Cara Menyusun Rencana Bisnis Perlengkapan Bayi -  Sahabat Wirausaha, pertumbuhan populasi manusia akan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini bisa dilihat bahwa kebutuhan perlengkapan bayi menjadi salah satu industri yang terus berkembang. Permintaan akan produk-produk ini akan terus naik, seiring dengan pertumbuhan populasi dan perubahan tren yang ada. Maka, dari pola industri ini kita bisa merencanakan bisnis perlengkapan bayi untuk menghasilkan keuntungan, salah satunya adalah dengan menggunakan Kanvas Model Bisnis.

Pada dasarnya, Kanvas Model Bisnis atau Business Model Canvas (BMC) adalah kerangka kerja sederhana yang membantu kita memvisualisasikan elemen inti yang dibutuhkan dalam bisnis. Adapun elemen Inti tersebut mencakup total 9 (sembilan) yang terdiri dari segmen pasar, nilai keunggulan, saluran distribusi, hubungan dengan pelanggan, sumber pendapatan, sumber daya inti, aktivitas inti, kemitraan, dan struktur biaya yang dikeluarkan. 

Nantinya, elemen tersebut akan disusun dalam suatu perencanaan yang dimuat dalam 1 (satu) halaman kertas, dan berisi poin-poin untuk memulai usaha perlengkapan bayi ini. Agar lebih jelas, yuk simak caranya pada pembahasan berikut:

1. Segmen Pasar (Customer Segment)

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi siapa target pasar kita. Dalam bisnis perlengkapan bayi, segmen pelanggan kita mungkin adalah orang tua yang baru dikaruniai anak, kerabat yang ingin memberikan hadiah, atau bahkan lembaga pemerintah yang membutuhkan peralatan bayi.

Baca Juga: Business Model Canvas (BMC)

2. Nilai Keunggulan (Value Proposition)

Selanjutnya, tentukan proposisi nilai unik/nilai keunggulan dari bisnis perlengkapan bayi yang direncanakan. Apakah kita akan menawarkan produk dengan kualitas unggulan, harga yang terjangkau, atau desain yang disukai pelanggan? Tentukan apa yang akan membuat pelanggan memilih produk kita.

Misalnya, kita akan menawarkan perlengkapan bayi seperti baju/mainan bayi dengan kualitas yang terjamin (tahan lama dan aman digunakan). Selain itu, sebaiknya kita juga menyediakan produk yang terjangkau seperti peralatan makan bayi, botol susu/dot bayi hingga popok atau baby diapers.

3. Saluran Distribusi (Distribution Channels)

Kemudian, pertimbangkan bagaimana kita akan menjual produk perlengkapan bayi ini kepada pelanggan. Apakah kita akan membuka toko/gerai fisik, melayani pelanggan secara online melalui situs website/media sosial, atau justru keduanya? Bagaimana kita akan memasarkannya kepada pelanggan?

Maka, kita perlu menyesuaikannya kembali dengan target konsumen yang telah ditentukan. Jika di lingkungan sekitar kita banyak pasangan yang baru berkeluarga, maka lokasi ini sangat strategis untuk dijadikan tempat gerai atau toko fisik bagi bisnis perlengkapan bayi ini. Namun jika targetnya adalah lembaga pemerintahan atau bersifat B2B (Business to Business), sebaiknya kita juga menyiapkan toko online bisnis perlengkapan bayi ini di marketplace ataupun sosial media.

4. Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relations)

interaksi dengan pelanggan sangat penting, agar mereka merasa “aman dan nyaman” dengan bisnis perlengkapan bayi kita. Contohnya seperti fokus pada pelayanan yang mengutamakan kebutuhan pelanggan, atau lebih berorientasi pada jaminan/garansi perlengkapan bayi tersebut. 

Selain itu, bisa juga dengan program loyalitas atau sejenis membership dengan ketentuan tertentu untuk setiap pembelian produknya. Maka dari itu, pada poin ini tentukan jenis hubungan yang ingin kita bangun dengan pelanggan.

5. Sumber Pendapatan (Revenue Stream)

Setelah menjalin hubungan dengan pelanggan, identifikasi kembali sumber pendapatan utama dari bisnis perlengkapan bayi yang telah direncanakan. Apakah kita akan meraih pendapatan dari penjualan produk, biaya dari program loyalitas tadi, atau model bisnis lainnya?

Bagi pemula yang baru mencoba bisnis perlengkapan bayi ini, disarankan agar memulainya dengan konsep dropship atau reseller terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan dua model bisnis tersebut bisa berjalan dengan modal yang relatif minim, jadi kita bisa menjual produk perlengkapan bayi ini tanpa pinjaman. Selanjutnya, kita dapat memilih pemasok yang tepat kalau bisnis ini sudah cukup menghasilkan penjualan yang baik di pilar bisnis Key Partners.  

Baca Juga: Tips Membangun Usaha Perlengkapan Bayi, Ketahui 10 Produk Terlaris yang Paling Dicari Konsumen

6. Sumber Daya Inti (Key Resources)

Setelah menentukan revenue, berikutnya Identifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis perlengkapan bayi ini. Tentunya, dalam bisnis ini akan memerlukan persediaan perlengkapan bayi seperti peralatan makan, baju dan kaos kaki bayi, mainan, dan lainnya. 

Selain itu, kita juga perlu menyiapkan marketplace yang akan digunakan untuk jualan perlengkapan bayi ini, atau toko fisik di tempat yang telah ditetapkan jika ingin berjualan offline. Jangan lupa juga untuk merekrut karyawan atau tenaga kerja jika membuka toko fisiknya, supaya bisa melayani pelanggan dengan baik.

7. Aktivitas Inti (Key Activities)

Aktivitas yang akan dilakukan dalam bisnis perlengkapan bayi ini tentunya adalah menyiapkan persediaannya. Namun, aktivitas ini juga termasuk dalam produksi peralatan/baju bayi juga jika kita memang berencana memiliki manufaktur sendiri. 

Jika membuka toko fisik, maka kita perlu menyiapkan sign atau petunjuk agar orang mengetahui keberadaan lokasinya. Jika menggunakan sistem online, maka salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah dengan memasang iklan di Instagram atau Facebook Ads yang merujuk ke marketplace, untuk meningkatkan awareness produk kita terhadap pelanggan.

8. Hubungan dengan Kemitraan (Key Partners)

Kemudian, kita perlu mempertimbangkan apakah bisnis perlengkapan bayi ini perlu menjalin kemitraan dengan pihak lain. Contohnya seperti produsen perlengkapan bayi sebagai pemasok, penyedia jasa logistik untuk mendukung operasional bisnis kita, ataupun platform e-commerce. 

Pilihlah pemasok yang terpercaya dengan kualitas terjamin dan bangun kerjasama yang baik juga ya! Agar bisa saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Tentukan pemasok perlengkapan bayi yang dibutuhkan dalam bisnis kita, seperti pemasok baju bayi, mainan bayi, pangan bayi (peralatan makan;sufor) kereta bayi/stroller, dan lainnya.

9. Struktur Biaya (Cost Structure)

Terakhir, rincikan biaya-biaya yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis perlengkapan bayi kita. Hal ini meliputi biaya operasional, biaya produksi (jika ada), gaji tenaga kerja/karyawan, biaya penyewaan tempat untuk toko fisik, biaya pemasaran, dan sebagainya.

Setelah semua biaya di atas telah dirincikan, selanjutnya tentukan langkah bisnis perlengkapan bayi kita sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan. Apakah mulai dengan membuka gerai fisik secara langsung, atau buka toko online di marketplace/sosial media terlebih dahulu? Nah, coba ditentukan dari sekarang, ya!

Baca Juga: ​Produk Perlengkapan Bayi Terbaik, Begini 7 Tips Promosi Agar Laris Manis


Contoh Kanvas Model Bisnis: Perlengkapan Bayi “Babies Hues”

Setelah mempelajari 9 pilar kanvas model bisnis di atas, berikutnya kita akan mempelajari contoh suatu rencana bisnis perlengkapan bayi yang telah diterapkan dalam model kanvas model bisnis sebagai berikut:

Nah Sahabat Wirausaha, setelah kita mengisi setiap elemen dalam Kanvas Model Bisnis di atas, kita akan memiliki pkitangan yang lebih jelas tentang bagaimana bisnis kita akan beroperasi. Selanjutnya, kita dapat menyusun rencana bisnis yang lebih rinci, termasuk proyeksi keuangan, strategi pemasaran, dan rencana operasional. 

Namun, perlu diingat juga bahwa bisnis perlengkapan bayi adalah industri yang kompetitif, jadi penting untuk melakukan riset pasar yang mendalam dan memahami persaingan kita. Melalui rencana bisnis yang mantap dan fokus pada kebutuhan pelanggan, kita dapat membangun bisnis perlengkapan bayi yang mampu bersaing secara industri. Semangat mencoba, ya!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan bagikan atau share kepada teman dekat atau kerabat kita. Jangan lupa juga untuk like dan berikan komentar pada artikel ini ya, Sahabat Wirausaha.

Referensi : Sirclo, Daya, Koinworks