Belanja Masyarakat Indonesia Jelang Lebaran – Memasuki bulan Ramadhan, kebiasaan belanja masyarakat diprediksi menjadi lebih konsumtif. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Kompas merekam perilaku ini, saat lebih dari 65 persen respondennya menyatakan anggaran belanja mereka membengkak di bulan puasa. Penyebabnya beragam. Tradisi buka bersama yang selalu berakhir dengan makan di luar menjadi salah satunya. Pembelian barang-barang baru seperti baju, sepatu, dan peralatan ibadah juga berkontribusi besar. 

Perilaku konsumtif tadi jadi peluang tersendiri buat pelaku UMKM, yang harus pintar menyesuaikan strategi jualan agar penghasilan menggemuk selama Ramadhan. Untuk itu, yuk lihat data-data terbaru tentang apa saja yang dibeli konsumen Indonesia jelang Lebaran. 


Bagaimana Kebiasaan Belanja Masyarakat Selama Ramadhan?

Kurious, sebuah lembaga survei online yang berbasis di Indonesia, mengadakan jajak pendapat mengenai kebiasaan belanja masyarakat selama Ramadhan di 2023. Menurut survei yang diikuti lebih dari 900 responden ini, pengeluaran masyarakat cenderung lebih besar saat Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya. Sebanyak 84% responden menyetujui fakta ini. 

Sementara itu, lebih dari 90% diantaranya juga setuju bahwa kegiatan berbelanja keperluan hari Raya seperti setelan baru, kue lebaran, hingga peralatan ibadah baru merupakan kebiasaan yang rutin dilakukan setiap tahun. 

Terlepas dari kegiatan belanja tadi, nyatanya masyarakat juga menghabiskan porsi besar pendapatan mereka untuk berzakat selama Ramadhan. Pahala berkali lipat yang dijanjikan nyatanya berhasil membuat sebagian besar masyarakat menjadi lebih dermawan di bulan suci. Sebanyak lebih dari 68% responden mengakui hal ini. 

Selain zakat dan persiapan menyambut Hari Raya, budaya ngabuburit juga jadi salah satu pengeluaran besar di bulan suci. Pengaruh budaya ini pada perilaku konsumtif umat Islam mencapai 18 persen (Muhidin & Abdurrahman, 2017). Hal ini bukanlah tanpa alasan.  

Setelah harus menanggung rasa lapar dan haus seharian, banyak orang yang berpuasa merasa berhak memberi hadiah pada diri mereka sendiri (self-reward) kala berbuka. Tak heran jika perasaan “balas dendam” ini berbuah membengkaknya pengeluaran sehari-hari. Belakangan, hal ini ditambah pula dengan biaya ongkos kirim layanan pesan antar yang kini lazim digunakan. 

Survei yang dilakukan JakPat pada 2022, mengungkapkan bahwa sekitar 44 persen masyarakat membeli makanan di luar rumah, dengan cara takeaway (bawa pulang), pesan online, hingga makan di restoran. Hal ini terjadi baik di saat berbuka maupun sahur. Tren ini meningkat 12 persen dibanding tahun sebelumnya. 


Membeli Kue Lebaran : Sebuah Tradisi Wajib di Indonesia

Baik di pelosok daerah maupun perkotaan, menghidangkan kue Lebaran saat Lebaran sudah jadi kebiasaan mendarah daging. Jika begitu,  maka kue apa saja yang jadi favorit masyarakat untuk dihidangkan? Kapan mereka biasa membelinya? Dan cara apa saja yang jadi pilihan pembeliannya?

Menurut survei Kurious, urutan pertama kue Lebaran yang menjadi preferensi masyarakat adalah kue Nastar. Sebanyak 82 persen responden memilih kue ini. Urutan kedua diduduki oleh kue Putri Salju, yang dipilih lebih dari 56 persen responden. Sementara urutan ketiga dan keempat secara berurutan ditempati oleh camilan Kacang Tanah dan kue Kastengel, masing-masing dipilih oleh 50 dan 45 persen responden.

Sementara itu, untuk mendapatkan kue Lebaran, 57 persen responden setuju bahwa mereka lebih senang membuatnya sendiri. Di sisi lain, sebanyak 54 persen juga lebih memilih untuk membelinya di toko-toko yang menyediakan banyak opsi camilan. Lebih lanjut, sebanyak hampir 45 persen responden juga mengaku lebih senang berbelanja kue Lebaran di kerabat dekat atau tetangga yang biasanya punya reputasi citarasa kue yang sudah dikenal dekat.

Di samping kue, masyarakat juga biasanya menyiapkan makanan khas Lebaran untuk dikonsumsi bersama keluarga di hari Raya. Apa saja yang jadi favorit? Di urutan pertama dan kedua, ada Ketupat dan Opor Ayam. Dua makanan ini kelewat populer di Indonesia, dan masing-masing secara berurutan dipilih sebanyak 77 dan 74 persen responden.

Sementara itu, Rendang menempati urutan favorit ketiga, setelah dipilih oleh 50 persen responden. Di posisi keempat ada Sambal Goreng Ati yang jadi pilihan 43 persen responden dan di posisi kelima ada Lontong Sayur yang dipilih lebih dari 38 persen responden. Sama dengan kue, masyarakat juga lebih senang memasak sendiri hidangan Lebaran. Hanya 40 persen diantaranya yang mengaku membeli di luar. 


Kapan Masyarakat Berbelanja Jelang Lebaran?

Saat ditanyakan tentang waktu yang paling sering mereka jadikan patokan untuk berbelanja kue dan keperluan Lebaran, sebanyak hampir 60 persen responden menjawab “1 minggu sebelum Hari Raya”. Di waktu itu, biasanya kebanyakan masyarakat sudah menerima jatah THR dan siap menghamburkannya untuk berburu baju. Sementara itu, 10 persen responden berbelanja 3 minggu sebelum Lebaran dan sebanyak 29 persen setuju bahwa tak ada waktu khusus bagi mereka untuk berbelanja. 

Di data selanjutnya, tercatat bahwa lebih dari 65 persen responden lebih senang berbelanja langsung ke lokasi toko fisik, seperti mall dan pasar. Sementara 53 persen responden memilih untuk membelinya secara online di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia

Nah, setelah mencermati data-data di atas, tentunya Sahabat Wirausaha sudah punya bayangan sendiri tentang apa saja yang paling laris kala Ramadhan dan menjelang hari Raya. Serta kapan saja waktu yang paling tepat untuk memaksimalkan promosi dan penjualan kita. Yuk, manfaatkan data dengan baik dan bikin penjualan kita meroket tahun ini!

Jika tulisan ini bermanfaat, silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

Referensi : 

  1. Survei Online Kurious, Pengeluaran Saat Ramadhan 2023, diambil dari Databooks milik Katadata
  2. https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/ingin-untung-naik-di-bulan-puasa-pahami-dulu-3-perilaku-konsumen-saat-ramadhan