UKM Indonesia

​Sertifikat Fair Trade

Deskripsi

    Bisnis melibatkan banyak orang yang tergabung di dalamnya, mulai dari investor, pemilik bisnis, karyawan, hingga supplier yang memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing untuk menjamin kelancaran operasional bisnis.

    Dibutuhkan sebuah sistem dan sertifikat yang terstandardisasi yang menjamin setiap orang yang tergabung di dalamnya telah memenuhi hak-haknya. Sertifikat tersebut dinamakan sertifikat fair trade. Kali ini kita akan membahas lebih jauh seputar sertifikat fair trade, kegunaan dan manfaatnya, serta proses mengurus sertifikat fair trade.


    Apa itu Sertifikat Fair Trade?

    Sertifikat fair trade adalah sebuah sistem sertifikasi produk dimana aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dengan standardisasi yang mengedepankan nilai-nilai perdagangan yang adil dan menjamin seluruh hak orang-orang yang terlibat di dalam operasional bisnis. Sertifikat fair trade berlaku bagi produsen dan pedagang.

    Baca Juga: Melihat Legalitas UMKM setelah Terbitnya UU Cipta Kerja

    Sertifikat fair trade memberikan jaminan terhadap para produsen yang meliputi petani, nelayan, dan perajin, serta pedagang untuk menerapkan bisnis yang adil, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

    Sertifikat fair trade juga menjamin sebuah bisnis memenuhi hak-hak para pekerjanya melalui program jaminan sosial, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Bagi konsumen, sertifikat fair trade juga kerap menjadi tolok ukur dalam melihat apakah suatu perusahaan menerapkan prinsip-prinsip yang telah dijelaskan diatas sehingga konsumen dapat turut serta berkontribusi pada nilai-nilai tersebut.


    Manfaat Sertifikat Fair Trade bagi Bisnis

    Terdapat berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan jika telah berhasil mendapatkan sertifikat fair trade. Manfaat tersebut dapat berhubungan dengan berbagai aspek, yaitu aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Adapun manfaat sertifikat fair trade adalah sebagai berikut:

    1. Jaring pengaman harga bagi produsen

    Harga komoditas selalu fluktuatif. Hal ini menjadi lebih berat bagi para produsen terkhusus bagi para petani apabila harga pasar rendah. Petani, nelayan, dan pekerja tidak dijamin harga minimum atau kompensasi yang memadai untuk produksi mereka sehingga mereka mendapatkan nilai yang jauh lebih rendah daripada usaha yang mereka keluarkan.

    Sertifikat fair trade telah memberikan jaminan harga minimum yang menjadi jaring pengaman bagi petani dan produsen komoditas saat harga pasar rendah melalui berbagi mekanisme dan sistem yang telah diatur oleh fair trade. Mekanisme dan sistem tersebut dinamakan Fair Trade Premium.

    Baca Juga: Fakta Kepatuhan Legalitas Pada UMKM di Indonesia

    2. Kepastian kondisi kerja yang aman, sehat, dan adil

    Sebuah bisnis dikatakan sehat apabila memiliki lingkungan kerja yang baik. Sebuah bisnis harus menjamin hak-hak para pekerja dan karyawannya dengan layak dan baik. Pengelolaan hak tersebut harus terstandardisasi untuk menjamin agar tidak mengakibatkan eksploitasi pekerja dan lingkungan.

    Sertifikat fair trade yang ketat memastikan kondisi kerja yang aman dan sehat, penghapusan pekerja paksa kepada golongan rentan seperti anak dibawah umur, wanita hamil, serta lansia. Selain itu juga menjamin kompensasi yang adil dan konsisten, serta perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.

    3. Penghasilan tambahan pada kesejahteraan komunitas

    Bisnis akan lebih baik jika berafiliasi pada komunitas yang terkait dengan produknya. Misalnya petani kopi akan lebih baik jika bergabung dan berafiliasi pada komunitas pecinta kopi yang mungkin terdiri dari petani kopi, pemasok kopi, cafe shop, barista, dan pihak lainnya sehingga akan menciptakan komunitas yang kuat.

    Namun, permasalahannya adalah kerap kali komunitas tersebut tidak menjamin kesejahteraan anggota yang tergabung di dalamnya. Sertifikat fair trade menjamin komunitas produsen menerima kompensasi tambahan melalui Dana Pengembangan Masyarakat.

    Baca Juga: Pengurusan Segala Macam Perizinan dan Legalitas Perusahaan

    Kita telah mengetahui manfaat sertifikat fair trade dalam bisnis. Kali ini kita akan membahas prosedur yang harus dilewati untuk mendapatkan sertifikat fair trade tersebut.


    Prosedur Mendapatkan Sertifikat Fair Trade

    Kali ini kita akan membahas proses dan prosedur yang harus dilewati agar kita dapat memiliki sertifikasi fair trade dan berhak untuk mendapatkan manfaat diatas. Adapun prosedurnya sebagai berikut:

    1. Kontak Tim Fair Trade Sesuai dengan Regional Bisnis Anda

    Fair Trade adalah organisasi internasional dan memiliki kantor pusat di setiap benua di dunia. Jika bisnis Anda beroperasi di Indonesia maka dapat menghubungi Fair Trade Network of Asia & Pasific Producers (Fair trade NAPP). Hingga kini, telah terdapat 20 negara di Asia dan Pasifik yang telah bergabung ke dalam Fair Trade NAPP.

    Kita dapat mulai menghubungi tim Fair Trade agar mereka dapat memahami model bisnis dan kebutuhan kita untuk mendapatkan sertifikat Fair Trade. Di tahap ini kita akan lebih banyak berdiskusi mengenai Fair Trade, kebutuhan kita, serta prosedur dan persyaratan yang diperlukan.

    Kita dapat menghubungi melalui Email di [email protected] atau melalui kantor pusat di Unit 15-01, Valley Point, 491B River Valley Road, Singapore 248373.

    Baca Juga: ISO 28000 - Rantai Pasok

    2. Proses Sertifikasi

    Setelah terhubung dengan tim Fair Trade dan melalui penilaian bisnis, saatnya memasuki tahap sertifikasi. Ini adalah saat kita mengesahkan rantai pasokan kita, mendapatkan izin untuk berdagang dengan persyaratan perdagangan yang adil dan menjadi mitra resmi Fair Trade. Tahap ini dibagi menjadi 2, yaitu:

    • Pengajuan Aplikasi dan Biaya

    Kali ini kita akan berhubungan dengan FLOCERT, grup audit pihak ketiga yang bekerja sama dengan Organisasi Fair Trade secara eksklusif. FLOCERT akan mensertifikasi rantai pasokan yang ada atau memanfaatkan rantai pasokan yang bersertifikat. Kita akan mengirimkan aplikasi FLOCERT bersama dengan biaya terkait.

    • Izin untuk Berdagang

    Setelah proses tersebut, kita akan melanjutkan ke proses permohonan izin untuk berdagang. Setelah permohonan ditinjau dan dinyatakan diterima, maka kita akan menerima Izin Berdagang yang berarti kita sekarang dapat mulai mencari produk Fair Trade secara resmi jika kita adalah pemasok atau produsen pengolahan makanan.

    Merek kita saat ini masih belum dapat menggunakan label Fair Trade yang terpercaya pada kemasan produk kita. Hal itu kita dapatkan di proses selanjutnya.

    3. Proses Pengajuan Label Fair Trade pada Kemasan Produk Kita

    Terdapat beberapa proses yang harus kita lewati apabila kita menginginkan label Fair Trade di kemasan kita. Proses tersebut sebagai berikut:

    Baca Juga: SNI (Standar Nasional Indonesia)

    • Kita menyetujui kontrak perjanjian lisensi dengan Fair Trade.
    • Tim Kepatuhan Fair Trade akan meninjau resep dan rantai pasokan produk yang ingin kita beri label, memastikan hal tersebut bersumber dari pertanian bersertifikat Fair Trade dan memenuhi ambang batas bahan apa pun. Tim Fair Trade juga akan membantu kita memposisikan dan menggunakan Merek Fair Trade dengan benar pada label produk bersertifikat kita.
    • Kita perlu memperbarui strategi pemasaran saat kita telah mendapatkan kemasan baru yang dicetak dengan dilengkapi label Fair Trade, inilah saatnya untuk memikirkan banyak cara agar perusahaan kita dapat memperkuat berita menarik bahwa produk kita sekarang Bersertifikat Fair Trade.
    • Tahap terakhir adalah peluncuran produk kita dengan dilengkapi label Fair Trade. Kita berhak untuk mengklaim bahwa produk kita merupakan produk yang sesuai dengan prinsip dan nilai dari perdagangan yang adil serta berkelanjutan.

    4. Kita Telah Resmi Menjadi Mitra Fair Trade

    Kini kita sekarang menjadi bagian dari komunitas global merek yang mengubah cara kerja perdagangan. Kita memiliki akses ke tim pemasaran Fair Trade yang akan mendukung kita dalam merayakan peningkatan dampak dan komitmen kita terhadap pengelolaan sumber daya yang etis.

    Baca Juga: Mengenal Standar SNI Untuk Produksi

    Sertifikat Fair Trade adalah bukti komitmen kita dalam menerapkan operasional bisnis sesuai dengan etika bisnis dan nilai-nilai etis dalam pengelolaan sumber daya, baik sumber daya alam atau sumber daya manusia. Bisnis kita akan mendapatkan kredibilitas dimata konsumen.

    Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

    Refrensi:

    1. What Exactly Is Fair Trade, And Why Should We Care? | Forbes
    2. How to get Fairtrade Certified | Fair Trade America
    3. Fair Trade Network of Asia & Pacific Producers
Syarat
Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: