Gambar diambil dari bootup.ai

Hampir seluruh industri UMKM di masa ini nampaknya terlibat erat dengan data, mulai dari mengelola sosial media, media promosi, hingga membaca tren perdagangan yang sedang hangat. Lebih jauh lagi, data juga diandalkan dalam melakukan inovasi produk. Tidak bisa ditampik, bahwa peran data dalam pengembangan bisnis memang nyata. Dilansir dari Warta Ekonomi, bahwa berdasarkan laporan Badan Statistik Pusat (BPD), di Indonesia terdapat 64,2 juta unit UMKM dan 13% dari jumlah tersebut sudah go digital. Artinya? Potensi pasar UMKM digital terus meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi.

Namun sayangnya, masih banyak teman-teman UMKM yang kurang akrab dengan pengelolaan data untuk bisnisnya masing-masing dan hanya semata-mata mengandalkan asumsi sendiri. Padahal sebenarnya, untuk mencapai inovasi, kita harus rajin-rajin bertanya kepada pasar alias konsumen dan karenanya, kita membutuhkan data.

Nah, satu platform yang hadir untuk menjawab kebutuhan teman-teman UKM atas kebutuhan data digital adalah Telunjuk.com dan Compas.co.id. Dari sana, kita bisa mendapatkan banyak data terkait perkembangan dan persaingan pasar digital. Bagaimana cara kerjanya? Dan bagaimana kita bisa memanfaatkannya? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Baca juga: Tren dalam Instagram yang Penting Bagi Digital Marketing


Menikmati Sajian Data Lewat Telunjuk.com

Telunjuk.com mulanya adalah agregator yang bekerja di marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak. Dari sini, Narendra memiliki ide meluncurkan data insight bernama Compas.co.id bagi UMKM. Dengan adanya deretan data, kita bisa tahu produk apa saja yang paling laris, memiliki harga paling pas, kemasan yang sedang tren, dan sebagainya. Hebat, bukan? Namun, tetap saja banyak UMKM yang masih skeptis akan nilai penting data. Contohnya dengan kasus berikut ini.

“Jika suatu online seller, bernama Aero, di bulan Februari 2020 memiliki omzet sebesar 1 miliar rupiah, sementara di bulan Maret 2020 omzetnya ini turun menjadi 500 juta rupiah, kira-kira bagaimana respons si pemilik?”

Menanggapi ini, bisa saja si pemilik menjadi kecewa, kaget, sedih, atau bahkan balik menyalahkan kinerja pegawainya yang kurang maksimal. Jika teman-teman UKM hanya melihat penurunan omzet yang drastis, mungkin akan kecewa. Namun, jika si pemilik melihat fenomena ini disertai dengan data yang lengkap, tanggapannya tentu berbeda. Sebab menurut data teranyar, di saat omzet perusahaan Aero adalah 1 miliar, total adressable market alias peluang pasarnya adalah 3 miliar. Artinya, permintaan dari konsumen tinggi dan dia mendapat 1/3 dari market share. Sementara saat omzet nya hanya 500 juta, total adressable market-nya hanya 600 juta. Permintaan konsumen di bulan Maret menurun akibat pandemi. Jika kita melihat data-data ini, artinya mereka sudah menguasai hampir 90% pangsa pasar dan performa Aero sebenarnya sudah bagus untuk peluang pasar yang turun akibat pandemi.

Baca Juga: Menentukan Unique Selling Proposition

Kasus ini adalah sebuah ilustrasi dasar tentang pentingnya data untuk dihadirkan dalam setiap pengambilan keputusan. Dan di sinilah Telunjuk.com kemudian mengambil peran, yaitu sebagai platform yang menyuguhkan informasi perbandingan harga serta data untuk industri UMKM.


Menuju Industri UMKM Melek Data Bersama Compas.co.id

Sangat penting untuk mengedukasi teman-teman pegiat UKM atas pentingnya data untuk beradaptasi degan perkembangan teknologi masa kini yang begitu pesat. Karenanya, Telunjuk.com saat ini tengah berupaya memfasilitasi pelaku UMKM untuk lebih melek data dalam menghadapi persaingan pasar dan mengembangkan usaha (Liputan6.com). Inisiatif tersebut menghasilkan Compas.co.id, alias Comprehensive Press Analogic System, yang memiliki data insight tentang perdagangan online (online shopping) saat ini dan lewat Compas.co.id bisa membantu pelaku UMKM dalam memahami bagaimana strategi penetapan harga dan persaingan di industri.

Berdasarkan statistik dari We Are Social, per 2019 akhir, di seluruh dunia terdapat 168,3 juta orang yang membeli barang secara online. Nilai pasar online di seluruh dunia mencapai USD 18,76 miliar alias setara dengan 264 triliun rupiah. Di Indonesia, marketplace Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak secara berurutan adalah yang paling besar menguasai perdagangan online kita di dalam negeri. Saat pandemi, bukan tidak mungkin jumlah ini bertambah banyak. Artinya, peluang kita di perdagangan online itu sangat besar.

Baca Juga: Membedah Penggunaan Whatsapp Business untuk Naik Skala Bisnis

Salah satu industri yang menjadi rising star dalam perdagangan online adalah industri fashion dan kecantikan. Data dari Compas.co.id menunjukkan bahwa selama pandemi, industri perawatan kecantikan (beauty care) menempati urutan kedua setelah kategori Ibu dan Bayi dalam persentase sales value di e-commerce Indonesia. Nyatanya, WFH tidak membuat orang melupakan perawatan wajah mereka. Data ini diambil dari 3 marketplace terbesar di Indonesia. Yang paling banyak dicari, adalah produk perawatan wajah diikuti dengan perawatan tubuh. Setelahnya, data menunjukkan bahwa pememang di kategori ini, ternyata adalah merk lokal alias UMKM, yaitu brand Scarlet Whitening. Jika melihat data-data ini, berarti seharusnya UMKM tidak takut untuk mencemplungkan diri ke online marketplace, sebab pasar memang meminta produk lokal. Selain itu, teman-teman yang ingin mengawali bisnis secara online, dengan mempertimbangkan data-data di atas, juga bisa memulai dari produk kecantikan. Sebab secara statistik, inilah kategori terlaku di Indonesia.


Cara Riset Pasar dengan Sederhana

Jika mendengar kata “data”, banyak dari teman-teman yang sudah pusing duluan. Padahal, data bukanlah hanya deretan angka-angka tanpa akhir. Nama produk, spesifikasi produk, rating produk, jumlah terjual, harga produk, termasuk data produk kita. Dengan data-data ini, kita bisa melakukan analisa untuk tujuan-tujuan tertentu. Inilah yang dilakukan Compas.co.id yang resmi diluncurkan pada bukan Juni 2020 yang lalu. Compas.co.id memfasilitasi para pedagang lapak online dalam memanfaatkan data di pasar online untuk menentukan langkah pengembangan usaha masing-masing. Layanan ini termasuk layanan market intelligence, dan mampu membantu teman-teman UKM dalam menganalisa kondisi pasar dari setiap produk yang kita jual (Kontan.co.id).

Baca Juga: Cara Mengoptimalkan Instagram Untuk Berbisnis, Yuk Simak Tipsnya!

Lalu bagaimana cara kerja data untuk analisa perkembangan bisnis kita? Misalnya, teman-teman ingin mulai berjualan dan tertarik di bidang perawatan kecantikan. Kita lihat bahwa berdasarkan data, di produk kecantikan peluangnya sebesar 40 miliar. Dan kategori terbesar ada di perawatan tubuh dan wajah, sehingga teman-teman bisa memilih di antara dua kategori tadi, untuk meminimalisir risiko. Nah, sebesar apa peluang di perawatan tubuh? Berdasarkan data, jumlah produk yang terjual mencapai 272 ribu produk, dengan peluang pasar sebesar 18 miliar. Dari data ini, kita bisa menentukan kemampuan produksi dan disinkronkan dengan kesempatan yang ada. Selanjutnya, di kategori perawatan tubuh, produk yang paling banyak dicari adalah serum wajah, body lotion, dan perawatan tangan dan kaki.

Harus diingat bahwa dengan modal yang terbatas, kita harus terus memperkecil lingkup. Serum wajah, dengan peluang 8 miliar, terlihat menjanjikan, maka inilah yang kemudian bisa kita sasar. Di kategori serum wajah, ternyata yang paling laku adalah produk Scarlet Whitening Brightly Ever After Serum. Nah, sebagai pemula, ada baiknya kita mengikuti data dan memilih Scarlett Serum sebagai produk untuk dijual.

Selanjutnya, untuk menentukan target penjualan pun kita bisa mengacu pada data. Misal di data, rata-rata 9000 produk terjual per bulan, maka kita bisa menargetkan kira-kira sepertiga atau seperlima dari jumlah tersebut sebagai target penjualan usaha kecil kita (misal 1000 atau 2000 target). Dari data, kita bisa mengambil keputusan, memutuskan kita akan jual apa, atau mau bikin produk inovasi di industri yang sedang dicari-cari oleh pasar. Kira-kira itulah gambaran lainnya dari bagaimana pentingnya data dalam pengambilan keputusan di dunia bisnis.

Baca Juga: Tips Membuat Jadwal Konten di Media Sosial

Saat kita berani bermimpi besar, jika dipadukan dengan data, kita bisa juga mencapai kesuksesan dengan cepat. Pertama, dengan melihat data, kita bisa menentukan skala prioritas dengan tepat. Berbeda dengan saat kita hanya mengandalkan asumsi, data yang tersaji adalah fakta. Jika kita hanya berasumsi, bisa jadi kita kalah sebelum bertanding. Jika tidak melihat data, tentu pengusaha-pengusaha muda atau mereka yang baru meirntis usaha, tidak akan menyangka bahwa produk paling dicari saat ini adalah beauty care.


Keuntungan Menggunakan Data dalam Menggeluti E-Commerce

Pertama-tama, keuntungan memiliki data yang luas adalah semakin efektifnya kita dalam mengelola modal saat mulai terjun berbisinis. Asumsinya, untuk teman-teman UKM, modal yang dipunya terbatas. Karena itu, penting sekali bermain data dan masuk ke pasar yang memang sudah ada demand-nya, sudah ada pembeli yang besar. Memang akan selalu ada faktor hoki, tapi hoki itu tidak pasti. Jika tidak memakai data yang sudah diolah seperti Compas.co.id, maka teman-teman UKM terpaksa harus meneliti satu per satu setiap kategori di e-commerce. Barang apa saja yang bintang lima? Mana yang terjual paling banyak? Baru kemudian menentukan target pasar kita. Narendrata yakin, bahwa data adalah hal paling penting yang dibutuhkan di permulaan usaha, karena bisa membantu menentukan akan diguankan untuk apa modal kita nantinya. Selain itu, tentu jauh lebih baik untuk berinvestasi di satu produk dulu sebelum merambah ke produk lain, dibandingkan menebar benih ke banyak tempat dalam sekali waktu.

Baca Juga: Tips Membuat Konten Reels Instragam Jadi Viral

Kedua, data sangat berguna jika dimanfaatkan untuk membaca tren pasar. Ketika pasar yang kita masuki sangat potensial, tentu banyak juga pelaku usaha yang masuk ke sana. Nah, dengan adanya data, kita bisa menganalisa market share yang tersedia dan peluang kita di pasar itu sendiri. Lebih jauh lagi, kita juga bisa menganalisa tren. Biasanya, brand-brand besar mengeluarkan data-data semacam ini per kuartal, misal 3 bulan sekali. Dan di dunia digital sekarang ini, data dan tren akan berubah dengan cepat, dan dalam 3 bulan tadi itu banyak yang berubah. Jika tidak buru-buru melek digital, teman-teman UMKM bisa dengan cepat tertinggal masalah tren. Di sinilah Compas.co.id ingin berkontribusi di dunia para pengusaha kecil dan menengah, agar kebanyakan teman-teman UKM tidak mengorbankan modalnya karena buta akan kondisi pasar. Karenanya kami menawarkan solusi untuk mengeluarkan data soal market share tadi.

Itulah kenapa data sangat diperlukan dalam pengembangan bisnis, terutama dalam industri kecil dan menengah. Setelah memahami pentingnya data dan informasi, diharapkan teman-teman UKM tidak lagi ragu untuk lebih sering mempelajari data yang beredar, terutama yang berkaitan erat dengan produk dan target pasar masing-masing. Mari bersama melek data, untuk UKM naik kelas!

Silahkan bisa ditonton juga pembahasan di Webinar APINDO UMKM Akademi

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.