UKM Indonesia

​NUMI Center


https://cdn.maubelajarapa.com/wp-content/uploads/2020/01/15205803/938c0306-f9c4-89a3-d937-5f11f0e71a4a_cover.jpg

Gaya hidup sehat bukan lagi hal asing bagi masyarakat Indonesia paska terjadinya pandemi. Di pertengahan tahun 2020, semua orang berbondong-bondong mengadopsinya. Pesanan akan berbagai ramuan tradisional dan makanan peningkat imunitas melonjak drastis. Di marketplace, lapak-lapak UKM yang menjual kedua jenis produk tersebut berhasil meraup keuntungan besar. Salah satunya adalah NUMI Center, sebuah usaha kecil menengah yang dimotori oleh Rika Christina, seorang dokter umum dari Jakarta. Memulai bisnisnya sejak tahun 2015, Rika memiliki target untuk mengenalkan menu sehat dengan rasa lezat pada masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu UKM Juwara, Rika membagikan kisah perjalanannya dalam membesarkan NUMI Center pada UKM Indonesia.

Tentang Nutrisi Holistik dan Gaya Hidup Sehat

Rika Christina mulai belajar seputar kesehatan tubuh manusia sejak ia masih menempuh pendidikan dokter di Unika Atmajaya, Jakarta. Selepas lulus, Rika pun pergi ke Kanada dan mendalami studi tentang nutrisi serta relasinya dengan gaya hidup sehat. Selama hidup di sanalah, ia kemudian semakin dekat dengan konsep Nutrisi Holistik. “Dari sana aku semakin yakin, bahwa kunci sehat itu seharusnya holistik, tubuh yang sehat dimulai dari pola hidup dan pola pikir yang sehat juga,” ungkap Rika.

Ilmu Nutrisi Holistik bukanlah hal yang baru bagi masyarakat di negara-negara Eropa. Konsep ini percaya bahwa asupan nutrisi ke dalam tubuh harus dipandang sebagai sesuatu yang bersifat holistik. Peran pentingnya harus dikaitkan khusus dalam setiap tahapan kehidupan, mulai dari saat seseorang baru lahir, beranjak dewasa, hingga memasuki usia lanjut. Nutrisi holistik berfokus pada pendekatan alami untuk diet sehat dengan melibatkan semua aspek dalam gaya hidup. Pendekatan holistik untuk nutrisi menggabungkan aspek diet sehat (makanan organik dengan pengolahan secara alami), aspek spiritual (kesehatan mental dan jiwa), dan aspek kesehatan fisik guna mencapai kesehatan yang optimal.

Untuk asupan ke dalam tubuh, Nutrisi Holistik melibatkan tiga komponen utama, yaitu gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak), gizi mikro (vitamin dan mineral), serta serat. Singkatnya, semua nutrisi yang diperlukan tubuh untuk menjaga tumbuh kembang, imunitas, serta kesehatan organ-organnya. Dengan keseimbangan yang tepat dari semua unsur tersebut, konsep ini memungkinkan tubuh untuk terhindar dari berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes, hipertensi, dan kanker.

Setelah berhasil meraih gelar diploma dalam bidang nutrisi di Kanada, Rika memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Ia pun berpikir untuk mewujudkan sebuah All In One Stop Center yang fokus mendistribusikan produk-produk sehat dan mempopulerkan konsep hidup holistik. Pasalnya, dengan mengadopsi konsep ini, seseorang bisa lebih sehat baik secara mental maupun fisik. “Tujuannya adalah agar semakin banyak orang yang sehat hakiki,” tutur Rika.

Maka kemudian lahirlah NUMI (Nutrition Mind) Center yang berbasis di Alam Sutera, Tangerang. Mulai beroperasi resmi sejak bulan Februari 2015, NUMI Center menyediakan berbagai pilihan pangan berbahan organik yang lebih sehat dan diolah secara alami. Di samping itu, NUMI Center juga menyediakan Klinik Holistik yang menjembatani konsultasi nutrisi dan hipnoterapi. Hampir bersamaan dengan itu, NUMI juga membuka lapak di marketplace online, seperti Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia. Alasannya sederhana, Rika percaya bahwa di masa depan, penjualan melalui kanal daring akan lebih diminati oleh masyarakat. Hal ini terbukti kebenarannya bertahun-tahun kemudian, dan membantu mereka mencapai penjualan tertinggi saat pandemi menyerang.

Menggaet Tim Kesehatan Berpengalaman dan Pemasok Lokal

Di masa-masa awal produksi, NUMI lebih mengandalkan produk-produk organik impor yang memang memiliki kualitas apik. Pilihan produk lokal pun sangat terbatas karena memang belum banyak pemasok yang menerapkan konsep organik pada produk-produk mereka. “Awalnya, produk kami hanya terdiri dari tiga rak saja dan didominasi pangan impor,” kenang Rika. Namun, dalam tujuh tahun belakangan, banyak hal telah berubah. Kesadaran hidup sehat mulai timbul dalam diri masyarakat Indonesia dan dengannya muncul pula beberapa produsen pangan yang mengadopsi konsep organik.

Puncaknya adalah saat pandemi masuk ke Indonesia, saat masyarakat berbondong-bondong mengadopsi gaya hidup sehat demi meningkatkan imunitas tubuh. Di saat banyak UKM mencatat kerugian besar lantaran menurunnya omzet, daya jual produk NUMI justru mengalami peningkatan. “Masa awal pandemi malah meningkat drastis, berhubung masyarakat lagi pada hectic cari makanan sehat sampai belanjanya irasional,” cerita Rika.

NUMI pun mulai menerima lebih banyak produk dari pemasok dan produsen lokal, baik petani maupun koperasi yang mewadahi para petani organik. Jaminan produk yang dijual NUMI Center pun tak main-main. Setiap produk yang masuk akan dikurasi terlebih dulu oleh tim ahli, yang terdiri dari dokter nutrisi bersertifikat, chef berpengalaman, hingga pakar skincare. “Mereka ini bakal lumayan bawel nanyanya sebelum produk dijual di NUMI,” terang Rika.

Menurutnya, keberadaan tim yang menjamin mutu produk di NUMI adalah salah satu nilai tambah yang mereka kedepankan. Secara langsung, hal ini merupakan nilai jual yang membuat NUMI lebih unggul dibandingkan produk sejenis lainnya. Rika juga berharap bahwa dengan adanya NUMI Center, masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan produk organik sehat yang terseleksi dengan baik dan terpercaya. Dengan mengedepankan rantai pasok dari produsen dan petani lokal, Rika berharap NUMI pun turut andil dalam menjaga kesejahteraan mereka. “Biasanya, petani-petani lokal sudah diwakilkan ke koperasi, jadi kami mengambil langsung dari koperasi tersebut,” ujarnya.

Menjaga kualitas produsen dan pemasok bahan lokal agar bisa bersaing dengan produk impor pun menjadi pekerjaan rumah sendiri bagi NUMI. Contohnya, produk cuka apel yang tadinya didominasi oleh merk Bragg asal Amerika Serikat sekarang mulai jarang dcari konsumen. Mereka beralih ke produk cuka apel produksi lokal yang punya kualitas setara dan dijual dengan harga yang lebih murah. Di NUMI, Rika dan timnya selalu berusaha menciptakan hubungan yang baik dengan para pemasok dan pelanggan. Komplain maupun masukan dari kedua pihak tersebut selalu mereka dengarkan demi mengembangkan brand NUMI menjadi lebih baik. “ Sehingga kalau ada feedback baik positif maupun negatif, bisa terserap untuk jadi evaluasi bagi semua pihak,” paparnya.

Tantangan

Meski memiliki visi yang jelas tentang konsep yang ditawarkan NUMI Center, namun Rika mengaku bahwa memperkenalkan konsep ini ke masyarakat bukanlah hal mudah. Menurut Rika, salah satu tantangan utama dalam membesarkan NUMI adalah mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat. Tantangan lain adalah tetap menjaga kepercayaan pelanggan dengan menjadi toko bahan makanan organik yang berkualitas. Pasalnya, seiring semakin populernya gaya hidup sehat, semakin menjamur pula toko-toko organik serupa NUMI.

Di tengah persaingan ini, NUMI menjaga keunggulan produk-produknya dengan tetap konsisten mengkurasi pemasok tanpa mengeluarkan klaim berlebihan mengenai kualitas yang mereka miliki.

Menemukan sistem yang cocok dengan pemasok lokal juga membantu NUMI lebih stabil dalam penjualan. Saat ini, total pemasok mereka sudah mencapai angka 300 dengan jumlah produk yang ditawarkan mendekati 2000 varian. Ini adalah pencapaian besar dari perkembangan mereka dalam enam tahun. Meskipun beberapa waktu belakangan penjualan produk lebih tinggi secara online, namun toko offline lebih berjasa dalam membuat produknya dikenal. “Orang kalo datang ke toko biasanya mau beli satu malah lapar mata beli yang lain juga, jadi offline dan online saling sinergis sih menurutku,” paparnya. Dari segi branding, NUMI pun menjadi semakin matang identitasnya, sehingga strategi marketing yang diterapkan menjadi lebih terarah.

Mempromosikan product value alias kualitas produk juga sangat bermanfaat dalam pengembangan brand NUMI. Rika percaya, marketing semacam ini jauh lebih berguna dibandingkan berpromosi dengan banyak diskon dan bersaing menawarkan harga termurah. “Promosi harga ujung-ujungnya bisa jadi price war jadi nggak ada yang diuntungkan, karenanya promosi value lebih bermanfaat buat semua pihak sih, menurutku,” papar Rika. Selain itu, tim NUMI juga terus mengembangkan

Saat ini, NUMI Center telah jauh berkembang dibandingkan enam tahun lalu. Pilihan produknya semakin bervariasi dan semakin banyak pula bahan serta hasil tani lokal yang ditawarkan. Dengan produk andalan seperti Shirataki Rice, Madu Uray, dan Sincere Foods Peanut Butter, NUMI semakin memantapkan statusnya sebagai pelopor gaya hidup dan diet sehat di Indonesia. Meredanya efek pandemi memang berefek menurunnya daya beli masyarakat terhadap produk sehat. Pasalnya, urgensi untuk makan sehat pun mulai melonggar. Namun, sistem jaringan pemasok yang kuat membantu mereka tetap stabil.

Di masa depan, Rika berharap NUMI mampu konsisten menjadi tempat belanja sehat yang terpercaya dan memberi banyak manfaat bagi masyarakat luas. Hal ini tentunya bisa dengan mudah tercapai. Dengan sistem branding yang mereka jalankan, bukan tidak mungkin jika ke depannya, NUMI Center menjadi perusahaan terdepan dalam menggaungkan gaya hidup sehat.

Referensi :

Wawancara langsung dengan Rika Christina, Founder dan Owner NUMI Center di bulan November 2021.

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: