Sumber foto: magnific.com
Bunga kredit usaha komersial di bank umumnya sekitar 19–22% efektif per tahun, atau sekitar 3–4 kali bunga KUR yang 6–9% per tahun. Kupedes BRI untuk modal kerja berbunga mulai 19,5% per tahun, sedangkan Kredit Usaha Mikro (KUM) Mandiri berbunga 0,87–0,90% flat per bulan, yang menurut Mandiri setara 18,85–19,49% efektif per tahun. Untuk pinjaman Rp100 juta selama 3 tahun, total bunganya sekitar Rp31–38 juta, dibanding sekitar Rp9,5 juta untuk KUR.
| Produk | 12 bulan | 24 bulan | 36 bulan | 60 bulan |
| KUR (6% efektif) | 8.606.643 | 4.432.061 | 3.042.194 | 1.933.280* |
| KUM Mandiri, Kawan Lama (0,87% flat) | 9.203.333 | 5.036.667 | 3.647.778 | 2.536.667 |
| KUM Mandiri, Top Up (0,90% flat) | 9.233.333 | 5.066.667 | 3.677.778 | 2.566.667 |
| Kupedes BRI (19,5% anuitas) | 9.239.537 | 5.065.188 | 3.690.931 | 2.621.645 |
| Kupedes BRI (22,25% anuitas) | 9.371.474 | 5.200.169 | 3.831.991 | 2.776.124 |
Jadi untuk pinjaman Rp100 juta tenor 36 bulan, total bunga sampai lunas: KUR sekitar Rp9,5 juta, KUM Mandiri sekitar Rp31,3–32,4 juta, dan Kupedes BRI sekitar Rp32,9–38 juta. Artinya, dengan kredit komersial kamu membayar bunga sekitar Rp22–28 juta lebih banyak, atau 3–4 kali lipat bunga KUR.
*Tenor 60 bulan untuk KUR hanya berlaku bagi kredit investasi.
Simulasi dihitung berdasarkan bunga di halaman resmi KUM Mandiri dan dokumen Ringkasan Informasi Produk (RIPLAY) Kupedes Modal Kerja BRI, per Oktober 2026. Untuk Kupedes, 19,5% adalah bunga terendah dan 22,25% adalah contoh bunga program dalam dokumen BRI. Bunga riil ditentukan bank sesuai profil peminjam. Belum termasuk biaya provisi, administrasi, pengikatan agunan, dan asuransi.
Baca Juga: Tabel KUR BRI 2026: Cicilan Rp5–100 Juta, Bunga 6%
Apa Bedanya Kredit Komersial dan KUR?
Kredit usaha komersial adalah pinjaman usaha biasa dari bank, tanpa subsidi pemerintah. KUR juga disalurkan oleh bank, tapi pemerintah menanggung sebagian bunganya, sehingga bunga yang dibayar peminjam hanya 6–9% per tahun (3% untuk KUR Super Mikro).
Selain bunga, ada tiga perbedaan penting.
Pertama, agunan. Bank dilarang meminta agunan tambahan untuk KUR sampai Rp100 juta. Kupedes Modal Kerja mensyaratkan agunan tanah, bangunan, atau kendaraan bermotor, sedangkan KUM Mandiri meminta agunan berupa objek yang dibiayai dan aset tetap, termasuk tanah, bangunan, atau kendaraan untuk limit tertentu.
Kedua, syarat penerima. KUR hanya untuk usaha yang sudah berjalan minimal 6 bulan, punya NIB atau surat keterangan usaha, dan belum pernah menerima kredit komersial untuk usaha. Kredit komersial justru meminta pengalaman usaha lebih lama: Kupedes minimal 1 tahun dan wajib NPWP, sedangkan KUM minimal 2 tahun di lokasi dan bidang usaha yang sama. KUM juga hanya ditawarkan kepada kategori nasabah tertentu, seperti debitur KUM aktif, debitur KUR aktif, atau nasabah yang pernah melunasi KUR atau KUM di Mandiri.
Ketiga, biaya di luar bunga. Kredit komersial punya biaya tambahan yang dikenakan saat akad, di luar cicilan bulanan:
- Kupedes Modal Kerja: provisi atau biaya persetujuan kredit maksimal 1% dari plafon (Rp1 juta untuk pinjaman Rp100 juta), biaya administrasi mulai Rp100.000, dan biaya notaris untuk mengikat agunan.
- KUM Mandiri: biaya layanan 0,5–1% dari limit tergantung besar pinjaman, ditambah provisi 0,5% (Rp500 ribu untuk pinjaman Rp100 juta).
Perhatikan juga denda pelunasan lebih awal. Ini berbeda dengan denda keterlambatan. Jika Kupedes Modal Kerja dilunasi sekaligus sebelum tenornya habis, BRI mengenakan denda sebesar tiga kali cicilan bulanan, karena bank kehilangan pendapatan bunga yang sudah diperhitungkan untuk sisa masa pinjaman. Pada pinjaman Rp100 juta tenor 36 bulan, dendanya sekitar Rp11 juta. Jadi kalau berencana melunasi lebih cepat, hitung dulu apakah bunga yang dihemat lebih besar daripada dendanya.
Kenapa "1% per Bulan" Tidak Lebih Murah dari "6% per Tahun"
Bank sering menyebut bunga kredit komersial dalam bentuk flat per bulan, misalnya 1% per bulan. Sekilas, angka itu terdengar setara 12% per tahun, atau sekitar dua kali bunga KUR. Kenyataannya jauh lebih mahal.
Bunga flat dihitung dari pokok pinjaman awal setiap bulan, meski utangmu terus berkurang. Pada pinjaman Rp100 juta dengan bunga 1% flat, kamu membayar bunga Rp1 juta setiap bulan sampai lunas, termasuk di bulan terakhir saat sisa utangmu tinggal sedikit. Bunga KUR dihitung secara efektif, yaitu dari sisa pokok yang makin kecil.
Kalau dikonversi ke cara hitung yang sama, bunga 1% flat per bulan setara sekitar 21% efektif per tahun, atau sekitar 3,5 kali bunga KUR. Mandiri sendiri mencantumkan bahwa bunga KUM 0,90% flat per bulan setara 19,49% efektif per tahun. Patokan praktisnya: kalikan bunga flat per bulan dengan sekitar 21 untuk mendapat perkiraan bunga efektif per tahun.
Saat membandingkan tawaran pinjaman, mintalah bank menyebutkan bunga efektif per tahun dan total biaya selama masa pinjaman, bukan hanya cicilan bulanan.
Cara Menghitung Cicilan untuk Nominal Lain
Kalikan jumlah pinjaman (dalam juta rupiah) dengan angka berikut. Angka di tabel ini adalah cicilan per bulan untuk setiap Rp1 juta pinjaman.
| Produk | 12 bulan | 24 bulan | 36 bulan | 60 bulan |
| KUR (6% efektif) | 86.066 | 44.321 | 30.422 | 19.333 |
| KUM Mandiri (0,87% flat) | 92.033 | 50.367 | 36.478 | 25.367 |
| KUM Mandiri (0,90% flat) | 92.333 | 50.667 | 36.778 | 25.667 |
| Kupedes BRI (19,5% anuitas) | 92.395 | 50.652 | 36.909 | 26.216 |
| Kupedes BRI (22,25% anuitas) | 93.715 | 52.002 | 38.320 | 27.761 |
Contoh: pinjaman Rp50 juta tenor 24 bulan dengan bunga Kupedes 19,5% berarti 50 × Rp50.652 = sekitar Rp2.532.600 per bulan.
Sebelum Mengambil Kredit Komersial, Cek Tiga Hal Ini
Apakah kamu masih memenuhi syarat KUR? Banyak pelaku usaha langsung mengajukan kredit komersial tanpa mencoba KUR. Kalau usahamu sudah berjalan minimal 6 bulan dan punya NIB, kemungkinan besar kamu masih bisa mengakses pinjaman dengan bunga sekitar sepertiga dari kredit komersial.
Pedagang yang sudah dua kali KUR Mikro masih bisa ke KUR Kecil. Untuk usaha perdagangan non-ekspor, batas dua kali akad hanya berlaku untuk KUR Mikro. KUR Kecil (di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta) tidak dibatasi frekuensinya, hanya akumulasi pinjaman maksimal Rp500 juta. Bunganya naik bertahap sampai maksimal 9%, tapi tetap jauh di bawah kredit komersial.
Kredit komersial bisa menutup pintu KUR. Salah satu syarat KUR adalah belum pernah menerima kredit komersial untuk usaha. Jadi sekali mengambil Kupedes, KUM, atau kredit usaha komersial lain, kamu bisa kehilangan akses ke KUR di kemudian hari.
Pengecualiannya, kredit konsumsi rumah tangga, pinjaman online, dan kredit ultra mikro sampai Rp20 juta tidak menghalangi pengajuan KUR. Untuk kebutuhan kecil, Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dari pemerintah dengan plafon sampai Rp20 juta bisa jadi alternatif yang tidak menutup pintu KUR.
Baca Juga: Cara Mengajukan KUR untuk UMKM: Syarat, Proses, dan Tips Agar Disetujui
Kapan Kredit Komersial Masuk Akal?
Kredit komersial tetap punya tempat. Pilihan ini wajar dipertimbangkan jika:
- Kamu sudah pernah menerima kredit komersial, sehingga KUR memang tidak lagi tersedia.
- Usahamu perdagangan non-ekspor, sudah dua kali KUR Mikro, dan kebutuhanmu di bawah Rp100 juta, sehingga terlalu kecil untuk KUR Kecil.
- Akumulasi KUR-mu sudah mencapai batas Rp500 juta.
- Pengajuan KUR-mu ditolak, dan kebutuhan modalnya tidak bisa ditunda.
Apa pun alasannya, pastikan keuntungan dari penggunaan dana lebih besar daripada biaya pinjamannya. Kalau bunga efektifnya 20% per tahun, usaha yang dibiayai harus menghasilkan tambahan laba lebih dari itu supaya pinjaman benar-benar menguntungkan.
Tanyakan juga program khusus untuk nasabah lama. KUM Mandiri, misalnya, membedakan bunga per kategori nasabah: 0,87% flat per bulan untuk nasabah yang pernah melunasi KUR atau KUM di Mandiri, dan 0,90% untuk debitur KUM yang menambah pinjaman. Riwayat kredit yang baik bisa berarti biaya yang lebih murah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa bunga pinjaman komersial BRI 2026?
Kupedes BRI untuk modal kerja berbunga mulai 19,5% per tahun dengan perhitungan anuitas, dan mensyaratkan agunan tanah, bangunan, atau kendaraan bermotor. Dalam contoh simulasi di dokumen BRI, bunga program yang berlaku adalah 22,25% per tahun.
Lebih murah KUR atau Kupedes?
KUR jauh lebih murah. Bunga KUR 6–9% per tahun, sedangkan Kupedes mulai 19,5% per tahun. Untuk pinjaman Rp100 juta selama 3 tahun, selisih total bunganya sekitar Rp23–28 juta.
Apakah setelah mengambil Kupedes masih bisa mengajukan KUR?
Umumnya tidak, karena salah satu syarat KUR adalah belum pernah menerima kredit komersial untuk usaha.
Apakah kredit komersial wajib pakai agunan?
Umumnya ya. Kupedes Modal Kerja mensyaratkan agunan tanah, bangunan, atau kendaraan bermotor, sedangkan KUM Mandiri meminta agunan berupa objek yang dibiayai dan aset tetap. Ketentuan detailnya bisa berbeda sesuai limit pinjaman.
Bandingkan dengan Satu Ukuran yang Sama
Kredit komersial bukan pilihan yang salah, tapi biayanya sekitar 3–4 kali KUR dan bisa menutup akses KUR di kemudian hari. Sebelum menandatangani akad, pastikan dulu apakah KUR masih terbuka untukmu. Kalau memang harus memilih kredit komersial, bandingkan tawaran dari beberapa bank dengan satu ukuran yang sama, yaitu bunga efektif per tahun dan total biaya selama masa pinjaman.
Ilmu dan informasi yang bermanfaat layak untuk terus bergerak. Yuk, bantu kami sebarkan kepada sesama pelaku usaha yang mungkin sedang membutuhkannya.
Kamu juga bisa berkontribusi lebih jauh dengan mendukung keberlanjutan konten edukatif ini melalui fitur Dukung Kami di bawah artikel ini.
Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin tumbuh dalam komunitas yang saling menguatkan, bergabunglah di ukmindonesia.id/registrasi. Tempat para pelaku UMKM belajar bersama dan naik kelas.
Daftar Referensi:
- Bank Mandiri: Kredit Usaha Mikro (KUM)
- BRI: Kupedes
- BRI: Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) Kupedes Modal Kerja
- Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR (teks lengkap, DDTC)
- Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu: Pembiayaan UMi (Ultra Mikro)
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.









