UKM Indonesia

​Osha Snack


https://cf.shopee.co.id/file/8e82f12af6e03a6a81979e5a3d2fbf47

Sumber gambar : Shopee

Sudah jadi rahasia umum bahwa dunia UMKM sarat akan inovasi unik. Dan tidak bisa tidak, ide-ide baru selalu bermunculan, menjadikan persaingan bisnis di area ini semarak dengan berbagai produk-produk berciri khas kuat. Salah satunya adalah Osha Snack, brand camilan dengan produk andalan berupa Fried Cheese alias kentang goreng keju. Mulai beroperasi lebih dari sepuluh tahun lalu, saat ini Osha Snack telah mengembangkan varian produk dan jangkauan pasarnya hingga skala nasional. Kisah jatuh bangun perjalanan bisnis usaha kecil ini dan bagaimana mereka unggul dalam persaingan dengan produk sejenis, bisa menjadi inspirasi tersendiri bagi Sahabat UKM sekalian.

Berawal Dari Kudapan Khas Favorit Keluarga

Osha Snack lahir dari tangan pasangan suami istri Oktoriza Baswir dan Dewi Mulyati pada tahun 2003. Keripik Keju Goreng buatan mereka laku keras, berkat rasa asin keju dan tekstur renyah yang pas di lidah konsumen. Uniknya, produk andalan ini awalnya hanya dibuat Dewi sebagai kudapan ringan untuk keluarga kecil mereka. Lantaran anak-anak menyukainya, Dewi terus membuat keripik ini, dan bahkan turut menghidangkannya di beberapa acara arisan di komplek perumahannya. Lama kelamaan, rasa gurih keripik goreng keju buatan Dewi menjadi populer di kalangan para tetangga sekitar. Banyak yang kemudian memintanya untuk membuka pesanan keripik dan menjualnya kepada mereka.

“Awalnya memang untuk konsumsi sendiri, lalu iseng-iseng dibawa ke arisan komplek. Ternyata ada yang suka dan berminat untuk menjadi reseller dan mendistribusikan ke toko-toko di Bogor,” tutur Andhika, putra dari Baswir dan Dewi, yang kini turut andil dalam menjalankan produksi Osha Snack.

Banjir permintaan ini akhirnya mendorong Baswir dan Dewi untuk memulai usaha yang memproduksi dan menjual Keripik Keju Goreng tersebut pada tetangga sekitar rumah.

Kemudian di tahun 2004, barulah Osha Snack benar-benar beroperasi secara komersil. Melalui jaringan distributor, mereka berhasil memperluas jangkauan produk Osha Snack ke luar kota.

Lima tahun setelah beroperasi, produk Osha Snack berhasil menembus pasar retail. “Dulu, awal masuk Hero Market pertama kali tahun 2009,” papar Andhika. Menurutnya, dengan hadir di toko retail, ada kesan baik yang diperoleh Osha Snack. Kepercayaan pelanggan terhadap produk mereka pun bertambah besar. Meski begitu, penjualan terbesar masih berasal dari pembelian di toko offline dan marketplace. “Dengan masuk retail dan mall biasanya pembeli juga udah nggak khawatir lagi dengan masalah Halal dan kehigienisan produk,” jelasnya.

Ditipu Distributor dan Berhasil Bangkit

Usaha yang dijalankan Baswir dan Dewi punya cerita jatuh bangunnya sendiri. Di tahun-tahun awal merintis, mereka dihadapkan pada harga bahan baku yang naik turun. Hal ini mereka atasi dengan rutin melakukan evaluasi terhadap harga jual produk setiap awal tahun. Dengan cara ini, mereka memprediksikan ongkos bahan baku yang harus dikeluarkan dan merumuskan harga jual yang sesuai untuk satu tahun ke depan. “Jadi, selama setahun itu, walaupun harga bahan naik turun, kita nggak pernah menaikkan harga jual,” jelas Andhika.

Di samping itu, beberapa persoalan juga datang dari karyawan mereka. Meskipun masalah gaji bisa langsung diatasi dengan baik, namun beberapa pekerja kerap resign setelah mengetahui resep produk yang bersifat rahasia. “Ketika tahu resep, langsung keluar, mau bikin usaha sendiri,” papar Andhika. Beruntung, hal ini tidak kemudian menggoyahkan bisnis mereka. Setelah beberapa tahun, Dewi bisa mengatasi hal ini dengan membentuk tim yang solid dan memiliki integritas dalam bekerja.

Masalah terbesar datang dari jaringan distributor mereka di tahun 2009 dan 2010, saat mereka dalam fase awal memasuki pasar retail. “Di distribusi dulu itu yang parah, kena tipu distributor,” tutur Andhika. Diam-diam, salah satu distributor Osha Snack menukar faktur penjualan di beberapa toko tanpa sepengetahuan Dewi. Mereka lalu menggelapkan uang hasi penjualan yang jumlahnya tidak sedikit. Lewat kejadian tersebut, Osha Snack sempat mengalami kerugian besar.

“Sempat drop juga kita waktu itu, karena modal habis nggak keputer,” ungkap Andhika. Butuh waktu cukup lama bagi Osha Snack untuk bangkit dari kerugian tersebut. Pelan-pelan, mereka memutar kembali modal yang tinggal sedikit dan berusaha mengumpulkan kembali keuntungan hingga mencapai apa yang mereka miliki sebelumnya.

Lima tahun belakangan, Osha Snack juga mulai membuka lapak di marketplace, seperti Shopee dan Tokopedia. Seiring dengan aktifnya mereka di pasar online, variasi produk pun bertambah banyak. Di tahun 2014, Osha Snack meluncurkan produk terbaru, yaitu Keripik Kentang Balado Khas Padang. Rasanya yang pedas dan gurih serta dilengkapi cacahan teri medan dam bawang goreng, diharapkan bisa menggaet hati konsumen yang menggemari makanan pedas. Citarasa Keripik Kentang Balado yang kental dan kaya rempah terbukti mampu menggaet banyak penggemar. Tak butuh waktu lama bagi produk ini untuk menjadi favorit dan top seller Osha Snack.

Kemudian di akhir tahun 2017, mereka juga menambahkan produk baru lainnya, yaitu Keripik Brambang Keju. Produk yang dominan rasa kejunya dengan campuran bawang ini hadir dalam dua varian, yaitu varian Original dan varian Pedas. Keduanya dengan mudah langsung diterima pasar dan segera menjadi produk andalan terbaru dari Osha Snack. Hingga kini, Andhika dan tim Osha Snack masih terus melakukan riset untuk inovasi rasa dan varian lain ke depannya.

Harapan Menjadi Brand Snack Besar di Masa Depan

Usaha yang awalnya coba-coba, dengan produksi hanya 2 kg per hari, saat ini sudah tumbuh besar. Sekarang, produksi Keju Goreng andalan Osha Snack bisa mencapai satu ton per bulannya. Belum lagi varian-varian lain yang juga digemari pelanggan. Produk mereka juga sudah berjajar rapi di berbagai rak-rak toko retail terbesar Indonesia, mulai dari Carrefour, Alfamart, Hypermart, hingga Toko Buah Total dan Royal Safari Garden.

Di masa depan, Osha Snack memiliki visi untuk menjadi salah satu produsen kudapan ringan terbesar dengan mengembangkan brand Osha Snack lebih luas. Ketiga varian utamanya, yaitu Fried Cheese, Keripik Brambang Keju, dan Keripik Kentang Balado diharapkan bisa menjadi pilihan utama konsumen Indonesia dan berkembang hingga menembus pasar Internasional. Menurut Andhika, ke depannya mereka juga akan membidik mitra usaha di luar negeri sebagai salah satu usaha ekspansi jangkauan pasar.

Referensi :

https://oshasnack.wordpress.com/2015/04/30/company-profile/

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: