UKM Indonesia

Karakteristik Kemasan Produk


"Jangan terima jika kemasan rusak". Pernah membaca yang seperti itu di sebuah kemasan?

Mungkin sebagian dari kita pernah melihatnya. Kemasan yang ditemukan dalam keadaan rusak memang sebaiknya tidak diterima dan harus dikembalikan kepada penjualnya. Tapi sebenarnya, apa sih itu kemasan? Apa saja macam-macam kemasan dan mengapa diperlukan? Dan bagaimana sih ciri kemasan yang baik? Yuk sama-sama kita simak.

Baca Juga: Pembiayaan Ultra Mikro

Menurut Klimchuk dan Krasovec (2006), kemasan adalah pembungkus produk yang didesain kreatif, yakni dengan memadukan bentuk, warna, dan seni tulisan yang dilengkapi informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan umumnya digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, menyimpan, dan membedakan satu produk dengan produk lainnya.

Baca Juga: Mengenal Ragam Standar Global Kemasan dan Label


Fungsi kemasan

Kemasan memiliki beberapa fungsi atau peran, diantaranya terbagi menjadi 4 fungsi.

1. Sebagai pelindung

Dengan kemasan, produk kita dapat terlindung/tercegah dari benturan, gesekan, kotoran, dan benda-benda asing lainnya. Pada produk makanan, kemasan juga bisa digunakan untuk memperpanjang umur simpan, karena menghindarkan makanan dari kontaminasi bakteri dan serangga yang seringkali menyebabkan produk membusuk.

2. Sebagai alat promosi

Pada kemasan, biasanya dicantumkan deskripsi (penjelasan) mengenai produk, daftar komposisi bahan penyusunnya (umumnya pada produk makanan dan minuman), keunggulan dan keuntungan produk, serta slogan-slogan yang berisi pesan promosi sebagai bentuk dari branding produk. Oleh karenanya, desain dan tampilan kemasan menjadi sangat penting untuk marketing. Semakin menarik kemasan sebuah produk kita dimata konsumen, maka akan semakin besar kemungkinan konsumen tertarik untuk membeli produk kita. Kesan pertama itu penting. Setuju?

Baca Juga: Pengendalian Produksi

3. Menyampaikan informasi

Selain tentang identitas produk, kemasan juga dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan informasi seperti petunjuk untuk membuka produk, petunjuk persiapan, penggunaan dan penyajian, petunjuk penyimpanan dan pembuangan, daftar kandungan gizi, informasi masa daya tahan produk (kedaluwarsa), hingga informasi kontak layanan konsumen. Kemasan juga menjadi sarana untuk menyampaikan informasi kelengkapan legalitas yang dimiliki suatu produk seperti nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk produk pangan yang diproduksi skala rumahan, lebih lanjut mengenai PIRT dilihat disini.

4. Mempermudah produsen, konsumen, dan distributor

Dengan dijualnya produk dalam bentuk kemasan, tentu saja konsumen dan distributor merasakan kemudahan. Misalnya, bagi para penikmat kopi, dengan dijualnya produk kopi dalam bentuk kemasan langsung minum, mereka tidak perlu lagi repot-repot menyeduh kopi. Pun jika mereka harus menyeduh kopi, sudah ada kopi sachet beserta gula dan kremernya dalam porsi yang pas, jadi tak perlu lagi menakar-nakar berapa banyak gula dan kremer yang dibutuhkan. Untuk produsen, mereka dapat membuat produk yang pas porsinya sesuai kebutuhan konsumen dalam satuan kemasan. Sementara bagi distributor, kemasan mempermudah mereka untuk menyimpan dan mendistribusikan produknya ke para pedagang yang merupakan langganan setianya.

Baca Juga: Tips Memulai Bisnis Dengan Modal Minim


Jenis-jenis kemasan

Jenis kemasan yang beredar hingga kini sangatlah beragam. Namun kali ini kita membahas mengenai kemasan yang digolongkan berdasarkan frekuensi pemakaiannya (banyaknya kemasan bisa dipakai). Kemasan menurut frekuensi pemakaiannya dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Kemasan sekali pakai (Disposable)

Kemasan sekali pakai adalah kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai atau setelah produk habis dikonsumsi. Contohnya bungkus plastik roti, bungkus permen, bungkus wafer, bungkus daun, dan sebagainya.

Baca juga: Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik

2. Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip)

Kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen setelah produk selesai digunakan, namun dikumpulkan kemasannya dan dikirimkan kembali pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap yang biasanya berasal dari bahan kaca.

3. Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable)

Meski produk sudah habis, kemasan ini biasanya masih digunakan kembali dalam kehidupan sehari-hari oleh konsumen sebagai wadah atau kepentingan rumah tangga lainnya. Biasanya kemasan jenis ini dapat bertahan lama dan mudah dibersihkan. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol.

Baca Juga: Cara Mengoptimalkan Kinerja Reseller


Karakteristik kemasan yang baik

Ada begitu banyak yang merumuskan kriteria kemasan yang baik. Secara umum, tentu kemasan yang baik adalah kemasan yang dapat memenuhi fungsinya dengan baik. Berikut adalah ciri-ciri kemasan yang baik menurut prinsip AIDAS.

1. Attention (Menarik Perhatian)

Kriteria ini berkaitan dengan fungsi kemasan nomor 2 seperti yang telah dijelaskan diatas, yakni sebagai alat promosi untuk meningkatkan minat dan penjualan produk. Tentu saja ini berawal dari kemasan yang menarik perhatian calon pembeli ketika dilihat sekilas.

2. Interest (Ketertarikan)

Masih berkaitan dengan prinsip menarik perhatian, kemasan harus dibuat sedemikian rupa sehingga calon pembeli yang tadinya hanya sekilas melihat, tertarik untuk lebih dekat dan lebih dalam mengetahui produk tersebut.

3. Desire (Hasrat)

Setelah calon pembeli melihat lebih dekat produk tersebut, tentu yang diharapkan adalah timbulnya hasrat/keinginan calon pembeli untuk memiliki produk tersebut.

Baca Juga: Mengidentifikasi Peta Persaingan Supaya Bisnis Tetap Unggul

4. Action (Tindakan)

Ini adalah prinsip yang sangat penting dalam strategi pemasaran produk. Kemasan dikatakan berhasil adalah ketika dapat mendorong calon pembeli pada akhirnya untuk membeli produk tersebut.

5. Satisfaction (Kepuasan)

Prinsip inilah yang menentukan apakah pembeli mau tetap membeli produk tersebut atau tidak di kemudian harinya. Oleh karenanya, kemasan tidak hanya harus menarik, namun juga harus menggambarkan isi produk dengan sebenar-benarnya, sehingga pembeli tidak kecewa ketika membuka kemasan.

Setelah mengetahui penjabaran diatas, kita jadi tahu bahwa kemasan ternyata perannya tidak sesederhana yang kita pikirkan. Kemasan memiliki fungsi yang sangat penting, dari memancing perhatian, mengundang ketertarikan, memacu hasrat membeli, membuat orang membeli, sampai memunculkan rasa puas yang membuat pembeli kembali untuk membeli lagi dan menjadi pelanggan. Dalam proses pembuatannya, diperlukan perasaan, pikiran, dan kreatifitas dalam menetukan kombinasi warna, gambar, bentuk huruf (font), kata-kata tagline, dan penyajian informasi produk lainnya. Tidak mudah memang, tapi kalau kata pakar kemasan, “ketika kita sudah benar dalam membuat kemasan, suatu produk akan mampu menjual dirinya sendiri”. Yuk pelan-pelan kita perbaiki kemasan!

Baca Juga: Mengenal Istilah Kapasitas Produksi

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. http://kemasanprimer.com
  2. http://www.trendingpackaging.com
  3. https://www.wisklik.com

Sumber Foto: Fancycrave.com from Pexels

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: