UKM Indonesia

​Tips Menentukan Lokasi Usaha Untuk UMKM


white and black love is love print glass

Sumber gambar : Unsplash

Siapa sih yang tidak ingin memiliki bisnis sukses dan ramai pelanggan? Tentu saja Sahabat Wirausaha semua punya mimpi untuk mengembangkan usaha hingga dikenal khalayak luas dan menarik ratusan konsumen. Nah untuk mencapainya, salah satu langkah awal yang bisa kita lakukan adalah memilih lokasi bisnis dengan tepat. Sebab, dengan lokasi yang strategis, kemungkinan menggaet lebih banyak konsumen pun menjadi lebih besar.

Lalu apa saja hal yang bisa kita lakukan saat mempertimbangkan pemilihan lokasi usaha? Dan kriteria apa saja yang bisa diikuti untuk menentukan lokasi usaha? Jangan panik, berikut adalah beberapa tips yang bisa teman-teman praktikkan.

1. Pilih tempat yang mudah terlihat

Visibilitas adalah salah satu hal terpenting dalam membuat dagangan kita eksis di mata pelanggan. Misalnya saja, Sahabat Wirausaha ingin membuka bisnis jajanan pasar, tentu harus memilih tempat yang bisa terlihat masyarakat. Hindari memilih lokasi-lokasi terpencil, seperti di dalam gang atau di balik gedung tinggi, terutama jika bisnis kita baru dimulai dan belum punya nama.

Untuk jajanan pasar, tentu lebih baik jika teman-teman membuka lapak di pinggir jalan, di depan gedung perkantoran, maupun sekolah-sekolah. Tempat untuk usaha jenis ini juga lebih baik di area outdoor alias luar ruangan, sehingga calon pembeli bisa dengan mudah mengobservasi barang dagangan kita. Selain itu, lokasi yang mudah terlihat juga akan mempermudah kita dalam mempromosikan produk.

Baca Juga: Tips Memulai Bisnis Dengan Modal Minim

2. Pilih tempat yang mudah dijangkau

Selain mudah terlihat, usaha kecil kita juga harus mudah dijangkau. Apalagi jika usaha Sahabat Wirausaha termasuk dalam bisnis kuliner dan FnB. Sebab saat ini, masyarakat sudah terbiasa membeli produk dengan metode pesan-antar dan online delivery.

Misalnya saja, Sahabat Wirausaha ingin memulai bisnis bakso dan mie ayam. Demi menjaga perkembangan bisnis, kita harus beradaptasi dengan teknologi dan memasukkan lapak ke mitra aplikasi online, seperti GoFood dan GrabFood. Nah, bayangkan saja jika pelanggan ingin memesan semangkuk bakso, namun toko kita terletak di pedalaman gang sempit.

Baca Juga: Potensi UMKM Purbalingga Menembus Pasar Ekspor

Tentu akan susah bagi para driver online yang ditugaskan menjemput dan mengantar pesanan pelanggan untuk menemukan lokasi toko kita. Belum lagi jika ternyata mereka hilang arah alias nyasar. Bisa-bisa, konsumen justru menunggu lama hanya untuk semangkuk bakso. Jika sudah begini, yang dirugikan bukan hanya kita namun juga pihak driver. Jadi, usahakan memilih tempat yang punya akses mudah ya!

3. Perhatikan tingkat kepadatan penduduk

Semakin tinggi tingkat kepadatan penduduk suatu tempat, maka semakin besar pula potensi pasar untuk usaha kita. Jika tidak percaya, teman-teman bisa membedakan bisnis yang lokasinya di desa dengan bisnis di daerah perkotaan. Tentu omset yang didapatkan berbeda, bukan? Hal ini karena lokasi yang padat penduduk memungkinkan kita untuk menjangkau pelanggan lebih luas.

Tak hanya itu, lokasi yang ramai seperti stasiun dan pasar yang khusus menjual produk setipe dengan milik kita juga bisa menguntungkan. Misalnya saja, teman-teman ingin berjualan ikan hias, tentu lebih tepat jika bergabung dengan lokasi pasar yang memang menjual hewan-hewan peliharaan, bukan?

Baca Juga: Ragam Cara Mengembangkan Usaha Dengan Mengoptimalkan Dampak Sosial dan Pemberdayaan Komunitas

4. Pertimbangkan target konsumen

Selain mempertimbangkan keramaian dan kepadatan penduduk, kita juga harus jeli membaca target pasar. Tentukan terlebih dulu, konsumen seperti apa yang ingin kita sasar. Misalnya saja, kita ingin membuka apotik, tentu akan lebih tepat jika membuka usaha di area sekitar perumahan atau rumah sakit.

Sebab, di kedua tempat inilah biasanya ada konsumen yang membutuhkan dan mencari produk obat-obatan. Contoh lainnya adalah jika kita ingin berjualan telur dan beras, tentu akan lebih tepat membuka toko di pemukiman warga yang membutuhkan kedua produk tersebut sebagai konsumsi sehari-hari mereka.

Baca Juga: Mengenal Psikologi Konsumen untuk Mengambil Keputusan Pemasaran

5. Pertimbangkan biaya membangun vs sewa tempat

Salah satu hal yang paling mempengaruhi pemilihan tempat usaha kita adalah budget alias jumlah dana yang dimiliki. Rencanakan terlebih dulu berapa dana yang ingin dialokasikan untuk tempat usaha. Usahakan jangan sampai melampaui budget yang sudah ditentukan demi mempertahankan kebutuhan bisnis lainnya.

Setelah merencanakan, maka lakukan riset tentang berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun tempat usaha. Keuntungan membangun, tentu saja bangunan usaha menjadi milik kita sendiri dan bisa disewakan jika tidak lagi membuahkan keuntungan. Namun, mendirikan bangunan membutuhkan biaya besar. Lain lagi dengan biaya sewa yang jauh di bawah pembangunan.

Baca Juga: Raja Uduk, Menjadi Pemenang Pasar Nasi Uduk Bermodal Observasi Riset Pasar

Namun, hal ini juga tidak bisa dipukul rata untuk semua jenis usaha. Misal saja, kita ingin berbisnis makanan siap saji yang hanya melayani pesan-antar. Untuk bisnis seperti ini tentu lebih tepat jika kita membangun tempat usaha, sebab kebutuhan ruangnya tidak besar. Namun jika kita ingin membuka restoran, ada baiknya lebih mempertimbangkan sewa tempat.

6. Petakan lokasi kompetitor bisnis

Jangan lupa untuk memetakan kompetitor bisnis di sekitar kita. Pasalnya, jika kita memilih lokasi bisnis yang sudah diisi banyak pesaing, tentu omzet yang dihasilkan juga akan terbagi. Misalnya saja, hanya kita yang berjualan produk kentang goreng, tentu konsumen yang mencari produk ini akan datang ke lapak kita.

Lain halnya jika berdagang di tempat yang sudah punya pedagang kentang goreng tetap, kemungkinan profit menjadi 50 : 50. Jika tidak pandai mempertahankan kualitas dan promosi, lokas dengan banyak pesaing bisa-bisa membuat bisnis kita macet. Paling bagus, kita hanya bisa bertahan di sana tanpa melakukan ekspansi.

Baca Juga: Tren-tren dalam GoFood/GrabFood yang Penting Bagi Digital Marketing

Apalagi jika pesaing yang dimaksud sudah ada di sana lebih lama dan punya nama besar. Tentu akan semakin sulit bagi kita untuk bersaing. Karenanya, usahakan memilih lokasi bisnis dengan jumlah kompetitor yang sedikit, terlebih jika kita baru memulai usaha.

7. Pastikan tingkat keamanan dan kebersihan lingkungan sekitar

Ya, meskipun terdengar klise, namun kita juga harus peka terhadap tingkat kejahatan dan kebersihan di lingkungan yang dipilih. Misalnya saja, kita ingin berjualan di suatu pasar, namun di lokasi tersebut sering terjadi pencurian dan kehilangan barang.

Tentunya konsumen juga akan enggan berkunjung dengan reputasi tersebut. Atau jika kita berjualan makanan di suatu foodcourt, namun tidak ada petugas kebersihan yang konsisten membenahinya setiap hari. Tempat tersebut justru akan merusak selera makan calon konsumen dan hanya menarik sedikit pelanggan. Karena itulah, hindari memilih lokasi usaha di lingkungan yang kotor dan kumuh. Jika bisa, pastikan juga ada petugas keamanan yang berjaga setiap hari untuk menghindari nasib buruk.

Baca Juga: 8 Hal yang Wajib Dilakukan Untuk Menjamin Keamanan Transaksi Digital

Nah, itu dia tujuh tips yang bisa Sahabat Wirausaha terapkan untuk memilih tempat usaha yang sesuai dan menarik bagi calon pelanggan. Selain memperhatikan hal-hal di atas, jangan lupa juga untuk memilih lokasi usaha yang masuk akal, ya! Jangan sampai berjualan di lokasi yang terlalu ramai sehingga mengganggu aktivitas atau lalu lintas alias bikin macet. Sebab, polisi pun akan bertindak untuk mencegah adanya kerumunan di masa pandemi seperti sekarang ini. Intinya, Sahabat Wirausaha harus pintar membaca keadaan lingkungan.

Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi :

  1. https://bisnisukm.com/strategi-memilih-lokasi-usaha.html
  2. https://koinworks.com/blog/memilih-lokasi-usaha/
  3. https://www.wartaekonomi.co.id/read177504/6-tips-dalam-menentukan-lokasi-usaha
Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: