UKM Indonesia

​Potensi UMKM Purbalingga Menembus Pasar Ekspor


focus photography of green string beans

Sumber gambar : Unsplash

Tak peduli besar atau kecil, semua daerah di Indonesia punya potensi industri yang sama besar kesempatannya dalam menembus pasar ekspor. Begitu pula halnya dengan Purbalingga, sebuah kota kecil yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Peluang investasi untuk usaha kecil dan menengah di kota ini tak bisa dipandang remeh. Dilansir dari Republika Online, sepanjang tahun 2021 saja, terdapat 34 UMKM asal Purbalingga yang sukses menembus toko retail modern skala lokal. Belum lagi deretan usaha lainnya yang sukses meraup keuntungan lewat berbagai marketplace.

Melalui sistem koperasi yang tertata cermat dan dukungan pemerintah kabupaten setempat, UMKM kota ini didorong untuk terus naik kelas. Bahkan, bukan tidak mungkin, mereka bisa memiliki daya saing yang setara dengan produk pabrikan besar dan menembus pasar ekspor. Seperti apa peluang investasi dan bisnis di Purbalingga? Berikut adalah gambaran industri-industri kecil dan menengah yang punya potensi untuk melaju jauh dalam pasar global.

Industri Otomotif

Tahukah Sahabat UKM, bahwa ada satu produsen knalpot asal Purbalingga yang pernah menjadi supplier untuk pabrik Mercedes Benz? Dalam salah satu perjalanannya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Indonesia,Teten Masduki, menyatakan dukungannya untuk perkembangan industri otomotif skala kecil dan menengah di kota tersebut. “Ini sejalan dengan rencana besar kita agar UMKM kita menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun global,” tutur Teten.

Dilansir dari Katadata.co.id, sentra industri otomotif di Purbalingga termasuk salah satu yang bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan otomotif besar, seperti PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Astra Daihatsu Motor, dan Astra Honda Motor. Banyumas Daily juga menilai bahwa kondisi industri knalpot di Purbalingga saat ini berlangsung cukup dinamis dan produktif. Daerah-daerah sentra industrinya, yaitu Pesayangan dan Kembaran Kulon selalu aktif memproduksi knalpot dan menjualnya.

Industri otomotif, utamanya knalpot, menjadi mata pencaharian utama bagi kaum pria di daerah-daerah tersebut. Saat ini, sistem pemesanan dari UKM umumnya dilakukan sendiri dari pintu ke pintu, kecuali bagi bisnis yang sudah punya nama. Harga yang berlaku biasanya adalah harga standar yang ditetapkan oleh produsen itu sendiri. Jika pemerintah bisa memasukkan standar nasional dan penyamarataan harga, lewat koperasi atau badan pengembangan daerah, tentunya industri ini bisa semakin berkembang di masa depan.

Industri Pertanian

Komoditi pertanian di Purbalingga pun tak kalah menggiurkan. Dilansir dari website Antara, salah satu komoditi potensial di Purbalingga adalah nanas madu. Sektor hortikultura nanas madu daerah ini berkembang cukup baik, bahkan mampu menembus pasar ekspor ke Arab Saudi. Tak ketinggalan, Purbalingga juga memiliki potensi di komoditi gula kelapa yang sudah dipasarkan hingga ke Jepang, Yunani, dan Amerika.

Mengenai hal ini, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, mendorong lebih banyak lagi anak muda yang terjun ke dunia pertanian dan mengembangkan potensi unggulan sektor pertanian. Dengan cara ini, ia berharap regenerasi di sektor tersebut akan tetap terjaga. Diketahui, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian akan memberikan stimulus dana untuk para petani muda di sana pada tahun 2020.

Di sisi lain, ada pula Koperasi Max Yasa yang menerima pasokan dari pertanian Buncis Kenya di Desa Kutabawa, Purbalingga. Dilansir dari Tribun Jateng, koperasi ini telah bekerjasama dengan 500 petani kecil untuk mencukupi permintaan ekspor sebanyak 750 kilogram buncis per harinya ke Singapura. Konsistensi Koperasi Max Yasa dalam menerapkan bisnis modelnya bisa dijadikan contoh oleh para petani untuk membangun corporate farming. Sebagai tambahan, mereka juga mengelola Tani Bangga Store, sebuah toko retail lokal dengan standar produk yang sangat berkualitas.

Industri Kopi

Kopi Arabika Gunung Malang dari Purbalingga punya kualitas yang sudah diakui secara luas. Komoditas ini bahkan sudah masuk ke pasar Eropa sejak zaman Belanda. Sayangnya, beberapa tahun yang lalu, pertanian kopi Purbalingga sempat mengalami penurunan produktivitas. Namun saat ini, di tengah menjamurnya kedai-kedai kopi kekinian yang melanda Indonesia, permintaan kopi Arabika kembali naik. Dilansir dari Banyumas Online, demand untuk Kopi Gunung Malang dari luar daerah cukup tinggi. Hanya saja, kemampuan produksi petani kopi masih terbatas.

Karenanya, peluang untuk terjun ke bisnis kopi di Purbalingga bisa dikatakan sangat besar. Jika produksi Kopi Arabika Gunung Malang bisa kembali digenjot dan stabil, bukan tidak mungkin sektor ini bisa berbuah manis dan membangkitkan kesejahteraan para petaninya.

Industri Kecantikan

Sudah sejak lama, Purbalingga terkenal sebagai produsen rambut dan bulu mata palsu yang berkualitas. Salah satu produk kecantikan yang hampir-hampir mutlak sifatnya bagi kaum hawa ini, terbukti laku keras di pasaran. Salah satu UKM produsen bulu mata palsu di Purbalingga, PT. Braling Wisnu Satriya, bahkan sukses menembus pasar mancanegara. Dilansir dari Katadata.co.id, produk mereka menawarkan harga terjangkau dengan kualitas unik yang digemari konsumen luar negeri. Bahkan, produk mereka juga digunakan oleh artis-artis top dunia, seperti Katy Perry, Paris Hilton, Adele, Jennifer Lopez, hingga Angelina Jolie.

PT. Braling Wisnu Satriya baru didirikan pada tahun 2009, dan hanya dalam waktu empat tahun, mereka sudah memiliki 1000 orang karyawan. Penyerapan tenaga kerja di industri ini cukup besar. Sejauh ini, kapasitas produksi mereka telah mencapai 5 juta pasang bulu mata per tahunnya dengan lebih dari 1000 jenis varian bulu mata.

Selain PT. Braling Wisnu Satriya, Purbalingga pun memiliki banyak usaha-usaha kecil menengah lainnya yang beroperasi di sektor kecantikan. Di pasar lokal, sejak dulu produk rambut palsu mereka laku sebagai sanggul atau rambut sambung yang dikenakan wanita pada acara hajatan besar. Salah satu sentra industri ini berlokasi di Desa Karanbanjar, Kecamatan Bojongsari, yang sudah beroperasi sejak tahun 1951. Keahlian masyarakat Purbalingga dalam industri ini tidak bisa dipandang remeh dan karenanya, merupakan peluang besar untuk bisnis UMKM lokal.

Besarnya peluang bisnis yang bisa digeluti di Kabupaten Purbalingga sudah seharusnya lebih disoroti untuk para pelaku UMKM di Indonesia. Kemajuan teknologi dan edukasi mengenai sistem yang tepat dalam mengelola berbagai industri potensial di wilayah ini bisa jadi sangat berguna untuk mendukung kemajuannya. Tak kalah penting, adalah dukungan dari pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan hal tersebut. Sebab, sayang sekali jika berbagai potensi besar dibiarkan saja.

Karena itulah, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, memberikan support penuh bagi kabupaten Purbalingga untuk memaksimalkan berbagai komoditas potensial di daerah tersebut. Untuk cerita lebih lengkapnya, teman-teman UKM bisa langsung berkunjung ke channel YouTube Teten Masduki yang selalu update tentang potensi dan peluang bisnis serta koperasi di berbagai wilayah Indonesia.

Tonton video lengkapnya lewat tautan berikut ini https://www.youtube.com/channel/UCJkyk4t272lLRzITcHlbmEA

Yuk, sudah saatnya UKM Naik Kelas!

Referensi :

  1. https://www.republika.co.id/berita/qep09a368/34-pr...
  2. https://katadata.co.id/yuliawati/berita/5e9a5623a3d6d/kemenperin-fasilitasi-70-ikm-pasok-komponen-otomotif-ke-apm\
  3. https://banyumasdaily.com/2020/04/02/industri-knal...
  4. https://jateng.antaranews.com/berita/363747/purbal...
  5. https://jateng.tribunnews.com/2021/08/22/teten-mas...
  6. https://web.dpmptsp.jatengprov.go.id/packages/uplo...
  7. https://economy.okezone.com/read/2020/07/27/320/22...
  8. https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-393545...
Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: