UKM Indonesia

​Menawarkan Produk/Jasa ke Perusahaan Melalui LinkedIn


Digital technology internet play display contact

Sahabat Wirausaha, pasti sudah familiar dengan LinkedIn. Ya, siapa yang tidak tahu LinkedIn? Salah satu media sosial yang sering digunakan profesional untuk terhubung dengan profesional lainnya di sesama bidang maupun lintas bidang. Entah untuk bertukar hasil pekerjaan dan pendapat secara profesional, ataupun untuk mencari pekerjaan. Namun, pernahkah Sahabat Wirausaha berpikir untuk menggunakan LinkedIn sebagai sarana untuk menawarkan produk/jasa dan mendapatkan calon klien potensial? Hmm, menarik bukan?

Dilansir dari Businessnewsdaily.com, survei Sprout Social mengatakan B2B marketing di LinkedIn menghasilkan rata-rata 277% lebih banyak prospek penjualan daripada pemasar yang terlibat dalam pemasaran Facebook saja. Pemasar B2B yang disurvei juga mengatakan bahwa LinkedIn bertanggung jawab atas 80% prospek media sosial mereka. Meskipun image Linkedin terkait erat dengan media sosial yang sering digunakan oleh profesional dan para pencari kerja, namun pada dasarnya cara kerja LinkedIn sama seperti platform media sosial lainnya yaitu menghubungkan para penggunanya secara digital. Dengan kata lain, Sahabat Wirausaha dapat terhubung ke berjuta pengguna lainnya, seperti profesional dan perusahaan, dan menggunakan LinkedIn sebagai sarana marketing untuk membangun brand dan meningkatkan penjualan. Nah, apakah Sahabat Wirausaha tertarik untuk menggunakan LinkedIn sebagai sarana marketing? Yuk, kita simak bagaimana Sahabat Wirausaha dapat memanfaatkan LinkedIn sebagai media untuk promosi bisnis.

Baca Juga: Mengemas Narasi yang Efektif Optimalkan Strategi Direct Response Marketing


Membuat LinkedIn Business Page

Sahabat Wirausaha, membuat Linkedin Business Page atau halaman bisnis di LinkedIn sama pentingnya dengan membuat website atau page di sosial media lainnya. Page ini bertujuan untuk “mempresentasikan” usaha/bisnis yang Sahabat Wirausaha miliki. Untuk membuat page ini, Sahabat Wirausaha hanya membutuhkan nama atau brand usaha dan email, namun sebelum itu Sahabat Wirausaha harus memiliki akun LinkedIn terlebih dahulu. Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat page/halaman di LinkedIn :

1. Log in ke akun LinkedIn Sahabat Wirausaha melalui website LinkedIn. Lalu, pada halaman homepage, Sahabat Wirausaha klik pada ikon kerja/work di pojok kanan atas.

2. Setelah klik pada ikon kerja di pojok kanan atas, akan muncul menu seperti gambar di bawah ini. Scroll ke bawah hingga menemukan opsi “Buat Halaman Perushaan” atau “Create a Company Page” (Jika setting website LinkedIn menggunakan bahasa inggris).

Baca Juga: Soft Selling, Hard Selling

3. Akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Sahabat Wirausaha dapat memilih jenis page/halaman yang sesuai dengan tipe bisnis yang dijalankan. Terdapat empat tipe halaman yaitu small business/usaha kecil (karyawan kurang dari 200 orang), usaha menengah hingga besar (karyawan lebih dari 200 orang), halaman showcase, dan lembaga pendidikan.

4. Lalu, Sahabat Wirausaha dapat melanjutkan dengan mengisi identitas halaman yang berisi informasi mengenai bisnis Sahabat Wirausaha.

5. Setelah Sahabat Wirausaha mengisi seluruh informasi mengenai bisnis yang dijalankan, jangan lupa untuk mengklik kotak verifikasi pada bagian bawah sebelum mengklik opsi “Buat halaman”. Kotak verifikasi ini bertujuan untuk mengkonfirmasi bahwa Sahabat Wirausaha merupakan perwakilan organisasi dan berhak untuk mengelola halaman tersebut.

Baca Juga: Satisfaction Rate

6. Sahabat Wirausaha mungkin akan menerima pesan eror jika halaman perusahaan yang dibuat tidak memenuhi persyaratan/ketentuan, yaitu memiliki usaha yang “sah” dan email perusahaan. Permintaan halaman juga akan ditolak jika Sahabat Wirausaha telah memenuhi limit batas pembuatan halaman. Namun, Jika tidak mendapatkan pesan eror, Sahabat Wirausaha dapat langsung melakukan kustomisasi halaman.

  1. Gunakan foto profil untuk meningkatkan kredibilitas brand usaha.
  2. Tambahkan tagar/hashtags dan hubungkan halaman bisnis di LinkedIn dengan media sosial lainnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan keterlibatan komunitas bisnis di berbagai palatform media sosial. Pilih setidaknya tiga tagar yang biasa digunakan di industri atau yang akan digunakan audiens target pasar untuk mencari dan menemukan brand Sahabat Wirausaha.
  3. Sahabat Wirausaha dapat menambahkan tombol CTA, seperti kunjungi website, learn more, follow, register, atau sign up untuk meningkatkan interaksi dengan customer potensial.

Pemasaran B2B Melalui LinkedIn

Sahabat Wirausaha terdapat dua strategi yang bisa kita gunakan untuk pemasaran melalui LinkedIn, yaitu passive marketing dan proactive marketing. Passive marketing dapat dilakukan dengan membangun reputasi di media sosial dengan menjaga profil dan halamn LinkedIn tetap aktif. Hal ini bertujuan untuk membangun dan menjaga reputasi serta kredibilitas brand bisnis dan pemilik usaha. Tidak harus dengan posting konten menarik, Sahabat Wirausaha juga dapat like, komen, dan share postingan pengguna LinkedIn yang terhubung dengan akun kita. Dengan ini, Sahabat Wirausaha juga dapat membangun koneksi di Industri bisnis yang dijalankan. Koneksi yang luas dapat meningkatkan kemungkinan untuk meraih potensial customer. Selain melakukan passive marketing, Sahabat Wirausaha juga harus melakukan proactive marketing untuk memenuhi target jangka pendek, seperti mendapatkan inquiry penawaran dan penjualan

Proactive marketing memerlukan Sahabat Wirausaha untuk secara aktif berburu dan mempromosikan bisnis di LinkedIn. Seperti strategi Social Media Marketing lainnya, Sahabat Wirausaha dapat memulai dengan mengidentifikasi demografi audiens target Anda. Hal ini bertujuan untuk membangun brand awareness sehingga membantu calon customer menemukan produk atau layanan yang bisnis kita tawarkan. Selain itu, hal ini juga membuka peluang interaksi dengan calon klien.

Baca Juga: Apa itu Reach?


Tips Proactive Marketing di LinkedIn

  1. Join grup - Berpartisipasi dalam grup dan diskusi membantu Sahabat Wirausaha untuk hubungan dan kredibilitas. Join grup adalah cara yang bagus untuk mendapatkan lebih banyak koneksi, menunjukkan keahlian kita, dan menawarkan bantuan kepada orang lain. Sahabat Wirausaha juga dapat menemukan kiat dan sumber daya untuk bisnis.
  2. Membuat grup sendiri – Sahabat Wirausaha juga dapat membuat grup sendiri untuk membangun komunitas untuk bisnis yang dijalankan. Undang koneksi kita untuk tergabung ke dalam grup.
  3. Terhubung dengan potensial customer secara strategis – Sahabat Wirausaha dapat memulai terhubung dengan pengguna yang dikenal. Lalu, jangkau pengguna dengan pengalaman di industri yang sama dan pengguna lain yang menjadi target customer. Saat menjangkau orang-orang di LinkedIn, tambahkan pesan yang dipersonalisasikan, jelaskan mengapa kita ingin terhubung. Jaga hubungan baik dengan sesama pengguna yang saling terhubung dengan berinteraksi secara aktif dengan mereka. Kunci untuk koneksi yang baik adalah fokus pada bagaimana kita dapat membantu mereka, bukan sebaliknya.
  4. Membuat konten yang menarik - Optimalkan postingan konten dengan headline/judul yang menarik, kata kunci yang relevan, dan konten visual untuk mendapatkan perhatian pembaca, meningkatkan visibilitas online, dan meningkatkan keterlibatan audiens. Lebih penting lagi, tanggapi komentar dengan cepat agar pembaca tetap terlibat. Sahabat Wirausaha dapat mengunggah blog terbaru, peluncuran produk, berita industri yang relevan, atau apa pun yang menawarkan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh prospek dan akan menarik bagi customer dan target klien.
  5. Posting di waktu yang tepat - Tidak peduli seberapa bagus kontennya, semua upaya kita akan sia-sia jika tidak adanya interaksi dengan target audiens kita. Oleh karena itu, penting mengatur waktu untuk memposting konten. Bagi B2B bisnis, hari terbaik untuk posting konten adalah pertengahan minggu. Namun, karena setiap bisnis berbeda, Sahabat Wirausaha dapat menemukan waktu yang terbaik untuk audiens dengan bantuan alat analitik.
  6. Menampilkan testimoni - menampilkan testimonial dan rekomendasi dari pengguna LinkedIn lainnya mendorong orang lain untuk mempertimbangkan bisnis Sahabat Wirausaha.
  7. Analisis kinerja strategi pemasaran – Hal ini diperlukan untuk menilai apakah strategi dan langkah-langkah yang telah dilakukan untuk pemasaran melalui LinkedIn merupakan pilihan tepat untuk bisnis Sahabat Wirausaha. Untuk menilai apakah strategi yang digunakan tepat, Sahabat Wirausaha dapat mempertimbangkan dari segi engagement, inquiry, penjualan, dsb.
Baca Juga: Search Engine Optimization (SEO)


Iklan Bisnis di LinkedIn

LinkedIn juga menawarkan layanan iklan yang dapat diakses oleh pengguna LinkedIn. Dengan biaya per prospek 28% lebih rendah daripada di Google AdWords, membuat LinkedIn menjadi salah satu platform pilihan untuk mengiklankan produk/layanan. Selain itu, Sahabat Wirausaha juga memiliki kendali penuh dengan menentukan anggaran dan sasaran

  • Pilih tujuan iklan - apakah itu untuk brand awareness, pertimbangan (kunjungan website, engagement, video views), atau konversi (lead generation, konversi website, job applicants).
  • Targetkan audiens yang tepat - LinkedIn memungkinkan bisnis untuk menyaring target audiens kita berdasarkan lokasi, perusahaan, industri, usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman, jabatan, dan banyak lagi. Hal ini mengarah ke keterlibatan yang lebih tinggi dan memungkinkan iklan menjadi lebih efektif, sehingga mencapai tingkat konversi yang lebih tinggi.
  • Pilih format iklan yang tepat – format yang dimaksud adalah konten bersponsor, iklan pesan, iklan dinamis, dan iklan teks. Pastikan pesan yang disampaikan singkat dan langsung ke intinya. Berikan informasi penting sebelum target iklan kita merasa terganggu atau bosan.
  • Jadikan iklan menonjol - Tujuan dari iklan adalah menarik perhatian pembaca. Menyoroti statistik dan kutipan yang patut diperhatikan adalah cara yang bagus untuk memikat audiens.
  • Tetapkan anggaran dan timeline iklan – Sahabat Wirausaha dapat mengatur detail tentang kampanye iklan, seperti anggaran harian, tanggal mulai dan berakhir, total pengeluaran iklan, dll.
  • Uji variasi kampanye – Biasanya kampanye iklan dianalisis untuk melihat apakah iklan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang tepat. Seringkali kita harus mengubah iklan dengan beberapa variasi untuk menentukan mana bentuk dan jenis iklan yang tepat.

Sahabat Wirausaha, memasarkan dan menawarkan produk/layanan melalui LinkedIn tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Yang kita butuhkan hanya memiliki akun dan halaman perusahaan di LinkedIn. Sahabat Wirausaha dapat mengkombinasikan strategi marketing pasif dan proaktif untuk memenuhi target jangka pendek (penawaran produk/layanan dan penjualan) dan panjang (membangun hubungan jangka panjang dengan customer potensial maupun supplier). Selain itu, Sahabat Wirausaha juga dapat mempertimbangkan untuk memasang iklan di LinkedIn untuk memperkenalkan produk/layanan ke target pasar secara lebih luas.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. Businessnewsdaily.com
  2. Linkedin.com
Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: