dan tidak memiliki beban hutang atau beban keuangan lainnya yang mungkin dikeluarkan bila menggunakan sumber pendanaan lain.
  2. Investor : Investor tentunya akan meminta imbal balik dari dana yang telah diinvestasikan di bisnismu, bisa berupa bagi hasil atau saham. kita juga akan memberikan sebagian kuasa pengelolaan bisnis kepada investor karena kita bertanggung jawab lebih untuk mencetak keuntungan bagi mereka. Tetapi, sisi positifnya adalah mereka biasanya memiliki akses relasi yang luas, sehingga kita akan dihubungkan dengan relasi-relasi strategis yang dapat membantu pertumbuhan bisnismu.
  3. Kredit Bank : kita bisa meminjam dana usaha ke bank dengan bunga. Dengan cara ini, kita bisa lebih cepat menjalankan dan mengembangkan usahamu. Tetapi sisi negatifnya, bisnismu jadi memiliki beban keuangan yang harus dibayarkan.

Untuk tau lebih detail mengenai sumber modal, bisa kita akses di sini.

5. Luncurkan dan Kembangkan Bisnismu

Setelah mendapatkan pendanaan yang cukup, dilengkapi dengan rencana yang detail, maka kita sudah siap untuk memulai bisnis laundrymu! Jangan lupa, untuk fase-fase awal ini kita perlu banyak melakukan upaya pemasaran ya. Mau sebagus apapun layananmu, semenarik apapun penawaran hargamu, bila tidak banyak yang tahu maka jadi percuma kan?

Tapi tetap jangan sepelekan juga kualitas layananmu, karena pelanggan yang puas besar kemungkinannya akan merekomendasikan bisnismu kepada teman-temannya yang lain. Jadi promosi gratis deh!

***

Itu dia 5 langkah untuk memulai bisnis laundrymu! Jangan lupa juga untuk mendaftarkan bisnismu dan melengkapi surat izin usahanya ya. Karena selain berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, kita juga akan mendapatkan akses kepada banyak pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Semoga sukses ya!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.