UKM Indonesia

​Ada Cuan di Balik Bisnis Sepeda


https://www.rei.com/dam/content_022717_0234_bike_maintenence_basics_lg.jpg

Sumber gambar : Rei.com

Efek pandemi mengubah banyak hal di dunia, salah satunya adalah gaya berkendara. Maret 2020, beberapa saat setelah virus COVID-19 terdeteksi di Indonesia, pemerintah menerapkan PSBB dan membatasi ruang gerak warganya sementara waktu guna mencegah penularan. Banyak media kemudian mengabarkan bahayanya penggunaan transportasi umum sebagai alat bepergian. Sebab penularan virus memang lebih rentan terjadi di ruang-ruang yang ramai seperti bis dan kereta. Alhasil, saat PSBB kemudian dilonggarkan dan aktivitas kerja dijalankan kembali, mereka yang tidak melakukan WFH memilih kendaraan pribadi untuk berangkat kerja.

Di saat itulah, tren penggunaan sepeda meningkat pesat. Banyak yang memilih bersepeda sebagai moda transportasi alternatif lantaran klaim positif yang melekat pada kegiatan ini. Dilansir dari Kompas Interaktif, bersepeda dipercaya dapat membantu mengatasi kegelisahan dan kecemasan selama pandemi. Tak hanya itu, menggowes sepeda juga dikatakan baik bagi kesehatan fisik dan mental, sekaligus meningkatkan kinerja sistem imun.


Naiknya Angka Penjualan Sepeda Selama 2020

Saat pemerintah menerapkan new normal, kegiatan bersepeda jadi salah satu favorit warga Indonesia. Grafik pembeliannya pun meningkat, baik secara offline maupun online. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (APSINDO), melonjak hingga 7 juta unit per tahun di bulan September 2020. Jumlah ini mengalahkan permintaan sepeda motor di Indonesia. Sementara itu, Bukalapak mencatat peningkatan transaksi penjualan sepeda hingga 156 persen sepanjang bulan Maret hingga Juni 2020. Tren peningkatan juga terjadi di e-commerce lainnya, seperti Blibli dan Tokopedia.

Ya, pertengahan Mei 2020 adalah titik balik meroketnya angka permintaan pasar terhadap sepeda. Dilansir dari Kompas Interaktif, PT. Insera Sera yang memiliki merk dagang sepeda Polygon, mengalami lonjakan pesanan dari distributor sebanyak 50 hingga 200 persen dibanding sebelumnya. PT. Roda Maju Bahagia (RMB) yang membawahi merk sepeda Element dan Police juga kebagian untung. Dalam periode bulan Januari hingga Mei 2020, mereka mampu menjual hingga 150.000 unit sepeda. Bisa dikatakan, kondisi perindustrian sepeda berada di atas angin sepanjang tahun lalu.


Peluang Bisnis Custom dan Inovasi Sepeda di Indonesia

Nah, tahukah teman-teman bahwa di balik tren tersebut, ada bisnis custom sepeda yang berkembang pesat? Banyak orang yang mau merogoh kocek lebih dalam demi memiliki sebuah sepeda dengan ciri khas dan selera pribadi. Baik dari segi warna, model, hingga jenis merk partisi tertentu.

Dilansir dari Detik.com, salah satu bengkel custom sepeda di Yogyakarta yang bernama Swaspeda sempat kewalahan menerima pesanan selama pandemi. Usaha yang digawangi Nova Putra Pamungkas ini menerima pembuatan sepeda rakitan, dengan warna dan model sesuai yang diinginkan pemesan. Bisnisnya bahkan berhasil menerima pesanan dari artis ternama seperti Dian Sastrowardoyo dan Risa Saraswati.

Sementara itu, seorang teknisi asal Bali bernama I Gede Dangin, membuat inovasi di sektor sepeda elektrik. Alih-alih membuat sepeda listrik yang bisa dikatakan mahal, ia menciptakan teknologi baru berupa kit electric atau perangkat elektrik untuk dipasang pada jenis sepeda- sepeda biasa. Inovasi ini diberi nama Astrobike. Pembeli cukup memesan, dan tim akan datang untuk merakit perangkat elektrik tersebut pada sepeda pemesan. Di beberapa kanal e-commerce, produk ini nyatanya ludes terjual meski dibandrol dengan harga yang cukup mahal, yaitu 8 hingga 10 juta rupiah.


Sektor Bisnis Seputar Olahraga Sepeda

Jangan salah, dalam menggeluti bisnis sepeda, cuan bisa datang dari berbagai sisi, salah satunya adalah usaha bengkel. Tren bersepeda mengundang banyak perubahan pada sektor industri tersebut. Salah satunya adalah harga spare part, aksesoris, servis perbaikan, dan sepeda impor yang terus meroket tajam.

Omar Prawiranegara, Co-Founder bengkel Berkah Jaya Bike di Jakarta, menyadari hal tersebut. Banyak pelanggannya mengeluhkan masalah ban dalam pada sepeda mereka, dan bagaimana halnya penggantian bagian tersebut di bengkel-bengkel sepeda ternama. Untuk mengatasinya, Berkah Jaya Bike memutuskan untuk mengimpor beberapa partisi, termasuk ban dalam, dari Thailand. Menurut Omar, di negara-negara tetangga harga partisi sepeda masih cukup normal. Kondisi inilah yang bisa kita manfaatkan untuk eksis di bidang servis sepeda.


Cuan di Bisnis Travel by Bike

Untuk meraup untung, kita harus pandai-pandai membaca peluang di yang melingkupi industri sepeda, walaupun dalam skala kecil. Berdasarkan data dari Kompas Interaktif, dua jenis sepeda yang tren pembeliannya menanjak adalah sepeda gunung dan sepeda lipat. Keduanya terkenal akan kepraktisan dan ketangguhannya di jalan-jalan yang tidak beraspal. Dari sini, kita bisa lihat bahwa minat masyarakat untuk jalan-jalan sambil bergowes ria cukup tinggi.

Nah, salah satu peluang bisnis yang bisa dilirik adalah dengan membuka travel agent khusus untuk acara jalan-jalan menggunakan sepeda.Caranya? Teman-teman bisa mengorganisir suatu event jalan-jalan dengan sepeda sebagai kendaraan utama. Ya, event dan pariwisata bisa dipaketkan menjadi bisnis yang apik. Bisnis ini bisa menyatukan beberapa hal : pariwisata, kuliner, dan penyewaan sepeda. Saat ini, banyak masyarakat yang kelewat sibuk sehingga mungkin tidak punya waktu untuk mengurus liburan sendiri.

Tak hanya itu, banyak juga yang berkeinginan menjalani wisata sepeda, namun masih pikir-pikir jika ingin membeli sepeda. Nah, orang-orang seperti inilah yang menjadi sasaran pasar kita. Kita bisa menggaet pelanggan dengan menawarkan full service, artinya menyediakan sepeda beserta aksesorisnya (helm, pelindung kaki dan tangan), menyediakan rute wisata dan destinasi kuliner, serta menghadirkan tim yang mampu mengatasi segala kondisi. Intinya, orang bisa merasa nyaman dan aman berwisata dengan konsep yang kita tawarkan.


Bersepeda Sebagai Gaya Hidup Baru Masyarakat

Sampai-sampai muncul tren baru di ibukota, di mana setiap akhir minggu, jalanan umum akan ramai dengan segerombolan orang yang mengendarai beragam jenis sepeda. Bukan tidak mungkin, teman-teman UKM juga jadi salah satu pesepeda newbie yang merasa terpanggil dengan tren ini. Namun, memasuki pertengahan 2021, tren tersebut berangsur turun.

Lantas, akankah peluang bisnis sepeda hilang seiring memudarnya tren bersepeda di Indonesia? Jawabannya, bisa jadi, adalah tidak. Saat ini, bersepeda bukan hanya olahraga. Orang-orang bisa berbagi cerita, tukar pikiran, atau bahkan dealing business dari atas sadel. Bersepeda bukan lagi sekadar tren, melainkan sudah menjadi gaya hidup tersendiri. Bahkan, kita jeli memperhatikan, ada beberapa hal menarik yang dilakukan orang-orang dari komunitas sepeda, seperti Cross reference, membangun komunitas, hingga melanggengkan kegiatan after-cycling, yang meliputi kumpul-kumpul, ngopi, dan sosialisasi.

Kentara betul, bahwa pandemi sukses mengubah gaya hidup masyarakat perkotaan menjadi lebih sehat. Menurut Omar, olahraga bersepeda adalah salah satu perubahan yang akan tetap tinggal untuk waktu yang lama. Karenanya, ia memandang positif terhadap tren bisnis di bidang sepeda. Banyak juga yang kesulitan memiliki akses ke bengkel lokal. Sebab, di bengkel-bengkel sepeda besar yang sudah punya nama, harganya sudah sangat tinggi.

Lain lagi dengan I Gede Dangin, Founder sekaligus CEO Astrobike, yang sudah sejak kuliah mengamati sektor bisnis sepeda. Menurutnya, tren bisnis sepeda justru tak pernah mati, bahkan sebelum pandemi melanda Indonesia. Di Yogyakarta, tempatnya tinggal selama beberapa tahun, melihat sepeda lalu lalang adalah hal yang biasa. Sepeda selalu punya pasarnya sendiri, tinggal bagaimana kita memajukannya dengan inovasi.

Di beberapa negara, sepeda juga dipandang pemerintahnya sebagai cara efektif untuk menurunkan tingkat polusi dan emisi gas di kota-kota besar. Jadi, meskipun tren bersepeda nantinya turun, gaya hidup masyarakat sudah terlanjur berubah. Jika teman-teman UKM ingin berbisnis di bidang sepeda, jangan takut. Sebab, pasar untuk sepeda akan selalu ada.

Referensi :

  1. Webinar APINDO UMKM Akademi bertajuk “Ada Cuan di Balik Keunggulan Produk Custom” yang bisa diakses melalui link berikut https://www.topkarir.com/article/detail/webinar-ada-cuan-dibalik-keunggulan-produk-custom
  2. https://www.cnbcindonesia.com/news/20200902144744-4-183928/tak-diduga-penjualan-sepeda-kalahkan-sepeda-motor
  3. https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-5170533/geliat-sepeda-custom-di-tengah-pandemi/1
  4. https://www.bbc.com/indonesia/karangan-khas-55482672
  5. https://interaktif.kompas.id/baca/melacak-tren-perburuan-sepeda/
Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: