UKM Indonesia

​11 Metode dan Cara Pembayaran Perdagangan Global

Penulis : Vanda Kartasasmita
28 September 2022
Lama Baca : menit

Sahabat Wirausaha sudah memiliki target usaha untuk mencapai perdagangan global? Pemerintah saat ini mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melakukan berbagai terobosan dalam memanfaatkan peluang perdagangan global, loh! Dengan dukungan pemerintah, ada baiknya bagi Sahabat Wirausaha juga mempelajari mengenai sistem transaksi dan pembayaran perdagangan global.

Baca Juga: Mempersiapkan Dokumen Ekspor

Apa dan bagaimana sistem transaksi dan pembayaran perdagangan global diulas pada artikel ini. Sahabat Wirausaha yang sudah berencana go international wajib sekali mempelajari semua sistem ini. Yuk, disimak!


Mengenal Pembayaran Global/Internasional

Pembayaran internasional adalah pembayaran atas transaksi yang dilakukan oleh negara-negara yang terlibat dalam perdagangan internasional berdasarkan kesepakatan yang telah dirundingkan sebelumnya. Pembayaran dalam perdagangan internasional pada umumnya dilaksanakan melalui bank. Dengan melakukan perdagangan internasional, setiap negara dapat memajukan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Document Against Payment

Bisa dikatakan, salah satu tujuan utama dari perdagangan internasional adalah untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut. Adapun perdagangan internasional dapat diwujudkan melalui kegiatan ekspor impor. Ekspor adalah kegiatan menjual barang/jasa ke luar negeri, sedangkan impor adalah kegiatan membeli barang/jasa dari luar negeri.

Kegiatan ekspor dan impor tentu memiliki banyak manfaat bagi perekonomian negara kita. Beberapa manfaatnya adalah memperluas lapangan kerja, menghasilkan devisa negara dan keuntungan lainnya dibidang politik, pertahanan dan sosial budaya. Ya, perdagangan internasional adalah bukan saja membantu pertumbuhan ekonomi sebuah negara, tetapi ikut serta dalam memenuhi kebutuhan warga negara lain.

Perdagangan internasional dapat berjalan dengan baik jika setiap negara memperhatikan faktor penggerak dan faktor penghambat. Kedua faktor itu akan menentukan apakah perdagangan internasional bisa berjalan sesuai rencana atau mengalami kegagalan.

Baca Juga: Bill of Exchange

Disamping faktor penentu, ada beberapa kondisi yang mendorong terjadinya perdagangan Internasional, yaitu:

1. Perbedaan sumber daya alam

Ini disebabkan karena keperluan pada setiap negara juga sangat bervariasi.

2. Adanya keuntungan yang didapat dari perdagangan Internasional

Tujuan perdagangan internasional adalah untuk mendapatkan keuntungan yang akan mampu menambah uang kas negara.

3. Perbedaan ongkos produksi barang

Sebuah negara hanya akan melakukan perdagangan jika kegiatan tersebut menguntungkan. Keuntungan dari adanya perdagangan tersebut juga ditentukan oleh ongkos produksi yang lebih kecil atau ongkos produksi akan dianggap lebih murah daripada pembuatan produk.

4. Perbedaan sumber daya manusia

Negara yang sudah memiliki sumber daya manusia yang maju bisa menjual produk mereka pada negara dengan sumber daya manusia rendah karena adanya ketidakmampuan dalam membuat barang tersebut.

Baca Juga: Bill of Lading

5. Perbedaan sosial dan kebudayaan

Adanya perbedaan sosial dan budaya pada suatu negara bisa meningkatkan adanya perdagangan internasional.

6. Perbedaan selera

Setiap negara juga akan selalu memiliki produk konsumsinya masing-masing, sehingga hal tersebut akan meningkatkan adanya perdagangan antar tiap negara.

7. Perbedaan iklim

Iklim yang ada pada berbagai negara di Eropa tentunya tidak bisa disamakan dengan negara Indonesia ataupun di Timur Tengah. Seperti, masyarakat di benua Eropa tidak bisa melakukan kegiatannya secara maksimal saat musim dingin tiba, sehingga akan menurunkan produksi barangnya.

Untuk itu, negara Eropa selalu melakukan perdagangan internasional untuk memenuhi pasokan kebutuhannya selama musim dingin berlangsung.

8. Terbukanya komunikasi dan informasi antarnegara

Suatu negara yang melakukan perdagangan internasional pastinya akan menjalin kerjasama pada negara sahabatnya dalam hal perdagangan.

Baca Juga: Kesuksesan Ekspor Hitara Black Garlic Menciptakan Nilai Keunggulan Produk Bawang

9. Memperluas pasar

Perdagangan internasional mampu memperluas pasar akses pada berbagai negara di dalam pasar dunia atau global market. Hal tersebut bisa meningkatkan keuntungan untuk produsen yang mempunyai kelebihan produksi, sehingga akan lebih memudahkan proses pemasaran.


Sistem dan Jenis Pembayaran Internasional

Pengertian perdagangan internasional adalah kegiatan yang terkait dengan transaksi barang dan/atau jasa yang terjadi antar negara dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Secara garis besar, perdagangan internasional merupakan kegiatan ekspor dan impor, yang ketika Sahabat Wirausaha mulai melakukan perdagangan internasional dengan negara lain, maka akan muncul prosedur pembayaran internasional.

Baca Juga: UKM Bisa Siap Ekspor Dengan Kenali 8 Hal ini

Ada beberapa alat pembayaran internasional yang digunakan saat melakukan transaksi atau perdagangan dengan negara lain. Semua alat pembayaran ini bersifat umum dan dapat digunakan oleh pelaku UKM dalam kegiatan ekspor dan impor. Melalui penjelasan di bawah ini, Sahabat Wirausaha dapat mempelajari salah satu dari alat pembayaran tersebut sesuai dengan kesepakatan dengan eksportir atau importir dari negara lain.

Berikut beberapa alat pembayaran internasional beserta caranya:

1. Tunai atau kontan

Hal pertama yang paling mudah untuk Sahabat Wirausaha lakukan dalam menggunakan alat pembayaran antar negara adalah dengan cash-based.

  • Keuntungan:

Sahabat Wirausaha bisa menggunakan cara ini saat berada di luar negeri atau melakukan transfer secara manual di bank dengan cara menyerahkan uang tunai.

  • Cara pembayaran:

Adapun cara pembayaran yang bisa digunakan adalah dengan mata uang negara tersebut atau sesuai dengan bentuk kesepakatan yang sudah disetujui dengan konsumen. Sahabat Wirausaha bisa mengunjungi bank konvensional, lantas tanyakan bagaimana ketentuan bila ingin mengirimkan mata uang asal dengan mata uang asing.

Baca Juga: Jitu Membidik Peluang Pasar dan Target Negara Ekspor

2. Wesel

Sahabat Wirausaha pasti sudah akrab dengan wesel.

  • Keuntungan:
    • Bisa melakukan pembayaran di dalam negeri ataupun luar negeri.
    • Pihak penerima uang atau pihak pengirim uang sudah tidak harus menggunakan rekening bank, karena hanya harus melakukan konfirmasi penerimaan akan menggunakan password tertentu atau PIN.
  • Cara pembayaran:
    • Harus mengirimkan suatu formulir pengiriman uang di penyedia jasa wesel. Di Indonesia, Sahabat Wirausaha bisa menemukan wesel di Pos Indonesia atau Bank Konvensional.
    • Selanjutnya, masukkan nomor rekening bank atau nama penerima uang pada bank yang sedang dituju.

3. Cek

Alat pembayaran internasional selanjutnya yang bisa Sahabat Wirausaha gunakan adalah cek.

  • Cara pembayaran:

Pihak importir mengirimkan cek pada pihak eksportir dengan bank yang ditunjuk pada negara eksportir. Sehingga, nantinya bank yang dituju adalah bank yang memang mempunyai cabang pada negara importir.

  • Proses:

Pemindahan dana akan dilikuidasi bila cek sudah tervalidasi dengan tanda tangan ataupun cap resmi dari pihak pemberi kuasa.

Baca Juga: EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut)

4. Telegraphic transfer

Untuk alat pembayaran internasional yang satu ini cukup mirip dengan cek.

  • Cara pembayaran:

Telegraphic transfer adalah suatu perintah dari pemilik awal dana guna memindahkan dananya pada suatu rekening lain dengan melalui sistem otomatis suatu perbankan. Jadi, lembarannya nanti tidak harus dimiliki oleh pihak penerima dana. Untuk itu, pastikanlah Sahabat Wirausaha memilih bank yang sudah terpercaya, karena cara pembayaran ini memiliki risiko yang tinggi.

Secara sederhana, telegraphic transfer adalah layanan yang memungkinkan Sahabat Wirausaha mengirimkan uang ke rekening bank di luar negeri.

  • Proses:

Untuk memulai pengiriman uang via telegraphic transfer, Anda juga bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Isi formulir aplikasi pengiriman uang seperti negara penerima, nama penerima, nama bank penerima yang disertai dengan kode SWIFT dari bank tersebut, serta nomor telepon penerima.
  • Kunjungi bank dengan membawa buku rekening, kartu ATM, serta kartu identitas seperti KTP.
  • Isi slip transfer antar bank dengan informasi yang benar.
  • Lakukan pembayaran dan simpan bukti transfer Anda.
  • Tunggu proses pengiriman dana sekitar 1 – 4 hari kerja.

Dalam proses pengiriman uang melalui telegraphic transfer, Sahabat Wirausaha diharuskan mengetahui kode SWIFT dari bank tujuan karena berfungsi sebagai pembawa data untuk menyalurkan pesan antara dua lembaga keuangan. Selain itu, semua bank di dunia pun memiliki kode SWIFT tersendiri sehingga sebaiknya Sahabat Wirausaha mengetahui kode SWIFT dari bank pengirim maupun penerima agar proses transfer uang berjalan lancar.

5. Letter of Credit (LC)

  • Keuntungan:
    • Letter of credit bisa dilakukan secara cicilan atau kredit.
    • Pembayaran ini bisa dilakukan apabila ada salah satu pihak yang belum percaya. Cara ini diklaim lebih terjamin tingkat keamanannya, khususnya untuk Sahabat Wirausaha yang sudah mengirimkan barang keluar negeri namun khawatir barang tersebut tidak dibayar.
  • Cara pembayaran:

Jika ada pembayaran yang memang terkendala, maka pihak bank yang akan melunasinya pada pihak penjual. Nantinya dana yang sudah ditalangi oleh bank tadi akan menjadi utang yang dibebankan kepada pihak pembeli.

Baca Juga: Letter of Credit (L/C)

  • Proses:
    • Importir mengajukan permohonan L/C (opener/applicant); L/C dikeluarkan oleh pihak bank (issuer);
    • L/C dikeluarkan oleh pihak bank (issuer);
    • Eksportir menerima L/C (beneficiary/accredited);
    • Bank meneruskan L/C kepada eksportir (advising bank);
    • Bank yang akan menjamin pembayaran L/C atas permintaan issuer (confirming bank).
  • Contoh penerapan L/C::
    • Sebuah perusahaan mendapatkan pesanan dari pelanggan baru yang berasal dari luar negeri. Karena status pelanggan ini baru, perusahaan belum terlalu mempercayai pelanggan ini. Begitupun sebaliknya.
    • Untuk meminimalisir risiko, perusahaan sebagai pihak penjual menawarkan transaksi pembelian dengan L/C kepada pihak pembeli.
    • Selanjutnya, pembeli harus mendaftar L/C di bank penerima L/C. Lalu pembeli membayar sejumlah total nilai barang pesanan kepada bank penerima L/C untuk mendapatkan persetujuan pembiayaan (Approval for Financing).
    • Bank penerima menghubungi bank pembayar yang berada di daerah pihak penjual untuk memberikan konfirmasi bahwa pihak pembeli sudah membayar kepada bank penerima.
    • Bank pembayar baru akan mencairkan dana kepada penjual jika penjual menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan seperti invoice pengiriman, bukti transaksi, perizinan bea cukai, dan lain sebagainya yang membuktikan bahwa barang sudah dalam proses pengiriman.

6. Valuta asing

Valuta asing adalah salah satu alat pembayaran internasional dengan menggunakan pertukaran kurs mata uang. Namun, agar lebih mudah, umumnya lebih sering menggunakan mata uang dollar USD.

  • Cara pembayaran:

Sangat mudah karena akan dihitung dalam satuan mata uang yang sama, sehingga tidak perlu lagi menghitung selisih yang ada di dalamnya.

  • Fungsi Valuta Asing:

Dalam transaksi internasional, valuta asing menjadi alat pembayaran yang sah dan diakui semua negara. Selain sebagai alat pembayaran pada transaksi perdagangan, valuta asing juga merupakan alat pembayaran yang bisa digunakan untuk membayar utang antara satu negara dengan negara lainnya.

7. Kartu kredit

  • Keuntungan:
    • Alat pembayaran internasional paling sederhana dan juga bisa digunakan dalam skala kecil.
    • Saat ini kartu kredit memang menjadi alat pembayaran yang paling banyak dipilih, khusus bila menggunakan e-commerce.
Baca Juga: Kartu Kredit Syariah

8. Escrow account

Dalam bahasa Indonesia, escrow account lebih dikenal dengan istilah rekber atau rekening bersama. Sedangkan pengertian dari escrow account adalah suatu akun yang digunakan untuk bisa menampung dana khusus yang kehadirannya dilakukan dengan menggunakan persyaratan tertentu yang sesuai dengan perjanjian antar pihak penyetor dengan mereka yang berkepentingan atas dana tersebut.

Sederhananya, escrow account adalah suatu akun yang disediakan oleh pihak ketiga untuk bisa menampung serta menyalurkan uang pada pihak yang terlibat kegiatan jual beli online. Pihak ketiga ini disebut sebagai pihak escrow. Tugas mereka tidak hanya mengelola dana saja, namun juga memastikan bahwa mereka yang terlibat dalam kegiatan transaksi mau melakukan kewajiban dan memperoleh haknya.

  • Keuntungan:

Hak akses dan penggunaannya nanti bisa digunakan secara bersamaan.

  • Cara pembayaran:
    • Perlu rasa saling percaya yang sangat tinggi pada kedua belah pihak.
    • Untuk proses transaksinya, pihak pembeli hanya harus menyetorkan uang pada rekening akun escrow, lalu pihak penjual nantinya bisa mengambil yang pada rekening yang sama tersebut.
  • Contoh penerapan:

    • Agen escrow menerima dana yang dibayar oleh pihak pembeli atas barang yang sudah dibelinya dan juga ditambah dengan biaya pengiriman.
    • Dana tersebut lantas ditampung sementara oleh di dalam escrow account sampai penjual mengirimkan barangnya pada pihak pembeli.
    • Bila pihak pembeli sudah menerima barang yang sudah dibelinya dari penjual, maka selanjutnya pihak agen escrow akan menyalurkan dana tersebut kepada penjual.
    • Dalam pengadaan escrow account, agen escrow akan menggunakan layanan escrow yang terdapat pada seluruh bank konvensional. Jadi, escrow account dalam menampung dan menyimpan dana dari dua pihak yang berkepentingan tetap melibatkan peran penting bank.

Saat ini bahkan escrow account tidak hanya bisa digunakan untuk kegiatan jual beli online saja, tapi juga untuk layanan pembiayaan peer to peer dan properti serta saham.

Baca Juga: Tips Jitu Untuk Sukses di Pameran Internasional

9. Emas

Emas merupakan alat pembayaran internasional yang memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai. Emas memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai, di mana nilai barang yang dijual harus sama dan disesuaikan dengan berat emas.

  • Keuntungan:
    • Nilai barang yang dijual nantinya bisa disesuaikan dengan berat emas.
    • Pembayaran dengan emas juga akan melindungi nilai barang, karena emas tidak akan bisa dirusak atau diganggu dengan inflasi.

10. Kompensasi Pribadi

Kompensasi pribadi dalam hal ini adalah pembayaran yang dilakukan secara menyilang di dalam suatu negara.

  • Contoh:

Adi membeli barang ke Yakuga dari Jepang dengan harga US$1000. Kemudian Yakuga membeli barang lain dari Timi di Indonesia dengan nilai yang juga sama. Hasilnya, semua pihak juga bisa menggunakan kompensasi pribadi, dengan syarat mereka harus saling percaya antara satu dan lainnya.

11. Paypal

Paypal adalah alat pembayaran internasional berbentuk rekening virtual dengan layanan jasa transfer online.

  • Keuntungan:

Sahabat Wirausaha bisa melakukan transaksi antar negara secara online.

  • Paypal menjadi suatu alat pembayaran internasional berbentuk virtual dan yang paling banyak dimanfaatkan oleh berbagai negara.
  • Tingkat keamanan dalam menggunakan paypal juga terbilang cukup baik dan jaringan di dalamnya juga sudah sangat luas.

Sahabat Wirausaha, bisa disimpulkan bahwa seluruh negara umumnya bisa menggunakan semua alat pembayaran yang sudah dijabarkan di atas, ya. Ada banyak sekali faktor yang mendukung terjadinya perdagangan internasional, namun yang paling utama adalah tentu saja demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dan jangkauan pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Membedah Pameran Internasional dari Pemerintah Indonesia

Tentu saja, nilai keuntungan suatu perusahaan yang melakukan perdagangan internasional harus bisa dilakukan secara akurat dan tepat. Sudah siapkah Sahabat Wirausaha menuju pasar global?

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini.

Referensi:

  1. https://accurate.id
  2. https://money.kompas.com
  3. https://koinworks.com





Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: